
"Bagus sekali...Tenyata kau sudah mulai berani melanggar perintahku..."Seketika Tiara dan keluarganya langsung menoleh saat mendengar suara yang tak asing ditelinga mereka.
"Tuan muda.."Tiara begitu terkejut melihat kedatangan Arga yang begitu tiba-tiba.
Dor
Tiara semakin terkejut saat menyaksikan Arga menembak mati penjaga yang sebelumnya telah mengijinkan keluarganya masuk.
"Itulah akibatnya bagi orang yang berani melanggar perintahku..."Ujar Arga dengan wajah datar nya.
Tiara gemetar ketakutan.Inilah pertama kalinya dia melihat orang sekejam Arga yang membunuh tanpa ampun.
Bukan hanya Tiara yang merasa ketakutan.Keluarganya pun nampak terlihat takut melihat ekspresi wajah Arga yang amat menakutkan.
"Kenapa kalian masih disini??...Apa kalian menunggu puteri kalian bernasib seperti dia??..Jika kalian tidak segera pergi maka kalian akan membawa pulang jasad puteri kalian..."Ancamnya.
Rosa yang merasa takut seketika merasakan dadanya terasa sakit hingga membuatnya hampir pingsan.
"Kak Rosa.."Saat Tiara hendak membantu kakaknya,tangannya langsung dicekal oleh Arga hingga membuatnya tak bisa berbuat apa-apa.
Sebelum pergi,Arman sempat mendekati Arga dan mengatakan sesuatu.."Saya akan pergi,tapi tolong,jangan sakiti puteriku!!..Dia tidak bersalah.."Setelah mengatakan hal itu,Arman pun langsung pergi dengan memapah Rosa yang tampak kesakitan.
Sepeninggal keluarganya,Tiara langsung ditarik secara kasar oleh Arga dan dibawa kedalam Mansion.
"Lepaskan saya tuan muda!!.."Tiara terus mencoba melepaskan cengraman tangannya namun sayang,cengkraman itu sangat kuat mencengkram tangannya.
Arga dengan penuh amarah langsung mendorong tubuh Tiara kedalam gudang..."Ini adalah hukumanmu karena telah berani membawa keluargamu masuk tanpa seizin dariku...Kau akan dikurung disini selama sehari semalam tanpa makan dan minum..."Ujar Arga.
"Tidak tuan muda,saya mohon tolong maafkan saya!!.."Tiara mengatupkan kedua tangannya seraya memohon namun semua itu sia-sia saja.
"Baiklah...Aku bisa saja melepaskan mu..Tapi orang tuamu yang akan menggantikan hukuman kamu...Apa kamu setuju??.."Arga menyeringai menatap wajah Tiara yang mendadak berubah.
"Tidak...Hukum saja saya,tapi saya mohon!!..Jangan sakiti keluarga saya!!..Tuan muda bisa melakukan apapun kepada saya,tapi jauhi keluarga saya.."
"Baiklah..."Arga langsung menutup pintu gudang tersebut dan meninggalkan Tiara yang sedang berdiri didalam gudang yang gelap itu.
__ADS_1
Tiara yang memang phobia pada gelap langsung jatuh terduduk seraya memeluk kedua lututnya erat.Tubuhnya menggigil dengan wajah yang menunduk.
"Ayah,Ibu tolong aku!!.."Ujarnya lirih.
Tiara menangis sesegukan dengan badan yang masih menggigil ketakutan.Dan semua itu tak lepas dari pantauan Arga lewat kamera yang memang sengaja dia pasang didalam gudang tersebut.
Arga dapat melihat bagaimana takutnya Tiara didalam kegelapan tersebut.
"Ini adalah hukuman untukmu..Jika saja kau bukan puteri dari musuh bebuyutan ku maka mungkin kau tidak akan semenderita ini..."Ujar Arga seraya terus menyaksikan Tiara lewat kamera tersembunyi yang tersambung pada layar laptopnya.
***
"Saya harus pergi sekarang Pak...Terima kasih banyak karena sudah merawat saya,saya tidak akan melupakan kebaikan bapak dan juga putri bapak...Saya janji..Suatu saat saya akan kembali dan membalas jasa bapak ini kepada saya..."Ujar Riko.Setelah itu,diapun memutuskan untuk pergi meninggalkan gubuk tua tempatnya dirawat selama ini.
*
*
*
Arman terdiam mendengar semua pertanyaan istrinya.
Apa ini sudah saatnya Kania tau tentang masa laluku dengan Tuan muda Arga??..Aku sudah menduga ini sebelumnya,aku tau suatu saat dia akan membalas semua hal yang pernah terjadi padanya dimasa lalu...Batin Arman seraya menundukkan kepalanya.
"Kenapa kau diam saja??..Kau itu punya hubungan bisnis dengannya,jadi mungkin kau tau penyebabnya.."Kania duduk disamping suaminya seraya Mendesaknya untuk bicara.
"Mungkin sudah saatnya kau tau rahasia ini.."Ujar Arman.
"Rahasia??..Rahasia apa??.."
"Begini....."
Flash back on
"Arman..."Tiba-tiba seorang pria berambut putih masuk kedalam ruangan milik Arman dan langsung melempar beberapa berkas kehadapannya.
__ADS_1
"Pak...Ada apa??.."Arman bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati pria tua yang tak lain adalah bosnya itu.
"Kau masih bertanya ada apa??..Lihat semua laporan itu!!..Apa kau ini bisa bekerja??..Semua pekerjaanmu itu tidak becus,semua laporannya salah..Kau ini memang tidak berguna...Apa kau tau,karyawan baru bernama Arga itu bekerja lebih baik darimu,bahkan dalam waktu singkat dia bisa menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik..Tapi kau,kau sudah lama bekerja disini tapi kau masih saja tidak tau apa-apa..."Pria itu tampak sangat marah pada Arman.
"Maafkan saya pak!!..Saya akan bekerja lebih baik lagi..Tolong beri saja satu kesempatan lagi!!.."Mohon Arman.
Pria itu menghela nafasnya kasar seraya menatap Arman dengan tatapan tajam.."Baiklah,karena kau sudah lama bekerja disini maka aku akan memberikan satu kesempatan lagi padamu,tapi ingat!!..Ini adalah kesempatan terakhirmu..Jika kau sampai menyia-nyiakan nya maka kau akan langsung aku tendang dari kantorku ini..."Pria itu berjalan keluar meninggalkan Arman sendiri.
Selalu saja Arga yang dipuji..Anak kecil itu benar-benar ingin menantang ku..Dia berani ingin merebut posisiku dikantor ini...Awas saja kau nanti...Batin Arman dengan tangan yang mengepal kuat.
Hari demi hari berlalu,dan pada semua hari itu juga,Kebencian Arman semakin bertambah pada Arga yang ditunjuk sebagai karyawan terbaik tahun ini menggantikan Arman.
Semua orang menyukai dan menghormati Arga.Bahkan jabatannya pun dinaikkan hingga pangkatnya lebih tinggi dari Arman.
Hal itu tentu saja membuat Arman semakin dibakar api dendam,dia ingin sekali menjatuhkan anak itu dan membuatnya dibenci oleh semua orang.
Kau lihat saja nanti anak muda...Akan kubuat karirmu itu jatuh,dan akan kubuat hidupmu hancur berantakan...Batin Arman.
Saat Arman sedang menyusun rencana untuk menghancurkannya,Arga justru tengah bekerja keras untuk meraih mimpinya untuk menjadi orang yang sukses dan bisa mendirikan perusahaan sendiri.
"Hei Arga...Bekerjalah dengan baik!!..Jangan sampai kau membuat kesalahan yang akan membuatmu ditendang keluar dari kantor ini..."Arman memperingati Arga.
Arga yang mendapat peringatan itu hanya diam dan tak menanggapinya dengan serius,Arga tau betul bagaimana sifat Arman yang memang sejak lama membenci dirinya.
Arga terus bekerja dan bekerja hingga membuat Bosnya semakin menyukainya.Namun hal itu juga tidak lepas dari rasa iri Arman padanya...
Flash back off
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa like,komen and vote!!.