
“saya tak sengaja melihat anda disini dan menghampiri. Sungguh kehidupan yang mewah bagi anak seorang petani. Apakah anda sengaja duduk di restoran ini sendiri seperti ini untuk mencari pria kaya mana yang bisa mengantikan posisi kekasih miskin anda?” Tanya Max sarkastik
Sacha mengerutkan keningnya, 'kenapa lelaki ini begitu ikut campur dengan urusanku?'
“tuan, jika anda bosan silahkan mencari kesibukan lain dari pada menganggu waktu makan orang lain. Dan perlu ku jelaskan, saya mau makan dimana pun bukan urusan anda. Jika saya duduk makan di restoran ini dengan niat untuk menggaet pria kaya demi menopang kehidupanku yang hanya anak petani ini, maka alih-alih menggunakan kameja dan celana jeans panjang saya akan berdandan dan mengenakan pakaian seksi”
Max terdiam, ia menatap Sacha dalam-dalam, gadis itu tak menggunakan riasan dan memang berpakaian cukup sederhana. Wajahnya yang selalu tampak dingin membuat orang-orang akan mengira bahwa wanita ini tidak mudah di dekati.
‘apakah aku salah paham padanya? Tidak Max, ini pasti salah satu trik yang dimainkan oleh wanita ini’
Baiklah mari kita ladeni. Max yang semula berdiri kini duduk tepat di depan Sacha, hal itu menimbulkan tatapan protes dari netra Sacha
__ADS_1
“masih tersisa banyak meja dan kursi kosong, anda harusnya tidak duduk disini dengan seorang wanita yang hanya anak petani!”
Max hanya menyeringai kemudian jarinya mengirim isyarat pada pelayan untuk datang
“sepiring paella sama seperti miliknya”
“baik tuan”
Pertanyaan random itu membuat Sacha terpancing dan tak sengaja melepaskan tawanya, tawa yang terdengar dibuat-buat dan terkesan mengolok
“mungkin banyak wanita diluaran sana yang tertarik padamu. Tapi ingatlah, bahwa aku satu-satunya wanita yang tidak akan pernah menyukai tidak, bahkan enggan menatap wajah anda. Selamat malam tuan, saya sudah selesai dengan makananku” Max menatap dalam-dalam punggung Sacha yang menjauh
__ADS_1
Bersamaan dengan menghilangnya jejak Sacha, perasaan Max kembali kosong. Entah bagaimana caranya hatinya merasa sangat tertarik dengan tatapan wanita itu.
wanita itu pergi dengan makanan yang masih hampir utuh. apakah karna dirinya selera makan wanita itu hilang? Max mendesah, merasa bersalah namun sisi lainnya perasaan lega karna malam ini ia bisa bertemu wanita itu. pertemuan mereka yang beberapa kali berakhir buruk membuat Max ingin bertemu wanita itu lagi
“jika dia tak tertarik padaku, kenapa ia memancing dengan tatapannya dan sikap jual mahalnya itu?” monolog Max
Max segera menelpon seseorang ketika rasa penasarannya makin menguasai “Santos, katakana padaku bagaimana cara mengetahui apakah wanita itu memang memiliki kepribadian defensif atau dia sedang bermain keras untuk mendapatkan perhatianku?” ujar max ketika Santos menerima panggilannya. Max masih percaya diri jika Sacha sedang bermain untuk mendapatkan perhatiannya.
Sementara itu, Sacha tengah berpikir keras akan bagaimana ia menghadapi gejolak hatinya. sisi lain ia ingin melumpuhkan Max dan melihat lelaki itu merasakan apa pernah Anita rasakan dulu. tapi melihat wajah lelaki itu saja sudah membuatnya ketakutan setengah mati.
haruskah ia tinggal melepaskan peluru tepat di jantung lelaki itu? dengan begitu kehadiran Max tak lagi membuatnya ketakutan, bukan? lelaki itu akan hilang dan traumanya juga akan hilang...
__ADS_1
Bersambungg..