
Pagi hari berikutnya Sacha begitu terkejut dengan sosok pria yang tiba-tiba muncul di hadapannya ketika ia baru saja membuka pintu rumah. Pria itu tersenyum begitu hangat ketika melihat Sacha
“Ezar? Astaga, bagaimana bisa kamu ada disini? Kamu tidak ada yang luka kan?”
Ezar menggeleng, menahan tawa geli akan pertanyaan sang kekasih yang terlihat begitu khawatir padanya “tidak. Bahkan tak ada yang berani menyentuh calon menantu Alex…”
Ucapan Ezar terhenti ketika mulutnya di bungkam dengan tangan lembut Sacha. Ezar hanya pasrah diseret perempuan itu menjauh dari pelataran mansion
“jaga bicaramu. Papa bisa dengar” ujar Sacha setelah mereka sudah di dalam mobil Ezar
“kenapa kalau papa mu dengar, bukankah kenyataannya kalau aku menikah dengan mu otomatis dia akan menjadi mertuaku”
__ADS_1
“ayolah, kamu tahu betul bagaimana rintangan hubungan kita”
“aku tahu sayang, maka dari itu aku memberanikan diri. Mau sampai kapan dapat restunya kalau aku tak berani menghadapi papa mu”
“tapi buktinya papa nggak mau ketemu kamu dan tak peduli”
“haruskah aku mengalah saja?” pertanyaan Ezar berhasil menghentikan pergerakan Sacha yang tengah memasang seal belt. Wanita itu menoleh dengan mata memicing
“sudahlah. Ayok berangkat. kita harus menenangkan pikiran untuk mempersiapkan sidang”
Ezar mengindahkan, segera mobil Bugatti hitam itu meninggalkan pakarangan mansion Dior menuju kampus mereka.
__ADS_1
Resiko memiliki pacar anak tunggal, beda Negara pula. Maka restu adalah penghalang bagi mereka karna masing-masing orang tua menginginkan anaknya menjadi pewaris dan telah mengatur jodoh masing-masing dimana pasangan yang telah disediakan adalah anak kerabat masing-masing keluarga.
Tapi Ezar tak bisa melepas Sacha begitu saja mengingat perjuangannya meluluhkan kerasnya hati gadis itu begitu sulit. Memang pada awalnya Ezar hanya memanfaatkan hubungan mereka demi tak ditekan kedua orang tuanya agar segera pulang ke Indonesia dan melakukan pertunangan dengan seorang model Indonesia, namun lama-kelamaan Ezar malah tak sadar melibatkan hati apalagi ia terus teringat akan seorang gadis di sebuah mansion sewaktu ia masih sekolah di Madrid dulu jika melihat mata wanita cantik yang kini jadi kekasihnya. Si tante pemilik piyama mickey mouse. Seorang gadis yang ingin sekali ia temui untuk mengembalikan piyamanya namun tak pernah lagi ia temui, bahkan Ezar muda pernah mendatangi rumah Max dulu tapi gadis itu sudah tidak ada di sana.
Setelah mendapatkan hati Sacha, Ezar begitu bahagia apalagi kedua orang tua Sacha membukakan pintu lebar-lebar untuknya. Ezar menerima Sacha apa adanya yang hanya anak dari seorang petani membuat nilai plus di mata Alexandre dan Darlina. Memang Ezar tak mengetahui pekerjaan sesungguhnya keluarga Dior yang menduduki pasar gelap nomor satu seluruh Spanyol.
Hingga di satu tahun hubungannya dengan Sacha, Ezar menyampaikan niat baiknya ingin melamar Sacha dan akan membawanya ikut ke Indonesia membuat Alexandre dan Darlina langsung memberi muka masam. Pasangan Dior tak mau melepas putri mereka pergi jauh, ia akan merestui hubungan mereka jika Ezar bersedia tinggal di Palma untuk seterusnya. Namun Ezar yang juga dilimpahi tanggung jawab sebagai pewaris oleh keluarganya di Indonesia tak bisa langsung menerima syarat dari kedua orang tua Sacha. Hingga tercetuslah penawaran yang semakin membuat pasangan Dior murka terhadap Ezar
Ezar dengan gampang menawarkan akan memberikan perkebunan pada Alexandre di Indonesia dan mereka bisa hidup damai tanpa terpisah lagi dan bersatu di Indonesia. Namun itu jelas menyinggung Alexandre dan Darlina. Jangankan perkebunan, Ezar akan memberikan perusahaan dan seluruh asset keluarga lelaki itu pun tak mampu menyaingi bisnis keluarga Dior
Bersambung...
__ADS_1