
Beberapa hari berlalu setelah pernikahan yang membawa luka bagi Tiara.Kini sudah waktunya untuk dia datang dan tinggal Dimansion kediaman suaminya.
Meski awalnya Tiara sempat menolak untuk ikut tinggal bersama Di mansion.Namun karena apa yang tertulis disurat kontrak menyatakan jika Tiara harus mematuhi semua perintah suaminya,Maka tak ada pilihan lain selain menuruti keinginan dari suaminya itu.
"Apa nggak sebaiknya aku tinggal Diapartemen saja??..Aku nggak enak sama Vina kalau aku juga harus tinggal disini.."Tiara masih ragu untuk melangkah masuk kedalam Mansion.
"Berapa kali harus ku jelas kan??..Ini adalah Mansionku dan akulah yang berkuasa disini dan aku juga yang berhak menentukan siapa yang boleh tinggal disini..Jadi jangan banyak protes dan masuk saja!!.."Arga menatap Tiara jengah,baginya begitu sulit untuk menyakinkan wanita didepannya itu.
"Tiara...Kamu sudah datang??.."Mendengar suara itu,Tiara langsung menoleh dan mendapati Vina yang sedang melangkah mendekat kearahnya.
"Kenapa kalian masih diluar??..Kenapa nggak masuk??.."Tanya Vina seraya menatap Tiara dan Arga bergantian.
"Kamu urus dia!!..Aku jadi pusing.."Arga langsung beranjak dari tempatnya meninggalkan kedua wanita cantik itu.
Selepas kepergian Arga.Vina langsung meraih tangan Tiara dan mengenggamnya.."Kamu kenapa??.."Tanya Vina lembut.
"Aku nggak enak sama kamu..Aku takut kamu marah kalau aku ikut tinggal disini..Aku tau banget bagaimana perasaan wanita yang dipolegami..rasanya pasti sakit banget..."Tiara merasa begitu bersalah,meski ini bukan kamuannya namun secara tidak langsung dia sudah menyakiti hati wanita lain.
Vina tersenyum seraya memegang tangan Tiara dengan kedua tangannya.
"Aku nggak marah sama kamu ataupun sama Arga suami kita..Kamu itu nggak salah,jadi kenapa aku harus marah??...Justru aku senang,karena sekarang aku nggak akan kesepian lagi,sekarang aku sudah punya teman untuk mengobrol..Jadi sekarang kamu nggak perlu merasa ragu lagi..Ayo masuk!!.."Vina menarik tangan Tiara masuk kedalam Mansion.
Dari lantai atas,terlihat Arga tengah tersenyum seraya menyaksikan langkah kaki Tiara yang kini ada didalam Mansionnya.
"Nona Tiara Sanjaya..Selamat datang dipenjara mewah ini..Seiring dengan langkahmu yang semakin dalam memasuki tempat ini,maka akan semakin dalam juga luka dan penderitaan yang akan kau alami dan juga Riko..."Arga menyeringai seram.Tatapannya tak pernah beralih dari Tiara yang kini sedang duduk dan bicara dengan Vina diruang tamu.
***
__ADS_1
Ditempat lain.Terlihat Riko tengah duduk disebuah bangku taman dengan tatapan kosong.Hatinya masih terasa begitu sakit saat mengingat jika sekarang Wanita yang sangat dicintainya itu sedang bersama dengan Kakak tirinya.
Sambil memegang kotak cincin ditangannya.Riko kemudian bangkit dari duduknya dan sedikit melangkah kedepan.
Dipandanginya cincin berlian itu yang masih bertengger didalam kotaknya.Cincin yang begitu indah yang sengaja dipesan khusus olehnya untuk wanita pujaan hatinya,namun semua kini tak ada artinya,semuanya sia-sia.Tak ada lagi yang bisa dia lakukan selain merutuki kebodohannya sendiri.
Aaaaaa....
Riko berteriak sekeras-kerasnya dan meluapkan segala sesuatu yang menganggu pikirannya.
"Aku tidak akan pernah rela Tiara...Aku tidak akan pernah rela melihatmu bersanding dengan dia...Aku akan merebutmu darinya,meski aku harus kehilangan nyawa karena itu.."Teriakan Riko menggema dipenjuru taman itu hingga membuat orang yang berlalu lalang menatap heran padanya.
Riko jatuh terduduk di rerumputan hijau itu dengan berderai air mata.Kenangan demi kenangan indah mulai terlintas dibenaknya.Mulai dari saat pertama kali dia bertemu dengan Tiara hingga mereka resmi jadian.
Seseorang menepuk pelan pundak Riko hingga pria tampan itu menoleh.
"Riko...Kamu ngapain disini??.."Tanya seorang gadis cantik yang tak lain adalah Chika sahabat baik Tiara dan juga Riko.
Riko kembali menangis didalam pelukan sahabatnya itu,selama ini dia memang orang yang kuat dan tak pernah menangis,namun sekarang Chika bisa melihat sisi rapuh dari pria itu.
Chika dengan perlahan mengusap punggung pria itu seraya menenangkan nya.Chika tau betul bagaimana perasaan sahabatnya itu,karena selama ini dialah saksi dari cinta antara Tiara dan Riko.
Melepaskan pelukannya,Chika lalu menuntun Riko untuk duduk dikursi taman.
"Kenapa Tiara melakukan ini Padaku Chika??..Kenapa dia tega menyakitiku??..Apa dia meragukan cintaku hingga dia harus menikah dengan Kakak tiriku sendiri??.."Riko masih saja menangis,Hatinya masih begitu sakit dan tak percaya jika sekarang wanita yang dia cintai kini menjadi milik pria lain.
"Aku yakin,Tiara pasti punya alasan kenapa dia melakukan ini.Yah,walaupun sebenarnya aku juga kaget dengan pernikahannya itu,tapi aku percaya,Tiara nggak akan ngelakuin sesuatu tanpa alasan.Tapi yang membuatku heran,kenapa Tiara nggak cerita apa-apa sama aku??..Selama ini dia nggak pernah nutupin apapun dariku,tapi kali ini beda,dia seakan menghindar dan enggan untuk bicara padaku.."Chika mengingat bagaimana akhir-akhir ini sikap Tiara tiba-tiba berubah padanya.
__ADS_1
Riko terdiam mendengar ucapan Chika.Riko tau,Tiara melakukan semua itu memang karena sebuah alasan,namun dia merasa belum terima keputusan Tiara yang memilih menikah dengan Arga.
"Udah jangan sedih!!..Gimana kalau kita makan Es krim.Katanya kalau makan es krim itu bisa membuat mood kita bagus dan ceria lagi..Jadi daripada kamu nangis disini terus diliatin orang-orang,mending kamu ikut aku.Aku traktir deh pokoknya..."Chika bangkit dari duduknya dan menarik tangan Riko agar mengikutinya.
Tak ada pilihan lain.Riko akhirnya memilih mengikuti kemanapun Chika akan membawanya.
***
Malam harinya,terlihat Tiara tengah bersiap-siap untuk tidur Diranjang empuknya yang baru.Memang Tiara akui jika semua yang disana semuanya mewah dan juga besar.
Baru saja Tiara masuk kedalam selimutnya dan bersiap untuk Tidur.Tiba-tiba saja Arga muncul dari balik pintu dan langsung masuk kedalam kamar itu.
"Tu..tuan muda..Apa yang kau lakukan disini??.."Tanya Tiara gugup.
"Apa kau tidak salah bertanya??..Bukankah memang seharuanya aku ada disini??..Kita sudah menikah beberapa kali dan kita bahkan belum melakukan malam pertama kita,jadi aku rasa inilah saatnya.."Jawab Arga.
"Apa??.."Tiara berucap dengan suara yang keras hingga msmbuat Arga menatapnya jengah.
Habislah kau Tiara..Bagaimana ini??..Aku fikir si tuan muda ini tidak akan meminta haknya itu,tapi kenapa dia harus memintanya dariku??.." Tiara membantin seraya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Ada apa denganmu??..Kenapa kau terlihat kaget begitu??..Bukankah memang sudah seharusnya pasangan yang sudah menikah melakukan malam pertama??..Jadi tidak ada salahnya jika kita melakukannya..."Arga berucap dengan enteng dan berjalan semakin mendekat kearah ranjang.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa like,komen and vote!!