DENDAM TAK BERTUAN

DENDAM TAK BERTUAN
Epis 47 (Revisi)


__ADS_3

Max tetap Max, si keras kepala dengan segala ambisinya. Berbisnis Narkoba sudah menjadi dunianya. Ia mendedikasikan diri pada bisnisnya itu yang telah ia kembangkan dengan segala perjuangannya belasan tahun lalu. Max telah melalui banyak derita semenjak kecil, hal itulah yang membuatnya tak peduli seberapa besar resiko yang akan ia hadapi asal ia bisa mendapatkan apa yang ia mau, termasuk dengan perkebunan yang ingin ia miliki segenap jiwa dan raga. Apapun, apapun akan Max hadapi asalkan perkebunan yang penuh tanaman Narkotika itu bisa ia beli dan menjadi miliknya.


Ia tak memiliki tujuan hidup lain selain kehausan menjadikan bisnisnya tidak hanya terkenal di Madrid tapi juga seluruh penjuru Spanyol hiy keluar negeri. Max ingin dengan kesuksesannya dapat memukul telak orang-orang yang pernah meremehkan dirinya semasa kecil.


Flashback


seorang anak lelaki tumbuh dan tinggal di rumah singgah untuk para anak yang tak memiliki orang tua atau mereka yang dibuang oleh kedua orangtuanya. rumah singgah atau biasa disebut panti asuhan kecil di sebuah pinggir kota di Jakarta Timur, Indonesia.


Bekti

__ADS_1


adalah nama yang pernah menjadi identitas seorang Max sewaktu ia masih hidup penuh penindasan di panti asuhan sederhana. ia terdampar di sana karna tak memiliki kedua orang tua. menurut cerita ibu pengurus, Bekti disana sejak berumur 2 tahun, ia di temukan menangis kejer di luar pintu di waktu dini hari. kemungkinan besar ia sengaja dibuang oleh orang tuanya tanpa bekal apa-apa, hanya pakaian yang menempel ditubuhnya, bahkan nama Bekti itu diberikan oleh ibu Panti.


Bekti kecil selalu bertanya-tanya, apa salahnya hingga kedua orangtuanya membuangnya di tempat itu, tak tahukah mereka kalau ia menderita disana? sering sekali ia mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari saudara-saudara lainnya. dituduh mencuri padahal ia tak melakukannya, hingga ia harus berakhir dihukum dan tidak diberi jatah makan.


Bekti kecil sangat membenci kedua orang tuanya alih-alih membenci saudara pantinya yang selalu menjahilinya. karna orang tuanya telah tega membuang dirinya sehingga ia mendapatkan penderitaan itu


hingga menginjak umur 10 tahun, datang sepasang suami istri yang mau mengadopsinya sebagai anak, Bekti sangat senang bisa keluar dari panti itu, apalagi melihat penampilan calon kedua orang tua angkatnya begitu rapi membuat Bekti beranggapan kalau ia akan menjadi anak orang kaya.


di sana juga ternyata ia memiliki tiga saudara angkat, anak kandung dari kedua pasangan yang mengadopsinya. saudara Bardion itu masih kecil-kecil, berkisar 7, 5 dan 2 tahun. Meski kebingungan kenapa ia diadopsi dengan pasangan yang ternyata memiliki anak tiga tapi Ia tak mempermasalahkan asalkan ia bisa keluar dari panti dan bisa bersekolah tanpa kekurangan biaya lagi.

__ADS_1


namun harapan Bardion tinggal harapan, bukannya disayang seperti cerita teman-teman panti yang telah mendapatkan orang tua angkat, Bardion malah diperlakukan sebaliknya. ia harus putus sekolah dan dijadikan budak di rumah berlantai 2 itu. ia dijadikan sebagai budak pengedar untuk bisnis kedua orang tua angkatnya... yakni menjual narkoba. ternyata kedua orang tua angkatnya adalah bos pengedar yang telah bertahun-tahun menjalankan aksinya.


tak jarang Max kecil dikurung di gudang gelap nan pengap ketika ia melakukan kesalahan kecil. bukannya terbebas dari penderitaan, Max kecil malah mendapatkan lebih sadis. tubuh kecilnya yang bahkan baru berusia 11 tahun sudah mulai kebas dengan yang namanya cambukan, tendangan dan gamparan.


selama hidup dengan kedua orang tua angkatnya, Max tak pernah diperlakukan sebagai anak melainkan hanya alat untuk melancarkan bisnis mereka, Max kecil dipekerjakan tanpa kenal waktu tanpa mendapat upah. hingga di umur 15 tahun Max yang sudah remaja dan sudah mahir dengan dunia luar selama menjadi pengedar akhirnya memilih kabur. Max remaja kabur dengan mencuri puluhan gram barang ayah angkatnya sebagai bekalnya karna ia tak memiliki uang sepeser pun kala itu.


untuk menyembunyikan identitasnya, ia mengganti namanya menjadi Maxime Wardhana.


berbekal pengalaman, akhirnya dengan modal hasil penjualan narkoba curiannya, Max membuka bisnis sendiri, tak membutuhkan waktu lama diusianya yang baru akan menginjak 17 tahun ia sudah menjadi bos narkoba. bahkan ia sudah memiliki puluhan pelanggan dari luar negeri.

__ADS_1


lanjut di chap selanjutnya


__ADS_2