Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Kado Ayah


__ADS_3

Tiara duduk termenung didalam kamarnya seraya memandangi kotak kado pemberian Ayahnya waktu itu.


Sesaat kemudian,Tiara meraih kotak kado tersebut dan perlahan mulai membukanya.


Usai membukanya,Mata Tiara langsung berkaca-kaca saat melihat isi didalam kotak kado tersebut.


"Sebuah Ponsel.."Gumamnya.Tiara meraih kotak ponsel tersebut dan kemudian membukanya.Namun ternyata didalam kotak itu tidak hanya ada ponsel melainkan ada sebuah surat juga.


Tiara lalu meraih surat itu dan mulai membacanya.


*Isi Surat*


**Untuk puteriku Tiara yang Ayah sayangi.Ayah tau kau masih marah pada Ayah,untuk itu Ayah sangat menyesal dan ingin meminta maaf padamu.


Seperti setiap tahun,Ayah lah yang akan mengucapkan** Happy birthday **pertama kali untukmu,dan Ayah tau,disana pasti tidak ada yang tau hari ulang tahunmu.Karena itulah Ayah menulis surat ini untuk mengucapkan selamat ulang tahun.


Sengaja Ayah tulis surat agar nanti saat Ayah datang kesana dan kau tidak mau berbicara pada Ayah setidaknya masih ada surat ini yang akan mewakili Ayah.


Didalam kotak kado ini ada sebuah ponsel yang sengaja Ayah hadiahkan agar Ayah bisa menghubungi mu dan Ayah akan tau bagaimana kabarmu,di ponsel itu sudah Ayah simpan Nomor Ayah agar senantiasa saat kau merindukan kami kau bisa menghubungi nomor Ayah dan berbicara pada kami.


Maafkan Ayah nak jika selama ini Ayah sudah menjadi Ayah yang jahat.Tapi asal kau tau Tiara,Tidak pernah sedikitpun terlintas dibenak Ayah untuk menyakiti perasaanmu.Ayah sadar selama ini Ayah sudah tidak adil padamu,Ayah jauh lebih mementingkan Kakakmu Rosa dibandingkan Kamu,tapi kau tau alasannya nak.Kakakmu membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang.Tapi Ayah tau,tidak seharusnya Ayah melakukan itu padamu.


Karena itulah Ayah ingin menebusnya sekarang.Ayah ingin membuatmu bahagia dan menebus kesalahan Ayah dimasa lalu.


Jadi Ayah mohon,saat kau menerima kado dari Ayah,tolong telfon Ayah nak,Ayah sangat merindukanmu dan ingin berbicara padamu.


Sekali lagi Ayah minta maaf.Jika bisa tolong bukakan pintu untuk Ayah**.


*Selesai*


Seketika air mata Tiara mengalir deras setelah usai membaca isi surat Ayahnya itu.


"Tiara udah Maafin Ayah.Tiara juga minta maaf Ayah,karena Tiara tidak bisa membahagiakan Ayah dan sekarang Ayah udah meninggal.."Tiara memeluk erat surat terakhir dari Ayahnya itu.

__ADS_1


Meletakkan suratnya,tangan Tiara kini beralih meraih ponsel dan memgaktifkannya.


Setelah aktif,hal pertama yang Tiara lakukan adalah mencari nomor Ayahnya didalam ponsel tersebut.


Air mata Tiara semakin mengalir deras saat menekan hijau dan menghubungi nomor sang Ayah.Namun sayang,nomor itu sudah tidak lagi aktif karena memang saat kecelakaan ponsel Ayahnya sudah hancur.


Saat sedang menangis,tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan menampakkan sosok Arga disana.


"Darimana kau mendaptkan ponsel itu??.."Dengan cepat Arga mendekat kearah Tiara dan langsung merebut ponsel yang ada ditangan Tiara.


"Sudah kukatakan sebelumnya,kau tidak boleh menggunakan ponsel,tapi kau sepertinya tidak mau mendengarkan aku.."Tampak jelas diwajah Arga jika saat ini dia sedang sangat marah pada istri keduanya itu.


"Tuan muda saya mohon kembalikan ponsel itu!..Ponsel itu sangat berharga untuk saya,tolong kembalikan.."Tiara mengatupkan kedua tangannya didepan Arga seraya memohon.


"Tidak sampai kau memberitahu ku darimana ponsel ini kau dapatkan..Atau jangan-jangan kau mencurinya..."Ujar Arga.Seketika air mata Tiara runtuh begitu saja,dengan menatap tak percaya pada Arga,Tiara sedikit memundurkan langkahnya agar menjauh dari Arga.


Perasaan Tiara campur aduk,ingin rasanya dia berteriak sekeras-kerasnya agar beban dihatinya sedikit berkurang namun niatnya dia urungkan.


"Apa sebegitu rendahnya pemikiran anda kepada saya tuan muda??..Tanpa mendengarkan penjelasan saya,anda langsung melayangkan tuduhan serendah itu kepada saya..Saya benar-benar tidak menyangka..."Tiara berjalan mondar-mandir dengan satu tangan dia letakkan dikeningnya dan satunya lagi di pinggang nya.


Arga meraih secarik kertas yang disodorkan Tiara padanya kemudian membacanya.


"Dengar tuan muda,jika anda begitu takut saya akan mengambil sesuatu apapun Dimansion ini,maka anda tidak perlu terlalu khawatir,karena saya tidak butuh apapun yang ada disini..."Tiara merebut kertas juga ponsel ditangan Arga kemudian berjalan keluar dari kamar.Dan entah mendapat keberanian darimana hingga dia berani melakukan hal itu pada tuan muda Arga.


Selepas kepergian Tiara dengan tidak sopan nya,Arga langsung mengepalkan tangannya kuat seraya menatap pintu kamar itu.


"Berani sekali gadis itu..Awas saja,kau akan aku beri pelajaran.Aku tidak perduli kau masih berduka ataupun tidak,tapi malam ini kau akan mendapatkan hukumanmu..."Ujarnya dengan seringai diwajahnya.


Meraih ponselnya,dia langsung menghubungi asisten pribadinya yaitu Andre.


"Halo..Aku punya tugas untukmu..."Arga menjelaskan tugas yang dimaksud nya kemudian langsung mematikan sambungan ponselnya.


***

__ADS_1


Setelah puas berjalan di taman belakang Mansion.Tiara memutuskan untuk kembali ke kamarnya setelah perasaannya sudah mulai terasa lebih baik.


Namun matanya seketika membulat saat membuka kamar dan mendapati kamarnya sudah dihias dengan cantik seperti kamar pengantin baru.


Perlahan Tiara menutup pintu kamarnya dan melihat ke sekeliling.Tampak indah dengan hiasan lilin serta taburan kelopak mawar.


Tatapan Tiara lalu beralih keatas ranjang.Disana terdapat taburan kelopak mawar berbentuk Love dengan dihiasi patung angsa yang juga membentuk Love.


"Selamat datang dikamar pengantin kita sayang..."Arga yang entah muncul darimana langsung menghampiri Tiara dengan membawa bucket bunga mawar merah yang tampak sangat cantik.


"Ada apa ini tuan muda??.."Tanya Tiara dengan kening yang berkerut.Sedangkan Arga yang ditanya langsung berjalan mendekat dan berdiri tepat dibelakang Tiara.


"Ini adalah malam pertama kita setelah menikah."Bisik nya tepat ditelinga Tiara.


Bulu kuduk Tiara seketika meremang saat merasakan hembusan nafas Arga yang mengenai lehernya.


"Apa..."Pekik Tiara.Dengan wajah terkejutnya,Tiara menatap Tiara dengan tatapan aneh.


"Kenapa kau begitu terkejut??...Bukankah selama ini aku sudah memberimu banyak waktu,setidaknya kau harus membayar penantian panjangku itu.."Arga menyeringai licik.


"Tapi tuan.."Belum sempat Tiara melanjutkan ucapannya,Arga sudah membungkamnya dengan jari telunjuknya.


"Jangan banyak bicara dan turuti saja!!..Sebaiknya sekarang kau masuk dan bersihkan dirimu..Aku ingin menikmati malam ini dengan aroma tubuhmu yang wangi..."


"Tidak..Tuan muda saya mohon..Setidaknya beri saya waktu,Ayah saya baru saja meninggal dan saya masih berduka..Jadi tolonglah.."Air mata Tiara kembali menetes.


*


*


*


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa Like,komen and vote!


__ADS_2