Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Surat kontrak


__ADS_3

Beberapa hari berlalu,kini keadaan Arman sudah semakin membaik pasca operasi.Bahkan Rosa pun sudah membaik keadaannya.


"Ibu,Ayah..Tiara mau keluar sebentar,ada urusan.Nanti Tiara balik lagi.."Tiara meraih tas selempangnya yang ada diatas nakas seraya meminta izin kedua orang tuanya.


"Baiklah,tapi kau mau pergi kemana??.."Tanya Arman.


"Tiara mau ketemu sama temen,cuma sebentar kok.."


"Baiklah sayang,tapi hati-hati.."Ujar Arman.Tiara langsung mencium punggung tangan kedua orang tuanya kemudian pergi keluar dari ruangan itu.


Tiara berdiri tepat didepan Gedung Rumah sakit seraya menunggu taksi online yang sebelumnya telah dia pesan.


Beberapa saat kemudian,sebuah mobil sport berwarna hitam berhenti tepat didepan Tiara hingga membuat gadis itu mengernyitkan keningnya.


Kaca jendela mobil itu sedikit turun dan menampakkan wajah seorang pria dibaliknya.


"Sepertinya aku pernah melihatnya.."Gumam Tiara seraya meletakkan jari telunjuknya pada keningnya.


Pria itu terlihat turun dari mobil dan membuka kaca mata yang melekat diwajahnya.


"Halo..Saya Andre asisten pribadi tuan muda Arga Dirgantara.Saya datang kemari untuk menjemput Nona atas perintah dari tuan muda.."Baru Tiara ingat sekarang,bahwa ternyata pria tampan didepannya itu adalah Andre,pria yang melerai pertengkarannya dengan seorang wanita yang ditemuinya Dikantor tuan muda.


"Ohh..Baiklah.."Tiara sedikit memaksakan senyumnya saat melihat tampang datar pria itu.


"Silahkan nona.."Andre membuka pintu belakang mobil dan mempersilahkan Tiara untuk masuk.


Setelah Tiara masuk kedalam mobil.Andre juga ikut masuk kemudian melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.


Beberapa saat perjalanan,mobil yang dikendarai Andre berbelok masuk kedalam area parkir sebuah Restoran yang sangat elit dikota tersebut.


Turun dari mobil, Andre beralih membukakan pintu belakang untuk Tiara.


"Ikutlah dengan saya!!.."Ujarnya seraya berjalan mendahului Tiara.


Dengan jantung yang berdegup kencang,Tiara melangkah memasuki Restoran dengan mengikuti langkah Andre menuju sebuah ruangan khusus yang tersedia di Restoran tersebut.


Didalam ruangan itu,tampak Arga tengah duduk disebuah kursi dengan badan yang menyender disenderan kursi dan juga dengan kaki yang dilipat dan bertumpu pada kaki yang lain.


"Duduk!!..."Titahnya, Auranya sangat dingin dan tatapan matanya sangat tajam menatap Tiara.


Tiara menelan ludahnya dengan susah payah dan kemudian duduk dikursi tepat didepan Arga.

__ADS_1


Tatapan Arga kini beralih pada Andre,melihat hal itu,Andre dengan segera langsung meletakkan sebuah Map didepan Tiara.


"Itu adalah surat kontrak yang harus kau tanda tangani,kau bisa membacanya lebih dulu.."Ujarnya seraya terus memperhatikan gadis didepannya.


Tangan Arga terulur meraih Map tersebut kemudian membuka dan membacanya.


Didalam surat itu tertulis banyak peraturan yang harus dipatuhi Tiara setelah pernikahan mereka.


Arga Dirgantara sebagai pihak pertama *dan Tiara Sanjaya sebagai pihak kedua.


Dalam Surat kontrak ini menejelaskan bahwa:


Pertama. pihak kedua harus patuh dan tidak sekalipun membatah ucapan pihak pertama atau suaminya.


Kedua. Pihak kedua harus terus meminta ijin pihak pertama jika ingin pergi kemanapun.


Ketiga. Pihak kedua harus menjalankan kewajibannya sebagai istri dari pihak pertama dengan sebaik-baiknya.


Keempat. Jika pihak kedua melanggar kontrak yang tertulis didalam surat ini maka Pihak kedua diharuskan untuk membayar sanksi sebesar 10 M.


Demikianlah isi surat kontrak ini dibuat dengan tanpa paksaan dari siapapun*.


Tiara membulatkan matanya setelah membaca surat kontrak itu."Apa ini??..Kenapa semuanya mengarah padaku??..Dan lagi,denda 10 M,apa itu tidak berlebihan,aku saja meminta uang tidak sampai 1M.Lalu bagaimana kau bisa melakukan ini??.. Ini tidak adil namanya.. Aku tidak akan tanda tangan."Tiara meleparkan surat kontrak itu keatas meja didepannya dengan wajah kesal.


Sudut bibir Arga sedikit terangkat membentuk sebuah seringai."Itu terserah padamu,tapi sekarang juga aku meminta uangku kembali,dengan utuh.."Ujar Arga dengan penuh penekanan pada kata 'Dengan utuh'.


"Apa??.."Teriaknya.


"Itu tidak mungkin,darimana aku akan mendapatkan uang sebanyak itu??..Apa kau ingin menjebakku??.."Tiara bangkit dari duduknya dan menunjuk kearah Arga dengan tatapan penuh kemarahan.


"Jaga sikapmu itu nona!!...Jangan sampai saya berbuat hal yang akan membuat anda menyesal.."Andre berkata dengan wajah tanpa ekspresi.


Seketika Tiara langsung menurunkan tangannya dan kembali duduk di kursinya.


"Aku nggak tau kenapa kamu melakukan ini padaku,tapi aku akan tanda tangan,tapi aku minta maaf karena mungkin aku tidak akan pernah bisa mencintaimu.Mungkin ragaku adalah milikmu tapi tidak dengan hatiku..."Setelah menngucapkan kata-kata itu,Tiara langsung menanda tangani surat konterak tersebut dengan air mata sebagai saksi.


Arga tersenyum puas melihat keputusasaan Dimata Tiara yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.


"Bagus..Minggu depan kita akan menikah..Jadi bersiaplah!!.."Arga bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Tiara yang masih diam mematung ditempatnya.


Sebenarnya apa yang terjadi??..Mengapa nasibku jadi seperti ini??...Aku harus menikah dengan laki-laki yang sama sekali nggak aku kenal,bahkan dia terkesan sangat memaksa, sebenarnya apa yang dia inginkan dariku??..Tiara membatin seraya memperhatikan punggung Arga yang kemudian menghilang dibalik pintu.

__ADS_1


*


*


*


Tiara melangkahkan kakinya diatas trotoar dengan mata yang penuh air mata.Pikirannya selalu tertuju pada kekasihnya yang sudah beberapa hari menghilang tanpa kabar.


"Dimana kamu Riko??.. Seandainya kamu ada disini,mungkin aku tidak akan mengalami semua ini..Tapi kamu malah menghilang.Menghilang disaat aku benar-benar butuh bahu untuk bersandar dan juga saat aku benar-benar membutuhkan sosok seseorang yang mau mendengarkan keluh kesahku.."Ucapnya dengan diiringi air mata.


Bughk


Saat sedang berjalan dengan tidak fokus.Tiara tidak sengaja menabrak seorang anak kecil yang sedang berjualan.


"Astaga,adek maafkan kakak!!..Kakak benar-benar tidak sengaja.."Tiara langsung berjongkok dan membantu gadis kecil itu membereskan dagangannya yang terjatuh akibat ditabrak oleh Tiara.


"Nggak apa-apa kok kak..Tadi aku juga jalan nggak liat-liat,jadi aku nabrak kakak.."Gadis itu tersenyum manis kearah Tiara dan senyum itu seketika membuat Tiara melupakan masalahnya.


"Tapi semua dagangan kamu kotor gitu..Pasti udah nggak bisa dijual lagi..Sekali lagi kakak minta maaf ya!!...Biar kakak ganti semuanya.."Tiara mengambil beberapa lembar uang pecahan seratus ribu dari dalam tasnya dan kemudian menyerahkannya pada gadis kecil itu.


"Nggak usah kak,lagian kakak nggak salah kok.."Tolaknya halus.


"Nggak apa-apa,kakak ikhlas kok."Tiara menyodorkan uang itu pada gadis kecil tersebut dan dengan senang hati gadis itu menerimanya.


"Nama kamu siapa??.."Tiara duduk disamping gadis itu.


"Namaku Sabrina kak.."


"Sabrina,nama yang bagus..Nama kakak Tiara..Oh iya,Rumah kamu dimana??..Biar kakak antar kamu pulang.."Entah kenapa,Tiara merasa sangat nyaman duduk disamping gadis kecil yang baru beberapa saat dikenalnya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Jangan lupa like,komen and vote.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2