
Tiara,Vina,Arga dan Andre kini tengah berada diruang kerja milik Arga.Tiara dan Vina duduk di kursi berbeda sedangkan Andre dan Arga berdiri didepan mereka.
"Sekarang aku ingin bertanya pada kalian,terutama kamu Vina.Kenapa kau memukul Tiara seperti itu??.."Tanya Arga.Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Vina tampak kesal dan menatap Tiara dengan tatapan tidak suka.
"Kenapa tanya padaku??..Tanya saja dia,karena aku tidak akan berbuat seperti itu jika bukan karena dia.."Ujarnya seraya menunjuk Tiara dengan dagunya.
Tatapan Arga lalu beralih pada Tiara,wajah wanita itu tampak merah bekas dari tamparan Vina sebelumnya.
Tiara menghela nafas nya pelan.Tanpa Arga bertanya padanya,dia sudah tau apa yang akan Arga tanyakan padanya.
"Baiklah Vina,jika kau ingin aku menjawab dengan jujur kenapa kau menampar ku,maka aku akan menjawabnya.."Tiara tersenyum kearah Vina dan membuat wanita hamil itu tampak semakin kesal.
"Dengar,Pada awal aku datang kemari,aku dan Vina memang sangat dekat,bahkan aku menganggapnya sebagai kakakku begitupun sebaliknya..Namun seiring dengan berjalannya waktu,aku dan tuan muda menjadi semakin dekat,dan mulai saat itu juga sikap Vina padaku mulai berubah,awalnya aku kira itu hanya perasanku saja,tapi semakin lama aku semakin yakin dengan perubahan itu,dan hari ini,saat aku ingin berubah dia malah marah padaku dan mengatakan kalau aku ingin merebut tuan muda seutuhnya,tapi asal kau tau Vina.Didalam lubuk hatiku yang paling dalam,tidak pernah sekalipun aku berfikir untuk merebut tuan muda darimu,kita adalah istrinya,kau istri pertamanya dan aku yang kedua dan hal itu akan tetap sama selamanya,hakmu dan hakku sama,kita sama-sama istrinya jadi aku harap,setelah hari ini tidak akan ada masalah lagi diantara kita.."Jelas Tiara.
Arga terdiam setelah mendengar jawaban Tiara.Arga sebenarnya sudah tau setiap hal yang terjadi Di mansion,namun dia ingin mendengar sendiri jawaban dari kedua istrinya dan ternyata benar apa yang dengar selama ini dari pelayan yang memang sengaja dia tugaskan untuk mengawasi keduanya.
"Aku benar-benar tidak mengharapkan hal ini darimu Vina,aku pikir kau adalah wanita yang bijaksana tapi tenyata tidak,kau egois,jujur aku kecewa padamu..."Selepas mengatakan itu,Arga berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan semuanya.
"Arga dengarkan aku dulu!!.."Teriak Vina,namun Arga sama sekali tidak mau mendengarkannya.
Vina bangkit dari duduknya dan berniat mengejar Arga,namun sebelum itu,dia sempat melemparkan tatapan tajamnya pada Tiara sebelum akhirnya berlari mengejar Arga.
Selepas kepergian keduanya.Andre berjongkok didepan Tiara seraya memegang tangannya.
"Kau baik-baik saja??.."Tanyanya lembut.Tiara menganggukkan kepalanya seraya membalas senyuman Andre.
__ADS_1
"Apa kakak suka penampilan ku yang sekarang??.."Tanyanya kemudian.Andre menggelengkan kepalanya pelan seraya tersenyum,dia sangat bahagia karena meski Tiara selalu disakiti dia tidak pernah menyimpan dendam.
"Kau sangat cantik,tapi kau harus tetap ingat,penampilan mu boleh berubah tapi jangan hatimu,karena aku hanya ingin adikku yang sebelumnya,yang baik hati.."Ujar Andre.
"Pasti kak,aku tidak akan pernah berubah,meski penampilanku berubah,tapi aku masih tetap Tiara yang dulu..."
❣❣❣
"Arga tunggu!!..Dengarkan aku dulu!!.."Vina meraih tangan Arga dan membalikkannya agar menghadap padanya.
"Apa lagi yang ingin kau jelaskan Vina??..Aku sama sekali tidak ingin mendengar apa-apa lagi..Jadi sekarang pergilah ke kamarmu dan istirahat,ingat kau sedang hamil.."Arga sebenarnya merasa kecewa,namun dia tidak ingin membuat Vina bersedih.
"Maafkan aku Arga,aku juga tidak tau kenapa aku bisa begitu.Tapi aku melakukan semua itu karena aku mencintaimu,dan aku merasa sangat takut jika suatu saat nanti kau akan meninggalkan ku dan memilih Tiara.."Vina menangis,hanya itu yang bisa dia lakukan untuk menggambarkan bagaimana perasaannya sekarang.
Melihat Vina menangis seperti itu membuat Arga jadi merasa bersalah dan dengan cepat menarik Vina kedalam pelukannya.
Arga sama sekali tidak menyalahkan Vina atas apa yang terjadi karena mau bagaimanapun dialah yang sebenarnya bersalah.Selama bertahun-tahun Vina berjuang untuk mendapatkan hati nya namun yang dia berikan hanyalah rasa sakit saat dia menikah untuk yang kedua kalinya.
***
Disebuah taman,tampak seorang wanita tengah duduk disebuah bangku dengan senyum diwajahnya.
Dialah Rosa,wanita cantik nan baik hati,Memiliki profesi sebagai seorang Dokter adalah impiannya sejak kecil dan semua kini terwujud berkat bantuan sang Ayah.
"Maaf aku terlambat.."Tiba-tiba Vero muncul dan langsung duduk tepat disamping Rosa.
__ADS_1
"Tidak,aku juga baru sampai.."Jawabnya..."Oh iya,kenapa kau memanggilku kesini??.."Sebelumnya,Rosa yang berencana akan bersantai Dirumah mendapat telfon dari Vero yang mengatakan ingin bertemu dan berbicara hal penting dengannya.
"Aku ingin bicara sesuatu denganmu..Aku tidak tau apakah kau akan senang atau tidak tapi.."Vero menjeda ucapannya sejenak,dia lalu bangkit dan menarik tangan Rosa untuk berdiri berhadapan dengannya.
"Rosa,maukah kau menikah denganku??.."Tanpa ragu Vero langsung mengatakan niatnya karena sebelumnya dia sudah berlatih keras untuk mengatakan nya dan sekarang dia berhasil.
Rosa menganga tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya,ada perasaan aneh dalam hatinya.Antara senang dan khawatir,namun jujur saja mendengar itu Rosa merasa sangat senang.
"Aku tau Rosa,kita memang masih belum lama saling mengenal,tapi rasanya tidak butuh waktu lama untuk aku bisa merasa nyaman denganmu.Sejak pertama kita bertemu aku sudah jatuh cinta padamu,dan sekarang aku sudah mantap ingin menikah denganmu.."Melihat keterkejutan Rosa membuat Vero merasa harus menjelaskan segalanya pada gadis pujaannya itu.
"Apa kau yakin??..Kau tau kan aku punya penyakit,kau ini seorang Dokter yang hebat dan juga tampan,tapi kenapa kau mau menikah dengan gadis penyakitan seperti aku??.."Mata Rosa berkaca-kaca,jujur saja,sejak pertama bertemu dan bicara dengan Vero dia juga merasa nyaman,namun untuk menikah dengannya Rosa merasa ragu,apalagi mengingat jika dia memiliki penyakit dan mungkin keluarga Vero tidak menyukainya.
"Aku tau itu Rosa,tapi aku sama sekali tidak memperdulikan penyakitmu itu,aku mencintaimu apa adanya.."Vero menggenggam erat tangan Rosa seraya meyakinkan nya.
"Kau mungkin menerima ku tapi bagaimana dengan keluargamu??.."Rosa perlahan melepaskan tangannya dari tangan Vero.Ingin sekali rasanya dia menjawab Iya untuk pertanyaan Vero namun dia takut jika sampai keluarga Vero tidak mau menerimanya.
"Kau tidak perlu khawatir!!..Aku sudah bicara dengan Mama,dan dia sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini.Jadi kau hanya perlu menjawab pertanyaan ku..."
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa like,komen and Vote!