
"Tapi kenapa??..Mungkin saja ada hal penting yang ingin dia sampaikan padaku.."Tiara tetap kekeh ingin menemui orang itu namun tatapan tajam Arga padanya membuat nyalinya sedikit menciut.
"Aku tidak ingin jika dia mengatakan hal yang akan membuatmu menangis seperti waktu itu,jadi jangan temui dia!!.."
"Memangnya siapa dia??.."Tiara merasa aneh mendengar ucapan Arga.
"Kakakmu itu,dia ada diluar dan ingin menemui mu..Tapi aku minta jangan temui dia apapun yang terjadi.."Keputusan Arga sudah bulat dalam Melarang Tiara menemui orang yang tak lain adalah kakaknya sendiri.
Tiara merasa terkejut saat tau jika orang yang dimaksud adalah kakak nya sendiri.
"Tuan muda saya mohon..Kali ini saja tolong biarkan saya bertemu dengan kak Rosa..Sekali ini dan setelahnya saya akan melakukan apapun yang tuan muda minta tapi untuk kali ini tolong izinkan saya.."Tiara menunjukkan wajah memelasnya hingga membuat Arga mendesah sebal.
"Baiklah..Aku akan membiarkan mu kali ini,tapi nanti kau akan mendapat hukuman karena sudah melawan perintahku.."Setelah mengucapkan hal itu,Arga langsung berlalu meninggalkan Tiara dengan diikuti Andre yang sebenarnya baru saja tiba saat Tiara tengah memohon pada Tiara.
Berbeda dengan Tiara yang merasa senang karena mendapat izin Arga.Vina justru semakin kesal karena merasa jika akhir-akhir ini Arga jadi sering menuruti keinginan Tiara bahkan Arga jadi lebih banyak menghabiskan waktu dengan istri keduanya itu.
Tak berselang lama.Nampak Rosa melangkah masuk kedalam Mansion dengan mengedarkan pandangannya ke penjuru Mansion.
"Kakak.."Panggil Tiara.Rosa langsung menoleh pada Tiara dan kemudian langsung menghampirinya.
"Duduklah kak.."Mereka kemudian duduk berhadapan disofa yang sama.
Sebelum memulai pembicaraan,Rosa terlebih dahulu memberikan sebuah paper bag pada Tiara..."Ini untukmu.."Ujarnya.
"Apa ini??.."Tanya Tiara.
"Ini hadiah untukmu..Dan juga kakak ingin minta maaf padamu atas semua perkataanku waktu itu.Aku tidak tau kenapa aku bisa berkata sekasar itu padamu,bahkan aku sudah menuduhmu menjadi penyebab dari meninggalnya Ayah.Harusnya saat itu aku memberikan dukungan padamu tapi aku malah menyakiti perasaanmu dengan kata-kata kasar ku.Sungguh aku minta maaf Tiara.."Penyesalan memang selalu datang belakangan dan itulah yang kini dirasakan oleh Rosa.Dia menyesali apa yang dulu pernah dikatakannya pada adiknya sendiri.
Tiara terdiam.Tak bisa dia pungkiri jika dia memang merasa kecewa dengan sikap dan perkataan kakaknya,namun dia juga mengerti jika sang kakak seperti itu karena dia syok dengan kepergian mendadak sang Ayah.
__ADS_1
"Kakak nggak perlu minta maaf,aku ngerti perasaan kakak,lagipula semua itu sudah berlalu dan aku nggak mungkin nyimpan dendam untuk kakak.."Tiara tersenyum kearah Rosa hingga membuat Dokter cantik itu merasa senang.
***
Sore harinya,nampak Tiara tengah duduk di kursi taman setelah sebelumnya mengantarkan kakaknya ke pintu gerbang.
"Aku boleh duduk??.."Vina tiba-tiba muncul dari arah belakang dan membuat Tiara menoleh.
"Tentu saja..Kenapa harus minta izin.."Tiara tersenyum.Vina lalu duduk disamping Tiara dengan tatapan lurus kedepan menatap pemandangan Danau indah yang ada didepan mereka.
"Seandainya jika aku meminta sesuatu apakah kau akan melakukannya untukku??.."Pertanyaan tiba-tiba Vina itu membuat Tiara mengernyitkan keningnya.
"Tergantung..Jika aku mampu melakukannya maka akan aku lakukan dan sebaliknya jika aku tidak bisa maka maaf.."Jantung Tiara mendadak berdetak cepat menunggu kata-kata Vina selanjutnya.
Mendadak suasana diantara mereka jadi hening.Hanya ada suara hembusan angin yang cukup kencang yang menerbangkan helaian rambut mereka.
"Jika aku memintamu menjaga jarak dengan Arga apakah kau bisa melakukannya??.."Vina beralih menatap kedua mata Tiara yang juga menatapnya.
Tiara terdiam seribu bahasa.Pikirannya berkata untuk mengabulkan permintaan Vina namun hatinya berat untuk melakukannya.Apalagi kini hubungannya dengan Arga sudah lebih baik.
"Aku tau permintaanku ini cukup sulit untukmu..Aku tau aku egois,tapi kau pasti mengerti perasaanku.Aku seorang wanita dan juga seorang istri,selama ini aku telah berkorban dengan merelakan suamiku menikahi wanita lain,jadi sekarang giliranmu untuk berkorban.."Ujar Vina.
Dengan perasaan sakit,Tiara menganggukkan kepalanya tanda jika dia setuju dengan permintaan Vina.Tak terasa air matanya jatuh begitu saja namun dengan cepat Tiara menyekanya agar tak terlihat oleh Vina.
"Terima kasih Tiara..Kau pasti tau kan kalau didunia ini tidak ada wanita yang mau diduakan apalagi harus berbagi suami,tapi aku mau melakukannya jadi sudah memang seharusnya kau berkorban karena disini kau adalah orang ketiga dalam hubungan kami.."Setelah mengucapkan semua kata-kata itu,Vina langsung beranjak meninggalkan Tiara dengan perasaan yang bahagia.
Berbeda dengan Vina yang merasa senang.Hati Tiara justru terasa hancur setelah mendengar kata orang ketiga dari mulut Vina.
Kenapa kau harus menangis Tiara??..Apa yang dikatakan Vina memang benar,kau adalah orang ketiga dalam hubungan mereka,dan kau memang seharusnya tidak pernah menaruh harapan pada tuan muda karena hatimu akan semakin sakit nantinya...Batinnya seraya menyeka air mata yang mengalir diwajahnya.
__ADS_1
Setalah merasa cukup tenang,Tiara memutuskan untuk kembali masuk kedalam Mansion dan menunggu kepulangan suaminya meski tak menyambutnya didepan pintu.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 7:30 malam.Namun yang ditunggu tak kunjung kembali.
Vina yang sudah berdandan rapih merasa sedikit kesal karena lagi-lagi Arga tidak memberitahunya kalau dia akan pulang terlambat.
"Tiara..."Panggilnya saat melihat Tiara yang tengah duduk disofa ruang tamu seraya memainkan ponselnya.
"Ada apa??.."Tanya Tiara.
"Apa Arga memberitahumu jika dia akan pulang terlambat??.."Vina berjalan menghampiri Tiara dengan wajah cemberut.
"Tidak.."Jawabnya singkat.
"Kau tidak berbohong padaku kan??..Kau sudah berjanji padaku tadi sore jadi aku harap kau tidak melanggar janjimu.."Tegas Vina.
"Aku bukan tipe orang yang suka ingkar janji..Jadi kamu tenang saja.."Tiara langsung beranjak dari duduknya dan meninggalkan Vina menuju kamarnya.
Entah kenapa tapi akhir-akhir ini,Tiara merasakan perubahan besar pada Vina.Bahkan sikapnya pun jadi berubah sedikit kasar dan itu membuat Tiara merasa sedih.
"Aku tidak bisa menyalahkan Vina atas perubahan sikapnya itu..Aku tau bagaimana hancurnya perasaannya saat dia harus merelakan suaminya menikah lagi bahkan sekarang tuan muda jadi lebih banyak menghabiskan waktu denganku.."
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa like,komen and Vote!!