
"nggak usah nunjukin muka sedih jelek mu itu. jangan buang-buang waktu, cepat bangun, makin lama kamu disini makin membengkak biaya rumah sakit. ayo bangun, jalan sendiri, jangan manja"
"untuk membuktikan kalau kita memang saudara satu ayah, bagaimana dengan tes DNA?"
"lo pikir tes DNA bisa merubah fakta yang ada, Hah?!"
"tapi bisa jadikan ada kekeliruan..."
"lo nuduh ibu gue berbohong, begitu?"
"ti--tidak. maaf. tolong lepasin. sa--kit"
"jika kamu tahu kita sedarah, kenapa kamu tega menyentuhku?"
__ADS_1
"menyentuhmu? kapan? kapan aku menyentuhmu? kamu nggak mimpi kan? tubuh kecilmu itu apa ada yang spesial sampai aku sudi menyentuhnya? bahkan kamu telanjang pun dan mengangkang di hadapanku tak membuat aku bernafsu. kurus kering begitu ck ck ck"
"di hotel waktu itu"
"itu hanya rekayasa. aku merencanakan semuanya dari awal. aku sengaja mengikuti mu dan membayar temanmu untuk memberi mu minuman yang sudah aku campur obat bius. dan yah, aku membawamu bersamaku di hotel yang dimana si baj*ngan Pratama dan istri jal*ngnya sedang ada acara di sana. aku merancang semuanya begitu apik. menghubungi pihak hotel untuk menciduk kita di kamar. dan yah, papa kita yang br*ngsek itu ikut menciduk dan berakhir tak mengakui mu sebagai anaknya dengan cara menyayat lengannya"
Max semakin menundukkan wajahnya kala potongan kejahatan yang dilakukannya di masalalu kembali memenuhi kepalanya. saat itu bahkan Anita baru sadar dari koma akibat kekerasan yang ia lakukan pada gadis itu, namun alih-alih kasihan, ia semakin tak terkendali, bukan hanya menyerang psikis Max juga bahkan mencengkeram rahang Anita waktu itu.
sementara lelaki paru baya yang habis mengamuk pada Max juga terpekur meratapi penyesalannya.
"dan saya menyesal punya anak sepertimu. Menjijikkan"
"Anita darah daging papi"
__ADS_1
"Mulai detik ini aku haramkan diriku mengakui mu sebagai darah daging ku"
adegan kejadian di hotel memenuhi kepala Pratama, bagaimana dengan bodohnya ia merobek lengannya sendiri sehingga mengeluarkan darah demi memutuskan ikatan darah antara dirinya dan putrinya. semua karna rasa malu yang tak bisa ia kendalikan karna memergoki Anita bersama Max dalam keadaan tanpa busana yang disaksikan banyak orang.
sementara Alexandre dan Darlina juga tak kalah menyesal, mereka tak tahu kalau luka Anita sebesar itu sehingga putrinya, ya putri mereka memilih jalan pintas untuk meninggalkan mereka semua.
Angraeni pun sama, wanita paru baya itu juga dihantui suara sang putri yang memintanya untuk tinggal dan mendengarkan penjelasan namun ia malah mengikuti perintah suaminya sehingga ia mengabaikan putrinya waktu itu.
"Anita... putriku... astagaaa" racau Angraeni setelah kembali membaca sepucuk surat di tangannya. surat yang membuatnya dan Pratama percaya bahwa gadis yang tengah diperjuangkan kehidupannya oleh dokter di ruang igd adalah putrinya yang mereka telantarkan tanpa sengaja selama ini. gadis yang mereka temui di acara jamuan ternyata memang putri mereka. gadis yang memiliki wajah cantik khas perempuan Spanyol itu ternyata adalah Anita-nya yang malang.
Mr. Alexandre dan Mrs. Darlina, saya meminta ampun, saya ingin membuat pengakuan bahwa saya adalah Anita. bukan Sacha Ezm Dior, putri kandung kalian. ingatan saya pulih 3 tahun lalu, maaf saya tidak berani jujur karna saya tidak tahu harus kemana kalau identitas saya terbongkar. saya takut hidup sendiri, sebenarnya saya punya keluarga tapi mereka membenciku, mereka tidak mau menerima ku lagi. terimakasih sudah menjadi orang tua terbaik salama lima tahun ini untuk ku. nama Sacha Ezm Dior benar-benar cantik secantik pemilik nama aslinya, terimakasih sudah meminjamkan wajah ini untukku. tolong ampuni saya agar saya bisa bahagia dengan tenang. besar harapan saya agar bisa dimakamkan dengan layak, jika kalian merasa terbebani kirim saja mayatku ke Indonesia, dan kalau kalian bersedia menolong untuk terakhir kalinya, kirimkan aku pada orang yang bernama Malik Pratama dan istrinya Angraeni. semoga saja mereka mau menerima mayat putrinya ini dan memakamkannya dengan layak, tidak perlu di tempat bersih, paling tidak tubuhku ditanam di dalam tanah di tanah kelahiranku.
tulisan tangan itu mencabik-cabik hati mereka. gadis malang itu nyatanya hidup dengan bayang-bayang trauma beberapa tahun terakhir. Pratama dan Angraeni sungguh kehilangan harga diri dimata putri kesayangan mereka. sedangkan Max, dibalik rasa penyesalannya ada kesedihan yang tak terdefinisikan sebab dalam surat istrinya itu, tak ada setitikpun yang menyangkut dirinya, Anita tak menganggapnya ada. bahkan gadis itu tak mengungkit bahwa dirinya lah sumber dari segala trauma yang Anita alami. gadis itu menerima takdir buruknya yang Max ciptakan namun tidak dengan traumanya, Anita tak bisa berdamai dengan traumanya sehingga berakhir menjadi pasien kritis di dalam ruangan igd. begitu pula dengan Aqram yang merutuki kebodohannya karna memilih menghindar dari pada menuntaskan rasa penasarannya akan sosok gadis yang diperkenalkan Ezar di acara jamuan, ternyata firasatnya yang melihat Anita di balik wajah Sacha memang benar, gadis itu beneran adiknya. Alexandre dan Darlina sendiri juga tak kalah menyesal karna membiarkan putri mereka sendirian, beberapa hari belakangan mereka memang sibuk bersedih akan fakta bahwa Sacha asli telah tiada sehingga hubungannya dengan Anita berjarak. coba saja mereka bisa lebih ikhlas mungkin mereka tak akan ketakutan kehilangan putri mereka lagi untuk kedua kalinya
__ADS_1
Bersambung