
Hari berikutnya Max meminta Santos untuk menyerahkan semua informasi tentang pemilik perkebunan yang belakangan menjadi perhatian Max guna menunjang bisnisnya. Ternyata sangat sulit mencari informasi mendalam selain alamat perkebunan, bahkan alamat rumah pribadi Alexandre tak bisa mereka temui meski telah menyewa detektif selama seminggu ini. Alhasil Max ditemani Santos berangkat ke alamat perkebunan dari pada harus membuang-buang waktu lebih lama di Palma.
Sesampainya di lokasi, Max dan tangan kanannya itu melongo takjub berhadapan dengan hamparan tanah puluhan haktare yang ditutupi berbagai jenis tanaman subur.
“ternyata semua jenis tanaman narkotika ada disini, tuan”
“benar. Ini adalah surga bisnis kita, Santos” gumam Max dengan mata berbinar. Tekadnya makin kuat untuk membeli perkebunan ini berapapun harga yang harus ia keluarkan
“tuan, aku baru saja mendapat pesan kabar dari Asisten pengelolah perkebunan dan katanya tuan Alexandre beberapa jam ke depan tidak akan datang ke perkebunan karna memiliki urusan urgen” beritahu Santos setelah membaca pasan di ponselnya
“ya, lagian siapa yang mau kita salahkan sedangkan kita datang kesini sudah tau resiko itu, bukan?”
“benar, tuan”
__ADS_1
Hanya berbekal alamat perkebunan dan kontak asisten pengelolah perkebunan Max dan Santos nekad datang meski si Asisten perkebunan sudah mengatakan jika pemilik perkebunan tidak pasti datang jam berapa hari ini. Dan saat mendengar kabar terbaru mengenai pemilik perkebunan, keduanya hanya bisa menghela napas.
“jadi mari kita tunggu sampai dia selesai dengan urusan urgennya itu”
Santos mengangguk saja mengikuti mau bosnya. Max begitu tertarik dengan perkebunan ini sehingga memaklumi kesibukan pemilik perkebunan dan rela menunggu akan hal yang belum pasti akan Max dapatkan. Semoga saja Alexandre mudah untuk bekerja sama dan mau menyerahkan perkebunan ini pada bosnya. batin Santos penuh harap
Di tempat lain, Alexandre tengah menikmati pemandangan menakjubkan yang tersaji di hadapannya. sosok lelaki hangat dan penuh kasih sayang di mata istri dan putrinya itu kini terlihat mengerikan dengan seringai iblisnya, sesekali menghirup nikotin dan menghembuskan asapnya dengan gaya pongah.
“mereka empat orang yang terlibat bos, tapi dua diantaranya hanya dipaksa dan disuap oleh Hugo”
Sementara pria bernama Hugo yang sudah kehilangan kedua kakinya beberapa menit lalu dengan gerg4ji tumpul, susah payah menyeret tubuhnya, mencoba peruntungan memohon pertobatan
“ampuni saya bos, tolong beri saya tobat” pintanya frustasi namun berakhir dapat tendangan dari anggota Vangster lainnya
__ADS_1
“tentu saya akan mengampuni. Tapi ada harga yang harus saya terima atas kecurangan, bukan?” ujar Alexandre dengan nada santainya namun terdengar seperti tiupan sangkakala di telinga ke empat penghianat itu
“bos tolong bebaskan saya, saya hanya di paksa!” pekik salah satu pemuda dengan kedua tangan terikat dan berlutut di hadapan Alexandre , anggota tubuhnya masih lengkap meski tubuhnya sudah babak belur. Ia bergabung dengan Vangster tiga tahun lalu dengan seleksi ketat, namun kini ia dihadapkan dengan akhir tragis atas kesalahan yang terpaksa ia buat karna diancam oleh seniornya
“eksekusi ke empatnya. Tapi beri pelayan VIP untuk yang satu itu” tunjuk Alexandre dengan dagunya kearah Hugo yang terlihat menggeleng kencang dengan pemberian layanan dari bos Vangster itu. Pelayanan VIP adalah eksekusi paling sadis di Vangter “Vangster harus bersih dari cikal bakal calon penghianat di masa depan. Cuih! buang-buang waktu saja” lanjut Alexandre sembari meludah
“bos, bagaimana dengan hasil penjualan?” Tanya salah satu anggota
“berhubung mereka saudara kalian, kali ini silahkan nikmati”
the real teman makan teman!
Puluhan Vangster yang ada di markas menyaksikan eksekusi teman penghianat mereka bersorak dengan jawaban bos mereka. Mereka memang terkenal tak manusiawi. Jangan mencoba mengusik Vangster kalau kalian masih ingin mati dengan jasad ditanam di dalam tanah. Karna bagi Vangster tubuh korban mereka sangat berharga. Tak seinci pun mereka biarkan terbuang sia-sia
__ADS_1
“pasar gelap Amerika megalami krisis organ j*ntung dan ot*k, di jepang membutuhkan darah segar dan kulit, sebaiknya kalian mempertimbangkan menjual hasil operasi darurat dari keempat pasien ini disana agar kalian bisa mendapatkan uang lebih banyak untuk kalian berpesta. oh ya jangan lupa dagingnya kalian bagikan pada keluarga mereka dan katakan itu adalah kebaikan bos mereka menghadiahinya daging segar” ujar Robbins, sang tangan kanan Alexandre
Bersambung…