Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Syaratku Adalah..


__ADS_3

"Dengar!!...Aku tidak punya urusan denganmu,jadi tolong jangan ganggu aku!!.."Tiara sekuat tenaga terus berusaha mengontrol emosi nya agar tak lepas kendali.


Wanita itu tersenyum sinis seraya menatap Tiara dengan tatapan merendahkan."Apa nggak salah??.. Yang penganggu disini itu kamu bukan aku.Aku yakin wanita sepertimu ini datang kemari pasti untuk menggoda Presdir,lihatlah tampangmu saja seperti ****** yang tidak tau malu.."Ujarnya tanpa rasa bersalah.


Plak


Habis sudah kesabaran Tiara sehingga tangannya yang tadi terkepal menahan amarah kini terbuka dan mendarat tepat dipipi kanan wanita itu.


Semua orang yang melihat kejadian itu saling berbisik dan berkomentar tentang Tiara.Ada yang senang melihatnya dan ada juga yang mencibirnya.


"Berani kamu menamparku??.."Teriak wanita itu saat merasakan wajahnya terasa panas dan nyeri akibat tamparan dari gadis yang bahkan belum diketahui namanya itu.


"Itu belum seberapa dengan ucapan kotor kamu tentang aku."Tiara tak mau kalah,dia tidak terima karena telah disebut wanita murahan oleh wanita didepannya itu.


Tanpa disadari mereka,Semua yang terjadi saat itu tak lepas dari pengawasan Arga yang sejak tadi mengamati dari layar laptopnya.


"Menarik.."Gumamnya,sudut bibirnya sedikit terangkat menatap gadis yang menurutnya cukup berani itu.


Kembali ketempat kejadian.Wanita yang mendapat tamparan keras diwajahnya itu terlihat tak terima,tangannya lalu terangkat dan berniat menampar balik Tiara,namun suara bariton seketika menghentikannya.


"Ada apa ini??.."Semua orang langsung menunduk hormat saat melihat kedatangan Asisten pribadi sang Presdir.


Andre berhenti tepat disamping kedua wanita yang sedang berhadapan itu.Namun matanya terfokuskan pada Tiara yang juga sedang menatapnya.


"Kamu,ikutlah denganku!!.."Titahnya seraya menatap Tiara.


Wanita yang sebelumnya mendapat tamparan itu langsung tersenyum penuh kemenangan,dalam pikirannya dia merasa jika Gadis itu pasti akan mendapat ganjaran dari sang Presdir.


"Dan kamu!!.."Tatapan Andre beralih pada Wanita itu."Ini adalah hari terakhirmu bekerja,jadi bereskan semua barang-barang mu dan pergilah dari sini!!.."Titahnya dengan wajah dingin.


Senyum wanita itu seketika luntur setelah mendengar keputusan dari Andre.Bukan hanya wanita itu yang terkejut,Tiara dan semua orang yang berkumpul disana juga merasa terkejut mendengarnya.


"Tapi tuan,apa salah saya??."Wanita itu masih belum mengerti.


"Kesalahanmu sangat besar,jadi pergilah karena saya tidak ingin melihat wajahmu itu,dan jangan pernah menginjakkan kakimu dikantor ini lagi!!.."Andre menatap wanita itu dengan tatapan tajam dan membuat wanita menunduk takut."Dan kalian semua,apa kalian fikir sedang menonton pertunjukan??..Kembali bekerja!!.."Bentaknya membuat semua orang-orang itu bubar dan kembali ke pekerjaan masing-masing.


Tiara menelan ludahnya dengan susah payah.Nyalinya langsung menciut melihat wajah dingin pria didepannya itu.


"Ikutlah denganku!!.."Andre berjalan lebih dulu meninggalkan Tiara yang masih larut dalam pikirannya.


"Captlah!!.."Teriaknya saat melihat Tiara tak bergerak dari tempatnya.

__ADS_1


Mendengar teriakan itu,Tiara langsung tersadar kemudian mengikuti Andra yang sudah masuk kedalam lift.


*


*


*


Dirumah sakit,Kania terlihat sangat panik saat tak mendapati Tiara dimana-mana,Bahkan ponselnya pun tak bisa dihubungi.


"Dimana anak itu??..Kenapa dia harus menghilang disaat seperti ini??..Apa jangan-jangan dia nekat pergi menemui tuan muda??.."Kania sangat panik,dengan cepat dia kembali menghubungi nomor puterinya itu namun nihil,ponselnya masih juga belum aktif.


"Yatuhan,jangan sampai dia nekat menemui Tuan muda,aku sangat takut.Kenapa dia bisa senekat itu??.."Kania berjalan mondar-mandir didepan pintu ruang operasi dimana suaminya berada.


***


Ting


Pintu lift terbuka tepat dilantai teratas gedung itu.Andre berjalan keluar yang kemudian diikuti Tiara dibelakangnya.


"Silahkan masuk nona!!..."Andre membukakan pintu dan kemudian mempersilahkan Tiara untuk masuk.


Sesampainya didalam,hawa dingin langsung menyeruak masuk menembus pori-pori kulitnya.Tiara menelan ludahnya kasar seraya melihat kesekeliling ruangan itu.


"Duduklah!!.."Tiara terjengkit kaget saat mendengar suara seseorang dari balik punggungnya.


"Tu..tuan,"Ujarnya terbata-bata.


"Tiara Sanjaya,Puteri dari Arman Sanjaya dan juga Kania Sanjaya..Apa aku benar??.."Arga berucap seraya berjalan mengitari Tiara yang terlihat takut.


"I..iya.Itu benar.."


"Aku tau apa yang membuatmu datang ke tempatku..Kau sedang membutuhkan uang untuk pengobatan Ayahmu bukan??.."Sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah seringai yang menakutkan.


"Darimana anda tau??."Tanya Tiara.


"Itu tidak penting,yang pasti aku tau semua mengenai seluk beluk keluargamu.."Arga berjalan menuju kursi kebesarannya dan mendudukkan badannya disana.


Sepertinya dia memang bukan orang sembarangan.Dia sangat menakutkan,aku jadi malah merasa ragu sekarang,tapi mana mungkin aku bisa mundur sekarang,aku tidak punya banyak waktu lagi dan dia adalah jalan terakhirku..Batinnya.


"Maaf sebelumnya,tapi bisakah anda menolong saya.Ini sangat penting.."Tiara akhirnya mengutarakan maksudnya.

__ADS_1


Terlihat Arga tersenyum licik seraya menatap Tiara."Tentu saja aku bisa membantumu.Namun semua itu tidak gratis,kau harus memenuhi persyaratan dariku.."Ujarnya.


Tiara menghela nafasnya seraya menutup matanya."Saya akan melakukan apapun asalakan tuan mau menolong Ayah saya.."Ujarnya mantap,tak terasa setetes air matanya mengalir diwajahnya.


Arga kembali bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Tiara.Semakin Arga mendekat Tiara malah semakin memundurkan langkahnya hingga punggunya menabrak tembok.


Jantung Tiara berdetak tak karuan saat Arga semakin mendekatkan wajahnya.Bahkan Tiara sudah memejamkan matanya karena berfikir Arga akan menciumnya.


"Syaratku adalah.Kau harus menikah denganku!!.."Bisiknya tepat ditelinga Tiara.


Tiara seketika membulatkan matanya,sungguh dirinya merasa tidak percaya jika syarat yang diajukan Arga adalah sebuah pernikahan.


Secepat mungkin Tiara langsung mendorong dada Arga agar menjauh darinya."Itu tidak mungkin,kita tidak mungkin menikah.."


"Itu terserah padamu.Keputusan ada ditanganmu,tapi ingat!!..Aku tidak punya banyak waktu..!"Ujarnya seraya berjalan menjauh.


Tiara merasa dilema, pikirannya sangat kacau sekarang hingga membuatnya sangat bingung.


Entah apa yang harus kulakukan??..Jika aku terima syaratnya,maka aku akan kehilangan Riko.Tapi jika aku menolaknya,maka aku akan kehilangan Ayah.Yatuhan Dilema macam apa ini??..Kenapa sangat sulit??..Tiara membatin seraya duduk disofa.


Sedangkan disudut lain,Arga sedang tersenyum licik menatap gadis yang tampak kebingungan itu.


Kita lihat saja,bagaimana kau akan menolak syaratku..Batinnya.


Tiara bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Arga.


"Saya sudah memutuskan..Saya menerima syarat anda.."Ucapan yang keluar dari mulutnya itu diiringi. dengan air mata yang mengalir diwajahnya yang tampak memucat.


Arga tersenyum penuh kemenangan,akhirnya sekarang dia bisa menjalankan rencananya yang sebelumnya gagal karena Arman yang berubah fikiran tentang anaknya yang akan menjadi penebus utang.


"Baiklah,kita sepakat.."


.


.


.


BERSAMBUNG


Jangan lupa like,komen and vote!!

__ADS_1


__ADS_2