DENDAM TAK BERTUAN

DENDAM TAK BERTUAN
bahagia atau duka?


__ADS_3

"oh Tuhan!!" pekik Darlina histeris, tubuh wanita itu meluruh ke lantai masih dengan selebaran kertas hasil DNA-nya dengan Max di tangannya


bukannya sigap menangkap sang istri, tubuh Alexandre justru terhuyung ke belakang mencari pegangan. tanpa perlu melihat hasilnya, reaksi ibu dari buah hatinya sudah menjawab kegamangan dalam dirinya


dua orang dokter yang berprofesi sebagai dokter operasi dan dokter yang melakukan pengecekan DNA tampak bergerak menopang tubuh pasangan suami istri itu. Darlina yang berjongkok di tuntun ke kursi tunggu sedang Alexandre juga demikian sehingga keduanya duduk bersisian dengan satu jarak kursi diantara mereka


kedua bos Vangster yang berdarah pembunuh itu kehilangan kekuatan seketika. fakta tentang Max berhasil melumpuhkan tulang-tulang mereka juga detakan jantung mereka dalam waktu bersamaan


"dia Alle, dia beneran Alessandro kita, pa" ujar Darlina dengan napas tercekat setelah sekian lama hening. suaranya begitu lirih namun masih bisa Alexandre tangkap. dengan tangan gemetar Alexandre meraih kertas yang di sodorkan Darlina


*99.9999999% terjadi kecocokan antara kedua DNA darah Maxime Wardhana dan Darlina Dior. disimpulkan bahwa terjadi hubungan darah kandung, ibu dan anak kandung*


wajah yang tadinya pias seolah kehilangan darah semakin memucat setelah dengan mata kepala sendiri Alexandre membaca hasil DNA istrinya dan Max... maksudnya adalah Alessandro Dior, Alle mereka, buah cinta pertamanya dengan sang istri, putranya yang telah lama menghilang.

__ADS_1


"aku yang selalu menanti kehadirannya selama puluhan tahun, namun dalam sekejap aku pula yang membuatnya berada dalam kondisi sekarat" tukas Alexandre lirih di barengi tawa, sebuah tawa yang memiliki makna lain, jelas terlihat mengandung penyesalan dan kesakitan pada relung hatinya


Alexandre Dior memang keturunan mafia yang tak kenal kasihan akan targetnya atau orang yang telah mengusik dirinya atau keluarganya, meski begitu ia adalah sosok pria dan ayah yang begitu mencintai istri dan anaknya, apapun akan ia lakukan demi kebahagiaan mereka, namun ia malah mengantarkan darah dagingnya sendiri yang setiap waktu ia harapkan dapat kembali padanya dan sang istri ke jurang kematian dengan tangannya sendiri.


"ba.. bagaimana bisa tangan ini... Arghhhh"


BRUGH BRUGH BRUGH


"papa!" Darlina segera beranjak menghalau tangan Alexandre yang membabi buta memukuli dinding rumah sakit


hati Darlina berkali-kali kali lebih sakit saat melihat wajah suaminya seperti kehilangan jati diri, sama seperti 28 tahun lalu saat Alle kecil mereka di culik dan ketika Sacha dalam keadaan koma 5 tahun lalu


"tidak pa, mama tidak akan biarkan Alle pergi lagi. Alle pasti bertahan. kita akan melakukan yang terbaik untuk keselamatannya, kan?"

__ADS_1


"Dokter, tolong, tolong lakukan yang paling terbaik untuk menyelamatkan putra kami. saya janji akan memberikan apapun yang dokter inginkan di dunia ini asalkan Alle kami selamat" Alexandre beralih memohon pada dokter namun dengan cara yang sedikit kasar dengan mencengkeram kerah sang dokter


"tenang tuan, saya dan tim.."


"bagaimana bisa anda mengatakan saya tenang sedangkan putra saya di dalam sedang sekarat!!" bentak Alexandre murka dengan tatapan nyalang nya, bahkan kaki dokter sudah tak lagi berpijak dengan lantai sebab Alexandre menggunakan tenaganya mencengkeram kerah dokter


"papa!" Darlina segera menyentak kedua lengan suaminya sehingga dokter terhuyung dari genggaman Alexandre


"cepat selamatkan putraku!!" titah Alexandre yang langsung di indahkan dokter


"putra? siapa yang papa maksud putra papa?" suara itu mengalihkan atensi pasangan Dior, kedua pasangan baya itu menemukan sosok wanita cantik tepat di depan lift


"Sacha"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2