
bersimpuh pun tak ada gunanya!
Max hanya bisa menatap nanar pintu ruangan yang tertutup rapat setelah Sacha...tidak, Anita meninggalkannya di dalam ruangan yang gelap segelap masa depan Max
ya, wanita itu telah mengakui jati dirinya.
Max bahagia mengetahui istrinya itu masih hidup dan terlihat sehat, bahkan kuat sehingga berani memberinya beberapa buah tangan di tubuhnya. Max terima amukan wanita itu tanpa perlawanan sebagai bentuk pengakuan rasa bersalahnya di masalalu
istri? ya, mereka belum bercerai!
bagaimanapun rupa wanita itu sekarang, intinya sosok itu pernah Max nikahi 6 tahun lalu di Indonesia
"rupanya bukan rasa penasaran yang membuatku tertarik, ya, ini semacam ikatan batin suami pada istrinya" monolog Max dengan seringainya
mengabaikan rasa lapar dan kondisi tubuhnya yang lemah, Max masih bersimpuh di lantai dingin dengan lutut telanjangnya berharap kesudian perempuan itu kembali, namun hingga matahari kembali terbenam harapan Max tinggal harapan. kesunyian bahkan mengolok dirinya yang tak tahu malu mengharapkan wanita itu mau menemuinya
memangnya, apa masih pantas ia mengharapkan belas kasihan wanita itu setelah apa yang ia lakukan di masalalu? bukan hanya fisik tapi Max sengaja menghancurkan mental Anita hingga tak bersisa. lalu sekarang?
"Anita, tolong kembali, ada banyak hal yang ingin aku katakan padamu" lirih Max dengan suara tercekat
__ADS_1
akhirnya, kalimatnya itu bisa ia ucapkan dengan harapan wanita itu kembali datang di hadapannya dengan wujud nyata. lima tahun lalu ia hanya menganggap dirinya tak waras memanggil seseorang yang sudah mati untuk kembali padanya
"maafkan aku"
"aku akan terima apapun. apapun yang ingin kamu lakukan padaku, membalas perbuatan ku sampai kamu puas" Max mengambil napas sejenak mengurai rasa sesak di dadanya "bahkan membunuhku sekalipun dengan tanganmu aku siap mati asalkan kamu mau memaafkan ku" lanjutnya
"kamu tahu, lima tahun ini aku hidup tersiksa karna rasa penyesalanku terhadap mu"
"aku salah. aku berdosa padamu, aku salah karna tak mencari tahu kebenarannya. kamu bukan adik ku. kamu istriku"
"tolong beri aku kesempatan untuk meminta maaf padamu"
kerongkongan semakin kering dengan tubuh makin lemas tak bertenaga, hampir saja tubuhnya meluruh ke lantai ketika pintu terbuka
dan sepersekian detik selanjutnya, tanpa berucap alih-alih sebuah tendangan keras pendarat di wajah Max membuat tubuh lelaki itu terpelanting jauh dari tempatnya
"katakan apa yang kamu lakukan pada putriku si*lan!!" hardik Alexandre murka
"sa..saya.."
__ADS_1
"berani sekali pecundang seperti mu mengusik keluarga saya" sela Alexandre bersamaan dengan kaki yang kembali menerjang tubuh Max
sebenarnya Alexandre tak sudi mengotori tangannya untuk melakukan tugasnya menyiksa Max yang menurutnya hanya kuman kecil yang sombong, namun ia terusik ketika melihat Sacha begitu berantakan sehabis dari markas membuat Alexandre murka sampai ubun-ubun.
Alexandre tak akan membiarkan seseorang membuat putrinya merasakan kesedihan sedikitpun! kebahagiaan Sacha adalah tujuan hidupnya.
"ini kan yang kamu cari!"
tanpa perasaan, Alexandre memukuli Max dengan brutal. lelaki paru baya itu seperti kesetanan memukuli tubuh Max yang sudah tak berdaya. bahkan Alexandre tak menaruh kasihan ketika tubuh rapuh Max terkulai layaknya tubuh tanpa nyawa, ia lempar dari tembok ke tembok lainnya. saking emosi menguasai Alexandre, tubuh Max serasa seringan boneka plastik yang ia lempar, pungut, lempar, pungut, begitu seterusnya sampai Alexandre teringat kesepakatan perjanjian dengan Darlina. Jika saja ia tak teringat janji kesepakatannya dengan sang istri, Alexandre tak akan menyisakan nyawa Max.
"bangun kau sialan! tunjukan kesombongan mu!!" teriak Alexandre menantang
"dasar lelaki sampah!! tak berguna" umpat Alexandre
BRUGH!!
"INI UNTUK BAYARAN KARNA TELAH MENGACAUKAN SUASANA HATI PUTRIKU HARI INI!!!"
setelah puas, Alexandre akhirnya beranjak keluar dari ruangan, meninggalkan tubuh seorang lelaki terkapar tak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari beberapa bagian tubuhnya
__ADS_1
di akhir sisa kesadaran, Max tersenyum dibalik rasa sakitnya "aku mendapatkannya. ku harap kamu akan bahagia dengan apa yang aku alami hari ini" gumamnya menikmati rasa sakit pada kedua kakinya yang baru saja sengaja dipatahkan oleh Alexandre.
Bersambung...