
keesokan paginya, saat Anita membuka mata Max sudah tidak berada di sampingnya. Anita bangun dan segera membersihkan diri di kamar mandi.
Anita menuju meja makan, ia merasa lapar
"Pagi istriku" sapa Max yang sibuk menyajikan nasi goreng buatannya di meja makan
Max sengaja bangun pagi untuk membuat sarapan, mengingat ia tidak memiliki pembantu rumah tangga tetap. Ia hanya menyewa satu orang untuk membersihkan taman dan satu orang untuk membersihkan rumahnya, hanya sekedar membersihkan rumah tidak untuk memasak, toh ia jarang makan di rumah selama ini. dan para pekerja rumahnya itu datang jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore.
"pagi" balas Anita tersenyum "kau sendiri yang membuatnya?" tanya gadis itu takjub menatap nasi goreng dan beberapa lauk di meja makan.
"Spesial for my wife" Max lalu menarik kursi untuk Anita duduki
"Thanks" Anita tersenyum tulus
"yaudah kita makan yuk" ajak Max yang diangguki Anita
"Gimana? enak? " tanya Max saat Anita mengunyah suapan pertama
Anita mengangguk sebagai respon pertanyaan dari Max, lalu ia kembali memakan sarapannya
'Enak, meski tidak seenak masakan mami' batin Anita, sembari menyuap lahap makanannya
"oh iya, nanti makan siangnya minta dibuatkan sama mbok siti aja yah" sahut Max "kalau makan malam biar aku yang buat" lanjut pria itu
setelah selesai sarapan Max pamit keluar dengan alasan pergi bekerja
\=\=\=\=
Apartment
sepasang pria dan wanita tengah berpelukan sehabis menuntaskan hasrat mereka
"sayang bagaimana gadis itu" tanya seorang wanita membelai rambut si pria penuh sayang
"merepotkan" jawab pria itu acuh, tangannya sibuk memainkan benda kenyal favoritnya di dada wanita itu
"ish dia istri kamu loh" goda wanita
__ADS_1
"istri aku cuma kamu, Anne" lelaki itu meralat ucapan wanitanya lalu memberi kecupan sayang di kening wanitanya penuh perasaan
Anne nama wanita itu, memejamkan mata menikmati kecupan prianya
"tapi aku cuma sirih sedangkan dia sah di mata agama maupun hukum" raut mukanya berubah sedih
"tapi kamu yang pertama" selanya "hati, jiwa dan raga ini hanya untukmu, sayang" lelaki itu meraih tangan Anne dan meletakan di dadanya
"hahaha aku tau tuan Maxime Wardhana, suamiku sayang" perempuan itu memeluk erat tubuh lelaki yang menikahinya dua hari lalu secara sirih. ya, pria itu suami Anita, Max si brengsek!
"Sayang, aku harus pulang" Max melerai pelukannya pada Anne
"Aku masih kangen" Anne mengerucutkan bibirnya
Max mencium bibir Anne gemas.
"sabar sayang, akan tiba saatnya waktuku 24 jam bersamamu" janji Max
"Aku akan menunggu" Anne pasrah
Menikahi Anne waktu itu untuk membujuk wanita itu agar tidak mengacaukan rencananya menikahi Anita, mengingat mereka sudah berpacaran 2 tahun lamanya, Max sangat mencintai Anne sehingga ia tidak tega melukai perasaan wanita itu dengan menikahi Anita tanpa memberi kejelasan status pada kekasih hatinya itu.
_ _ _ _ _
Rumah Max dan Anita
"Assalamualaikum, istri" Max memasuki kamar
Anita yang membaca buku novel di ranjang menoleh dan tersenyum ke arah Max
"Sudah pulang" Anita bangkit dan mengambil alih tas Max dan membantu membuka jasnya
"Jawab salam dulu, sayang" peringat Max lalu mencium kening Anita
"Waalaikumsalam" Anita tertunduk malu
"bagaimana harimu, hm? " tanya Max dengan tatapan lembut ke arah istri keduanya itu
__ADS_1
"bosan" jawabnya jujur "mm.. bolehkah aku kembali sekolah? " tanya Anita takut takut. Ia seharian ini kepikiran sekolahnya, ia harap Max mengizinkannya menyelesaikan sekolahnya
"Kamu yakin? aku takut teman temanmu memberi respon tidak baik sayang" ucap Max sembari membelai surai Anita lembut
Anita terdiam sesaat, benar apa yang dikatakan Max, namanya sudah terkenal dengan perilakunya di hotel yang berakhir dengan menikah muda, semua teman temannya sudah menjauhinya, terbukti tidak ada satupun temannya yang menghubunginya setelah kejadian itu. mungkin juga karna Anita sudah di buang oleh keluarga Pratama yang berkuasa itu jadi mereka sudah tidak membutuhkan kehadirannya
Meski berita itu sudah tenggelam, entah siapa di balik tenggelamnya berita itu tapi tidak menutup kemungkinan ia akan terbebas dari pembulian teman teman sekolahnya.
"kamu yakin mau sekolah lagi?" tanya Max sekali lagi membuyarkan lamunan Anita
Anita menggeleng sebagai jawaban. ia pasti tidak akan mampu melewati itu sendiri
"Yaudah ga papa sayang, kamu sekarang punya suamimu ini. masa depanmu akan terjamin meski kau tak lulus SMA" Max menepuk nepuk lembut pundak Anita
dan Anita hanya bisa mengangguk
'bagus, kamu harus menurut kalau kamu masih mau menjalani hari-hari kebebasan* batin Max menyeringai
hari demi hari pun terlewati kini sudah sebulan usia pernikahan Max dan Anita, hubungan suami istri itu berjalan semestinya sebagaimana janji Max, ia tidak akan meminta hak sebelum Anita siap, dan sampai saat ini ia belum dapat hak itu, toh ia masih bisa dapat haknya jika ia bersama dengan Anne istri pertamanya.
Ya, Max masih dengan rutinitasnya, malamnya ia tidur seranjang dengan Anita, namun hanya sebatas satu ranjang tidak ada yang spesial seperti pasangan suami istri lainya, bahkan guling di antara mereka masih setia jadi penghalang mereka di ranjang, hanya saja kadang jika pagi tiba, guling itu sudah berada di lantai entah bagaimana caranya. di waktu pagi pun Max selalu membuat sarapan untuk mereka berdua mengingat Anita tidak tau memasak sama sekali.
dan setelah ia pamit bekerja pada Anita, Max akan menghabiskan waktunya di Apartemen Anne. bekerja yang ia maksud adalah melepas rindu dan memuaskan hasratnya pada istri sirihnya itu.
jika dipikir-pikir Max bekerja apa untuk menghasilkan pundi-pundi uangnya kalau waktu siang dan malamnya hanya untuk menemani ke dua istrinya?
Apakah ia seorang pengangguran? tapi bagaimana bisa ia bisa menghidupi Anne dan Anita? Apalagi jika di liat, Anne sosok perempuan yang berpenampilan sangat glamor layaknya nona nona keluarga kaya sama seperti Anita sebelum ia menikah dengan Max. ya, penampilan Anita sekarang sangatlah sederhana. pakaian Anita hanyalah pakaian merek dalam negeri yang bisa Max belikan. berbeda dengan Anne yang semuanya serba barang branded luar negeri.
Apakah Anne adalah sumber kekayaan Max? tidak juga. toh Apartemen aja Max yang membelikannya, mobil bahkan pakaian Anne pun Max yang belikan.
jadi dari mana Max mendapat uang untuk hidupnya dan ke dua istrinya itu? ngerampok kah atau jaga lilin saat malam jumat. ah tidak mungkin.
hari minggu, yah hari minggu adalah hari dimana tidak ada satupun orang yang bisa mengganggunya, Max akan 24 jam berada dalam ruang kerjanya di rumahnya. bahkan sekalipun urusan genting ia tidak akan keluar dari sana.
apa sebenarnya pekerjaan Max?
Bersambung...
__ADS_1