
"kamu baik-baik aja?" Sacha segera mengalihkan tatapannya dari punggung Aqram yang menjauh ke arah Ezar yang ternyata menatapnya dari tadi
"i-iya" jawab Sacha membuat alis Ezar terangkat sebelah
"kamu nggak berencana dua-in aku kan?" pertanyaan dengan nada tuduhan itu membuat Sacha mengerutkan keningnya
"ha? maksudnya?"
"aku nggak suka tatapan kamu sama bang Aqram. kayaknya tertarik banget sampai orangnya udah pergi tapi kamu masih menatapnya seolah tak rela dia menjauh"
alhasil, Sacha mendengus sebagai respon keluhan yang tersirat kecemburuan kekasihnya. bukan, bukan tatapan memuja pada sosok lelaki yang beberapa saat lalu berpamitan ingin menyapa tamu lainnya di sana, tapi tatapan itu jelas tatapan rindu bercampur kekecewaan karna sang kakak tak mengenalinya, Sacha sadar kalau wajahnya dan postur tubuhnya jelas berubah tapi kenapa Aqram tak bisa merasakan ikatan batin saudara sedarah di antara mereka? Sacha sungguh rindu dan ingin memeluknya, ingin bercerita banyak mengenai hidupnya enam tahun belakangan ini setelah ia dibuang... tiba-tiba fakta itu meremas kuat jantungnya, iya dirinya dibuang! bagaimana bisa dengan tak tahu malunya ia masih menaruh harap akan Aqram ataupun papa dan mamanya sudi buang-buang waktu hanya untuknya? meskipun ia dalam keadaan sekarat mereka sudah tak peduli.
__ADS_1
"Cha? Sayang, hei, astaga, maafin aku. aku tidak bermaksud menuduh mu" Ezar gelagapan sendiri melihat mata Sacha sudah banjir air mata. Ezar merasa bersalah karna menuruti pikirannya yang tiba-tiba panas melihat tatapan Sacha pada rekan bisnisnya tadi alhasil ucapannya melukai kekasihnya
"aku mau sendiri dulu, boleh?"
"Cha, maafin aku" genggaman tangan Ezar makin erat, tak rela melepas sang wanita. Ezar merutuki dirinya matian-matian apalagi mendengar nada lemah Sacha
"nggak papa, aku cuman mau cari tempat sepi aja sebentar"
suasana malam di atas laut nyatanya sangat menenangkan, suara air yang saling bergesekan dengan badan kapal menjadi irama syahdu dengan pencahayaan bulan yang hampir sempurna. saat ini Sacha berada di tingkat teratas kapal yang berukuran panjang sekitar 370 meter dan lebar 70 meter, sekitar 10 langkah ada Ezar yang cemberut karna Sacha benar-benar mengabaikan dirinya. bukankah ini momen pas untuk mereka bisa ber- romantis ria? disana memang bukan hanya mereka berdua, ada beberapa orang juga yang nampaknya menepi dari acara. setelah hampir dua jam menenangkan diri, akhirnya Sacha menyudahi dan memutuskan untuk bergabung ke acara jamuan
"yang di tunggu-tunggu akhirnya muncul juga" tegur seseorang lelaki paru baya saat melihat keduanya di tengah-tengah keramaian. teguran itu bukan untuk Sacha melainkan untuk Ezar yang tersenyum simpul di samping Sacha. mereka tidak bergandengan tangan seperti pasangan lainnya karna memang keduanya datang untuk urusan masing-masing. Sacha memenuhi undangan kedua orang tuanya sementara Ezar ternyata memiliki undangan sendiri.
__ADS_1
terlepas dari itu, nyatanya ada dua pasang mata yang ternyata dari tadi mengawasi Sacha, bahkan saat di atas, Bartoli dan Bene ada disana, katanya mereka tidak mendekat karna Sacha dan Ezar tak berdua-duaan, begitu bunyi laporan dua bodyguard saat ia tiba-tiba menampakkan diri saat Sacha hendak meninggalkan atap kapal.
"pa, ma, apa kabar?" Ezar langsung menyapa kedua orang tuanya setelah mencium punggung tangan keduanya, lalu Ezar beralih pada dua pasangan paru baya lainnya "Tuan dan nyonya Pratama, apa kabar?" tanya Ezar basa basi sembari mengulurkan tangan yang disambut hangat keduanya
"baik. kami baik. kamu sendiri bagaimana?"
"seperti yang kalian lihat, Ezar baik dan sehat sejahtera" jawab Ezar santai
tak seperti tadi waktu bertemu Aqram, Ezar langsung mengenalkan Sacha pada mereka "kenalin, ini Sacha Ezm Dior, anak pebisnis no 1 di Baleares" Ucap Ezar bangga "Cha, kenalin mereka papa dan mamaku, kalau ini sahabat mereka, tuan Pertama dan nyonya Pratama, orang tua bang Aqram" lanjut Ezar sembari meraih punggung Sacha agar mendekat, Ezar sedikit mengernyit merasakan kalau tubuh kekasihnya berubah kaku
"kamu baik-baik aja, sayang?" bisik Ezar setelah menatap wajah Sacha yang pucat
__ADS_1
Bersambung....