
Arga melangkah memasuki Mansion dengan tangan yang mengepal kuat juga rahang yang mengeras.
Sedangkan dibelakangnya Ada Andre juga beberapa pengawal yang bertubuh besar yang juga mengikuti kemana tuannya melangkah.
Dari arah lain,terlihat Vina memgernyitkan keningnya saat melihat Arga yang terlihat marah berjalan menuju kamar Tiara dan itupun diikuti oleh beberapa pengawal.
"Arga..."Panggilnya namun Arga sama sekali tak menggubrisnya.
Sedangkan dilantai atas,tepatnya dikamar Tiara.Terlihat gadis itu masih terus berusaha melepaskan diri dari Riko namun pria itu tetap keras kepala.
"Kau harus ikut bersamaku Tiara!!..Aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan bisa hidup tanpamu.."Riko masih terus berusaha membawa gadis itu pergi namun tetap saja Tiara menolaknya.
"Kau tau Riko??..Apa yang kau lakukan ini bukan membuatku mempercayai mu tapi malah membuatku semakin membencimu..Perlakuan mu hari ini padaku telah menumbuhkan benih kebencian dihatiku untukmu.."Tiara menatap wajah Riko dengan tatapan kebencian. Meski hati Tiara terasa sangat sakit saat mengatakan nya.Namun dengan perlakuan Riko padanya hari ini membuatnya benci pada pria didepannya itu.
Mendengar pengakuan Tiara membuat Riko semakin emosi dan kini bukan tangan Tiara yang dia cengkram melainkan Wajahnya.
"Aku tau kenapa kau mengatakan itu..Itu semua karena kau sudah terpengaruh dengan pria itu,dan melihat kekayaannya membuatmu langsung berpaling padannya dan meninggalkan aku..Iya kan??.."Riko mencengkram wajah Tiara kuat hingga gadis itu meringis kesakitan.
Hati Tiara semakin terasa sakit setelah mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Riko.Kata-kata yang begitu menyakitkan yang tak seharusnya dikatakan oleh orang yang dicintainya.
Brak
Riko dan Tiara seketika menoleh saat mendengar suara pintu yang terbuka dengan keras.
Tiara membulatkan matanya saat melihat Arga berdiri diambang pintu dengan wajah yang terlihat marah dan juga ada beberapa pengawal dibelakangnya.
"Berani sekali kau..."Arga yang terlihat marah langsung masuk kedalam Kamar dan menarik kerah baju Riko dan menghempaskannya dilantai.
Arga kembali menghampiri Riko,menarik kerah bajunya dan membuatnya berdiri.."Berani sekali kau masuk kekamar istriku.."Arga meninju wajah Riko hingga pria itu kembali terhempas kelantai dengan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
Bukannya merasa bersalah,Riko malah tersenyum seraya menatap pada Arga.."Untuk apa aku takut padamu??..Aku tidak salah,karena dia memang milikku sejak awal dan selamanya akan menjadi milikku.."Ujarnya seraya menghapus darah dari sudut bibirnya.
__ADS_1
Amarah Arga memuncak,kini dia kembali menarik kerah baju Riko dan membuatnya kembali berdiri.Arga langsung meninju perut Riko berkali-kali dan yang terakhir kembali mendarat diwajahnya.
Tiara yang ketakutan tak bisa berbuat apa-apa.Dia hanya bisa terduduk disudut tembok dengan memeluk kedua lututnya.
Sedangkan Vina yang baru saja tiba begitu terkejut saat melihat Arga menghajar Riko habis-habisan.
"Andre kenapa kau diam saja??..Cepat pisahakan mereka atau Arga akan menghabisi Riko nanti!!.."Ucap Vina namun Andre sama sekali tak bergerak dari tempatnya.
Vina yang merasa tak digubris pun langsung masuk kedalam kamar dan menghentikan Arga yang ingin kembali menghajar Riko.
"Berhenti Arga!!..Apa kau ingin membunuhnya??.."Vina mendorong Arga agar menjauh dari Riko yang kini terbaring tak berdaya dilantai.
"Cepat kirim dia pada kedua orang tuanya,dan katakan pada mereka,jika sampai aku melihanya lagi berani memasuki kamar istriku maka aku tidak akan segan-segan menghabisi nya.!!"Titah Arga yang langsung diangguki oleh Andre.
Para pengawal Arga langsung masuk kemudian membopong tubuh Riko keluar dari kamar tersebut.
Selepas kepergian seluruh pengawalnya,Arga langsung melepaskan tangan Vina yang melingkar di lengannya dengan kasar dan sesaat kemudian langsung meninju tembok hingga tangannya mengeluarkan darah.
Bukannya menjawab Vina,tatapan Arga justru beralih pada Tiara yang masih meringkuk disudut tembok.
Perlahan Arga mulai melangkah mendekati Tiara.Berjongkok didepan gadis itu,Arga lalu meraih tangannya yang Membuat Tiara langsung mendongak.
Dengan refleks,Tiara langsung memeluk Arga yang sedang berjongkok didepannya itu.
"Kenapa dia berubah??..Dia tidak seperti Riko yang aku kenal,dia sangat kasar padaku bahkan dia sampai menyakitiku.."Tiara terus menangis seraya memeluk erat tubuh Arga.Dan entah mengapa,mendengar tangisan wanita itu membuat hati Arga seakan berdesir,ada rasa kasihan yang dia rasakan namun karena egonya dia dengan cepat langsung melepaskan pelukan Tiara darinya.
"Obati lukamu itu,karena setelah luka itu sembuh aku akan memberimu hukuman setimpal atas apa yang kau lakukan tadi..."Setelah mengatakan hal itu,Arga langsung berlalu keluar dari ruangan itu meninggalkan Tiara yang terdiam seraya mencerna ucapan suaminya itu.
Selepas kepergian Arga,Vina menatap kearah Tiara dan sesaat kemudian langsung mengikuti kepergian Arga.
Tiara menangis sejadi-jadinya sepeninggal kedua orang itu.Hatinya begitu sakit saat orang dicintainya berubah menjadi orang yang tidak punya hati dan berani melukainya.
__ADS_1
"Ibu...Andai Ibu ada disini..Aku benar-benar butuh Ibu sekarang..."Ucapnya dengan air mata yang semakin deras mengalir.
***
Ditempat lain,Andre telah sampai dikediaman keluarga Riko.Sesuai perintah,Andre menyeret Riko dan melemparnya kehadapan orang tuanya.
"Apa yang kau lakukan Andre??..Berani sekali kau melukai puteraku.."Bram jelas marah melihat Andre yang melempar Riko kehadapannya dengan wajah yang babak belur.
"Jika putera anda tidak bisa anda didik dengan baik maka beginilah akibatnya...Saya peringatkan kepada anda..Jaga putera anda baik-baik,karena jika sampai dia berani memasuki kamar nona Tiara lagi maka tuan muda tidak akan segan-segan berbuat lebih parah dari ini!!.."Ancam Andre.
"Jadi semua ini ulah nya Arga??..Berani sekali dia menyakiti puteraku..Dia pikir dia itu siapa??.."Timpal Sinta yang juga tidak terima dengan kondisi puteranya.
"Dengar Nyonya..Tuan muda tidak akan berbuat seperti itu jika putera anda bersikap dengan baik..Tapi dengan masuk kedalam Kamar Nona muda bahkan mengancam dan menyakitinya sudah tidak bisa di tolerir jadi semoga anda bisa mengajari dia dengan lebih baik..."
Bram sudah tidak dapat berkata apa-apa lagi.Karena sekarang Arga puteranya sudah lebih berkuasa darinya.
"Kenapa kau diam saja??..Puteramu itu telah menghajar puteraku sampai seperti ini..Kau seharusnya melaporkannya kepolisi.."Teriak Sinta pada suaminya.
"Sudahlah!!..Aku kenal Arga dengan baik,dia tidak akan melakukan hal seperti ini jika Riko bisa bersikap baik,jadi setelah dia sadar nanti,jelaskan padanya!!..Sekarang wanita itu sudah menjadi istrinya Arga jadi katakan pada puteramu untuk berhenti mengejarnya!!.."Titah Bram.
"Bagus kalau anda sudah mengerti.."Selepas mengatakan hal itu,Andre beserta para pengawalnya langsung pergi meninggalkan Rumah itu.
.
.
.
BERSAMBUNG
Jangan lupa like,komen and vote!!.
__ADS_1