
berawal dari Darlina yang begitu protektif terhadap keadaan Max sehingga wanita itu memasang cctv mini di berbagai sudut secara diam-diam. semua demi memantau bagaimana keadaan Max dan melihat ketulusan para asisten rumah tangga dalam memperlakukan putra sulung keluarga Dior itu yang setengah tubuhnya divonis mati.
namun alih-alih melihat keganjalan pada para orang kepercayaannya, Darlina malah mendapati gerak gerik Sacha yang tak bisa menutupi kegelisahannya ketika berhadapan dengan Max, tatapan jijik yang sering tak terkontrol, hingga penggunaan bahasa asing yang Sacha gunakan ketika berduaan dengan Max. sebulan lamanya Darlina biarkan karna berpikiran respon sang putri hanya terkejut akan identitas Max yang dari tawanan menjadi saudara kandung, namun semakin dibiarkan ulah Sacha makin ada-ada saja, hingga pernah aksi Sacha membuat detak jantung Darlina nyaris berhenti. detik itu pula Darlina mengadu pada Alexander, keduanya akhirnya menyelidiki dan memutar setiap perkataan Sacha dari rekaman CCTV.
dari sanalah sebuah bukti menyakitkan terungkap, bahwa gadis yang Alexandre selamatkan lima tahun lalu ternyata anak gadis orang lain yang kabur dari kekejaman Max alias Alexandro putra mereka pada masa itu.
pantas saja putra sulungnya sering menangis sesenggukan sembari menatap penuh penyesalan pada punggung Sacha yang menjauh.
Alexandre maupun Darlina hanya bisa termenung dengan penuh rasa sesak. tentu ada rasa penyesalan karna telah menyelamatkan anak orang lain dan membuat putri kesayangan mereka terjebak ledakan bom disana. putri kesayangan mereka yang asli ternyata sudah tiada.
__ADS_1
mereka menyalahkan Anita atas kematian putrinya! meski tidak sepenuhnya namun kata andai selalu menumbuhkan rasa sesal. andai mereka tak salah menarik Anita keluar dari restoran, andai Anita tak disana, andai waktu bisa diputar dan yang mereka selamatkan Sacha asli dan mengabaikan Anita, andai... masih banyak lagi perandaian yang membuat dada mereka semakin sesak kala disadari fakta bahwa anak gadis mereka sudah tiada dengan keadaan mengenaskan, raga yang hancur lebur oleh bom. bahkan mereka tak membuat pemakaman untuk mengenang putri kesayangan mereka.
kekecewaan mereka terhadap Sacha palsu semakin besar kala menyadari gadis itu sudah sembuh dari amnesia dan tidak memberi kabar itu pada mereka. apakah dia sengaja karna merasa nyaman mengambil tempat Sacha asli? demi apapun hari itu Alexandre langsung mengerahkan puluhan anggota Vangster ke Madrid untuk menyelidiki insiden ledakan bom 5 tahun lalu. mereka mencari jejak terakhir putrinya, mereka sadar kalau raga Sacha asli tidak bisa kembali ke pangkuan, paling kecil harapan mereka bisa mengambil abu atau apapun yang menyangkut korban pada masa itu.
meski kecewa, namun melihat dan berhadapan langsung dengan sosok Sacha yang wajahnya seratus persen sudah menjadi Sacha asli membuat Alexandre dan Darlina tak bisa membenci gadis itu. hingga suatu hari Max mau buka suara pada mereka. untuk pertama kalinya meminta tolong sebagai anak setelah hilang 28 tahun lamanya, tentu Alexandre dan Darlina akan menuruti permintaan putra tunggal mereka.
"dia bukan putri kalian. dia Anita, istriku. saya menikah dengan dia 6 tahun lalu" beri tahu Max kala itu dengan suara seraknya. yang anehnya Max tak mendapat reaksi terkejut pada kedua orang tuanya
"bagus" gumam Max "boleh saya minta tolong sama kalian?"
__ADS_1
"tentu saja" jawab Darlina cepat yang di dukung anggukan Alexandre
"sebenarnya kaki dan tangan saya sudah mulai berfungsi, saya pun dari awal tidak mengalami gangguan suara..." Max memilih jujur pada keduanya. toh pada akhirnya mereka akan membantunya menjalankan misi merebut perhatian Sacha.
"saya tidak ingin bicara pada siapapun, cuma merasa terkejut saja dengan fakta kalau... saya ternyata masih memiliki orang tua lengkap yang hampir membunuhku" ungkap Max menjawab tatapan menuntut dari kedua orangtuanya alasan kenapa ia memilih aksi pura-pura bisu
"maaf..."
"saya tidak butuh maaf kalian. yang saya butuh pengampunan dari Anita, istri saya yang kalian panggil Sacha itu. untuk itu tolong bantu saya agar dia selalu di sampingku, saya akan terus berpura-pura sakit demi berdekatan dengannya" ungkap Max dengan gamblang seolah tak ada segan-segan nya pada kedua pasangan pemilik Vangster yang terkenal dengan keberingasan nya yang beberapa minggu lalu nyaris mencabut paksa nyawanya sehingga ia berakhir koma dan lumpuh
__ADS_1
Bersambung...