
Sacha baru saja mendapatkan pengakuan dari dua orang berkuasa Vangster atas kemampuannya yang telah lolos uji coba. Meski demikian ia tak protes akan keputusan sang ibu yang tak membiarkan dirinya bertindak tanpa seizin istri Alexander tersebut. Tidak masalah bagi Sacha karna memang ia hanya ingin mendapat pengakuan atas kerja kerasnya yang membuahkan hasil selama dua tahun belajar bela diri dan menembak. Ia bosan dianggap gadis paling rapuh oleh pasangan Dior itu. Selain terbebas dari titel gadis kecil dari kedua orang tuanya alasan lainnya adalah bentuk persiapan ketahan diri jika kelak ia bertemu dengan lelaki yang membuatnya pernah mengalami kekerasan fisik berulang kali selama berbulan-bulan lamanya
Bukan berharap akan bertemu dengan lelaki itu, tidak. Spain termasuk negara luas, harusnya di antara ratusan juta manusia di negri Matador ini mereka tidak akan bertemu kembali, hanya saja kemungkinan kecil masih bisa terjadi. dia saja bisa bertemu kembali dengan si pria paling burung jantan yang notabenenya adalah orang Indonesia, (Ezar Malik)
Bunyi ketukan pintu mengalihkan atensi ketiga marga Dior dari diskusi keluarga, mereka lalu kompak melirik ke arah layar yang menggantung di atas pintu, sosok tangan kanan Alexandre terlihat berdiri di balik pintu jati hitam itu
“ada apa?” Tanya Alexandre setelah menekan tombol yang bisa membuat suaranya terdengar ke luar
“undangan tuan Lincoln satu jam lagi, bos”
“apakah harus hadir?”
“ini bagus untuk citra tuan sebagai petani biasa bisa hadir dalam undangan pemerintah kepulauan” jawab Robbins memberi pendapat
“baiklah, saya akan pergi dengan putriku” putus Alexandre sembari menatap putrinya, Sacha yang ditatap menunjuk dadanya dan mendapat anggukan dari sang ayah
Dan disinilah mereka berada, disebuah pesta jamuan para pejabat kepulauan Baleares. mereka disambut hangat walau Alexander hanya dikenal sebagai petani. Begitu memasuki ruangan, keduanya menjadi pusat perhatian lebih tepatnya kearah Sacha yang tampak cantik dengan gaun malam berwarna hitamnya. Gaun itu memeluk tubuh indah Sacha, dengan wajahnya yang cantik ia menjadi pusat perhatian. Tak terkecuali sosok yang menjadi tamu penting dari tuan Lincoln yang berasal dari provinsi sebelah, Madrid.
“mereka adalah tuan Alexandre dan putrinya. Pemilik perkebunan Peyote dan Black Henbane di kota Palma. Kami mengundangnya karna hasil usahanya sudah terkenal di penjuru Baleares ” beritahu salah satu pejabat kota yang sedari tadi ikut nimbrung dengan Max dan Lincoln
Max mengangguk mengerti, jika orang lain mengunjungi Baleares untuk berlibur dan menikmati pulau-pulau indah guna menyenangkan diri, berbeda dengan tujuan Max menginjakan kaki di Baleares, ia datang untuk mencari pemilik perkebunan tanaman langkah jenis narkotika yang berasal dari kepulauan Baleares.
__ADS_1
“yakin mereka hanya sepasang anak dan ayah? Kenapa terlihat begitu mesra” gumam Max dengan ekspresi tak terbacanya, tatapannya tak lepas dari gadis yang mengandeng lengan Alexandre
“ya?”
“tidak. Lupakan” Max membalas cepat dengan gerakan tangan menepis udara
“tolong atur pertemuan saya dengan pria itu secepatnya” lanjut Max
Seperti sebelum-sebelumnya, Sacha harus melawan rasa tidak nyamannya jika menghadiri undangan pesta dan harus menjadi pusat perhatian. Ia tahu dirinya cantik dan memiliki postur tubuh tinggi yang pasti di kagumi baik laki-laki maupun para wanita, namun sacha tahu juga diantara tatapan mereka ada beberapa pasang mata yang menatapnya iri bahkan tak suka cenderung tatapan meremehkan. Sacha pernah mendengar secara tak sengaja ada yang mencibirnya sok kecantikan namun hanya anak petani. Bahkan sampai mengomentari busananya yang katanya imitasi.
Ketika langkah sang papa terhenti saat disapa oleh tuan Alwar yang menjabat sebagai wali kota Palma, Sacha menghela napas dalam , gadis di samping tuan Alwar adalah salah satu teman kuliahnya yang tak pernah searah dengannya. Malas berada dengan posisi kurang dari dua meter dengan gadis yang pernah membuatnya hampir putus dengan kekasihnya , Sacha akhirnya pamit izin ke toilet.
Sacha mengeratkan giginya ketika menyadari ada langkah yang mengikutinya. Ia menghentikan langkahnya dan membuat dua pasang pemilik pantofel hitam ikut mematung di lantai.
“kami hanya menjalankan perintah bos, nona”
“ck, tapi jarak kalian terlalu dekat”
Sontak kedua pria berjas hitam itu melangkah lima langkah ke belakang
Menghela napas berat Sacha memilih melanjutkan langkahnya menuju toilet, tiba-tiba ia merasa memang harus mengeluarkan air seninya padahal tadinya hanya alasan saja demi tak berinteraksi dengan Felicia yang kecentilan itu.
__ADS_1
“apa kalian akan mengikutiku sampai toilet wa…” ucapan Sacha terhenti ketika membalikan tubuhnya dan melihat sosok yang dihindarinya melangkah mendekat
“siapa yang mengikuti mu nona si anak petani? Apakah kamu berharap ada pejabat atau putra pejabat yang mengikuti mu dan mengajakmu berkencan? Disini? Di toilet? Oh kamu berpikir akan melakukan apa di toilet dengan seorang pria?” sembur Felicia dengan tatapan jijik “apakah kamu bermimpi dapat pangeran kaya raya di pesta ini” lanjut Felicia dengan ekspresi mencemooh
“definisi menuduh diri sendiri” gumam Sacha dengan ekpresi datarnya, wanita itu lalu berbalik dan melanjutkan langkahnya memasuki toilet wanita
“ya!” pekik Felicia tak terima dengan sindiran Sacha
Belum sempat Felicia menyusul langkah Sacha, tiba-tiba ia terjatuh ke lantai dengan kondisi tak sadarkan diri akibat pukulan dari tangan kekar di batang lehernya
Kedua pelaku yang tak lain adalah anak buah Alexandre, memindai sekitar. Beruntung tak ada orang dan cctv pun tak ada. Pria yang dikenal dengan panggilan Bartoli bertugas menyeret tubuh Felicia ke bilik toilet, lalu menguncinya dari luar kemudian menaruh tanda peringatan kerusakan di depan pintu. Anggota Vangster itu lalu meninggalkan Felicia setelah mulut gadis itu di sumpal potongan kain. Namun saat akan keluar, tiba-tiba rekannya masuk menyusul
“kenapa kamu meninggalkan penjagaan terhadap nona”
“kita pantau lewat sini” ujar Bene sembari menunjuk earphone di telinganya. Bartoli segera meraih earphone dan memasangnya di telinga. Earphone itu akan selalu tersambung 24 jam dengan alat lacak suara yang selalu dibawa keluarga inti Bos mereka. Mereka hanya perlu memencet tombol kecil tiga kali untuk tersambung dengan Sacha, sedang untuk pengawasan Alexandre satu kali dan untuk Darlina dua kali.
Mereka tak mendengar apapun. Bartoli menatap Bene dengan tatapan tajam
“tadi ada langkah kaki mendekat, aku tak sempat bersembunyi karna posisi tepat di depan toilet wanita makanya aku langsung masuk kesini” ujar Bene membela diri
“yaudah kita keluar saja. Sepertinya orang itu tidak jadi ke toilet”
__ADS_1
Namun saat keduanya keluar, mereka dikejutkan dengan nona mereka yang terdiam mematung dan beradu pandang dengan seorang pria yang juga tampak terpaku di lorong toilet
Bersambung..