
"Tidaaaak...."Tiara berteriak histeris saat menyadari jika Ayahnya telah pergi untuk selamanya.
"Tidak Ayah tidak...Jangan lakukan ini Ayah!!..Jangan tinggalkan aku,Ayah Tiara mohon,maafkan Tiara Ayah!!..Tiara salah,tolong bangun Ayah...Jangan tinggalkan Tiara..."Tiara terus menangis seraya memeluk tubuh Ayahnya yang telah berlumuran darah.Sedangkan Leon hanya bisa berdiri dan menatap Tiara yang sedang menangis histeris.
Beberapa saat kemudian,terlihat sebuah mobil sport hitam berhenti tidak jauh dari kerumunan itu.Dan Leon yang melihatnya langsung menghampiri seraya membukakan pintu mobil untuk seseorang yang tidak lain adalah Arga.
"Tuan.."Leon menundukkan kepalanya saat Arga turun dari mobil.
"Dimana Tiara??.."Tanyanya seraya melihat ke sekeliling.
"Nona Tiara ada disana tuan...Begitupun dengan Tuan Arman..."Jawab Leon.Seketika Arga langsung menatap tajam kearah Leon saat mendengar bahwa Tiara sedang bersama Ayahnya.
"Kenapa kau biarkan mereka bertemu??...Aku sudah bilang padamu untuk melarang Arman menemui Tiara kan??..Lalu kenapa kau tidak menghalangi Mereka??.."Arga yang belum mengetahui perihal kejadian yang menimpa Arman pun begitu marah pada Leon.
"Tuan muda...itu....."Belum sempat Leon menyelesaikan ucapannya Arga sudah melangkah menjauh darinya dan mendekati kerumunan orang-orang itu.
Baru saja Arga akan membuka mulutnya,dia sudah dikejutkan dengan sosok pria yang terbaring dijalan dengan berlumuran darah.
"Jangan Tinggalkan Tiara Ayah..."Tiara masih terus menangis dan memeluk tubuh Ayahnya yang terbujur kaku itu.
"Ada apa tuan muda??.."Tanya Andre yang menghampiri Arga.
"Tuan Arman..."Andre tak kalah terkejutnya dengan Arga saat melihat Arman terbaring berlumuran darah seperti itu.
"Panggilkan Ambulance!!.."Titahnya yang langsung diangguki oleh Andre.
Perlahan Arga mulai mendekati Tiara yang masih saja menangis seraya memeluk tubuh Ayahnya.
Sedangkan orang-orang yang menyadari kehadiran Arga pun perlahan mundur dan memberikan ruang untuk orang yang mereka kenal sebagai orang penting dikota itu..
Arga perlahan berjongkok dibelakang Tiara dan menyentuh pundaknya.
Merasakan ada yang menyentuhnya,Tiara langsung menoleh dan sesaat kemudian langsung berhambur masuk ke pelukan suaminya.
"Tuan muda...Ayah...."Tangis Tiara makin pecah dipelukan suaminya.
__ADS_1
Melihat hal itu tentu saja membuat orang-orang yang melihatnya langsung berbisik dan mempertanyakan hubungan antara keduanya,namun tatapan tajam dari Andre dan Leon langsung membungkam mulut mereka.
Entah kenapa,saat Arga melihat Tiara menangis seperti itu membuat hatinya ikut merasa sakit.
"Jangan menangis Tiara!!.."Hanya itu yang bisa Arga ucapkan untuk menangkan sang istri yang terus menangis itu.
"Tolong tuan muda...Tolong minta Ayah untuk bangun!!...Saya belum siap untuk kehilangannya..Saya mohon tolong minta dia untuk membuka matanya!.."Tiara melepaskan pelukannya dan kembali memeluk Tubuh Ayahnya.
Melihat istrinya menangis histeris seperti itu membuat Arga merasa bersalah.Namun sesaat kemudian raut wajah Arga langsung berubah saat menyadari jika Tiara sudah berhenti menangis.
"Tiara.."Panggil Arga seraya menggoyangkan lengan Tiara namun ternyata,Tiara pingsan sambil memeluk Ayahnya.
Seketika Arga menjadi sangat panik dan terus mencoba membangunkan Tiara namun semuanya sia-sia saja.
"Leon,kau urus Ayah Tiara!...Aku akan membawa Tiara Kerumah sakit..."Arga langsung menggendong Tiara dan membawanya menuju mobilnya.
***
Perlahan Tiara mulai membuka matanya seraya memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Kenapa kau bangun??..Istirahat lah!!.."Ujar Arga seraya menghampiri Tiara.
"Ayah...Dimana Ayah??...Jawab tuan muda!!..Dimana Ayah??.."Tiara panik,bibirnya terlihat bergetar saat menanyakan keberadaan sang Ayah pada Arga.
Arga langsung menarik Tiara kedalam pelukannya seraya mengelus punggungnya hingga Tiara menjadi lebih tenang.
"Ayahmu sudah dibawah pulang...Tenanglah dan kita akan menyusulnya kesana..."Entah bagaimana namun seketika Tiara merasakan hatinya terasa sedikit lebih tenang didalam pelukan Arga.
Perlahan Arga melepaskan pelukannya saat Tiara sudah tidak terisak lagi..."Jangan menangis oke!!...Aku tidak suka melihatmu menangis...Jadi jangan menangis!!.."Arga menangkup wajah cantik Tiara dan menghapus sisa air mata yang mengalir diwajah itu.
Tiara menganggukkan kepalanya seraya kembali memeluk erat tubuh suaminya.
"Tolong bawa saya menemui Ayah...Saya ingin bertemu Ayah untuk yang terakhir kalinya.."Sebisa mungkin Tiara mencoba untuk menahan air matanya agar tak tumpah namun sayang,air mata itu tidak bisa bekerja sama.
"Sudah kubilang jangan menangis Tiara...Atau aku tidak akan mengizinkamu untuk bertemu dengan Ayahmu..."Ancam Arga.
__ADS_1
Seketika Tiara langsung melepaskan pelukannya dan menatap Arga dengan tatapan penuh harap...."Saya mohon tuan muda...Untuk kali ini jangan larang saya untuk menemui Ayah..Untuk kali ini saja..Setelahnya saya akan menuruti semua perintah dari tuan muda asalkan kali ini tuan muda tidak melarang saya..."Ucapnya dengan wajah memelas.
"Dengar Tiara!!...Aku tidak akan melarangmu asalkan kau tidak menangis lagi..."
"Saya juga ingin tapi air mata ini keluar begitu saja...Mungkin dia mengerti jika sekarang hati saya sedang sangat hancur..."Ujar Tiara seraya menatap dalam kedua bola mata Arga.
"Baiklah...Kita akan kerumah Ayahmu sekarang..."Arga membantu Tiara turun dari ranjang perawatannya dan membopongnya keluar dari ruangan.
***
Dikediaman Arman Sanjaya sudah nampak ramai dengan kedatangan para tetangga dan juga rekan bisnis Arman.
Didepan jenazah suaminya.Kania tak henti-hentinya menangis serta memanggil suaminya,namun percuma,kini Arman telah pergi kepangkuan sang kuasa untuk selama-lamanya.
Bukan hanya Kania.Rosa pun amat sangat terpukul dengan kepergian Ayahnya yang selama ini selalu memberinya kasih sayang lebih.
"Kenapa Ayah pergi meninggalkan Rosa dan Ibu Ayah??...Bagaimana aku dan Ibu bisa hidup sekarang??...Selama ini hanya Ayah satu-satunya tempat bersandar kami dan sekarang Ayah sudah pergi...Aku mohon Ayah bangunlah!!.."Sakit?..Itulah yang dirasakan Rosa,pasalnya selama ini,Ayahnya begitu memanjakan dirinya dan sekarang dia tidak akan merasakan lagi kasih sayang seorang Ayah.
Tak berselang lama.Tiara juga tiba Dirumah Ayahnya,dan dengan segala rasa sakit dihatinya,Tiara langsung berlari masuk kedalam Rumah dan berhenti tepat diambang pintu.
Dari jauh Tiara dapat melihat Ayahnya yang terbaring dilantai dengan diselimuti kain.
"A...ayah..."Tiara melangkah perlahan masuk kedalam Rumah dan mendekati jenazah sang Ayah.
Saat melihat wajah Ayahnya yang sudah memucat,air mata Tiara kembali berguguran dan tangisnya pun kembali pecah seraya memeluk sang Ayah.
"Ayah saat aku terbangun tadi aku berharap semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk bagiku namun ternyata ini adalah kebenaran Ayah...Jika bisa tolong maafkan aku Ayah..Jika saja aku tau waktu kebersamaan kita hanya sesingkat ini maka aku tidak akan pernah pergi dari samping Ayah...Tapi aku bodoh Ayah...Disaat aku seharunya menghabiskan waktu bersama Ayah,aku justru marah pada Ayah..Aku bahkan tidak menoleh sama sekali saat Ayah mengejar seraya memanggil namaku..Ayah aku mohon maafkan aku Ayah..."Ucapnya disela-sela isakannya.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa like,komen and vote!!