
Malam harinya Dimansion,nampak Tiara yang tengah berjalan seraya melihat keseluruh arah seperti sedang mencari seseorang.
"Ada yang bisa saya bantu Nona??.."Tanya Seorang pelayan yang berpapasan dengannya.
"Apa kau melihat Vina??..Sejak tadi aku mencarinya tapi aku belum melihatnya juga..."Tanyanya.
"Tadi saya lihat Nona Vina masuk ke ruang kerja tuan muda Nona..."Jawab pelayan tersebut seraya menunduk.
"Baiklah,terima kasih,kau boleh pergi sekarang!!.."Tiara langsung berlalu meninggalkan Pelayan itu dan menuju ruang kerja Arga.
Saat hendak membuka pintu,Tiara seketika menghentikan aksinya seraya menjauh dari pintu tersebut.
"Aku masuk atau tidak ya??..Gimana kalau mereka sedang bicara penting??...Tuan muda pasti akan marah jika aku mengganggu mereka..Sebaiknya aku tunggu saja.."Akhirnya Tiara memutuskan untuk menunggu kedua makhluk itu didepan pintu ruangan tersebut.
Tiara berjalan mondar mandir didepan pintu itu sejak tadi namun tidak ada tanda-tanda jika seseorang akan keluar dari sana.
"Kenapa mereka lama sekali??...Aku sudah satu jam menunggu mereka disini..."Tiara yang merasa kelelahan menunggu pun menyandarkan tubuhnya ketembok seraya terus melihat kearah Pintu.
"Apa yang Nona muda lakukan disini??..."Tiba-tiba,Tiara dikagetkan dengan kedatangan seorang pelayan yang sudah berumur.
"Kau mengangetkanku saja.."Ujar Tiara seraya memegangi dadanya.
"Maaf Nona..Tapi apa yang sedang Nona lakukan disini??"Tanya pelayan itu lagi."
"Tidak masalah..Sebenarnya aku sedang menunggu tuan muda dan juga Vina keluar dari dalam sana..Tapi sejak tadi mereka belum keluar juga.."Jawab Tiara.
"Tapi Nona...Mereka tidak ada didalam..Tuan muda dan nona Vina sudah kembali kekamar mereka..Dan juga Tuan muda tadi berpesan pada saya kalau malam ini dia akan tidur dikamar Nona Vina..Jadi sebaiknya nona Tiara istirahat saja sekarang!!.."Pelayan itu menunduk seraya menjelaskan semua yang dikatakan oleh Arga padanya.
"Benarkah??.."Entah kenapa saat Tiara tau kalau Arga tidur dikamar Vina membuat hatinya terasa sesak.Pikirannya menerawang jauh memikirkan apa saja yang akan dilakukan mereka dikamar itu.
Tidak Tiara,kau tidak seharusnya merasa sedih seperti ini..Sejak awal mereka adalah pasangan suami istri,dan kau adalah orang ketiga didalam hubungan mereka,jadi kau tidak pantas untuk merasa cemburu dengan mereka...Batinnya.
Tak terasa setitik air matanya jatuh begitu saja dan dengan cepat Tiara langsung meninggalkan tempat itu beserta pelayan yang masih berdiri disana.
Saat melewati Kamar Vina,tanpa sengaja Tiara mendengar suara ******* yang dimana hal itu malah membuat hatinya semakin sakit.
Dengan langkah cepat,Tiara langsung berlari menuju kamarnya.Sesampainya didalam,Tiara langsung menutup pintunya dengan keras dan kemudian bersandar disana.
__ADS_1
"Tidak...Ini salah,rasa cemburu ini salah..Tidak seharusnya aku merasa cemburu dengan kebersamaan mereka..Sejak awal mereka memang seharusnya bersama seperti itu,tapi aku yang telah merusak semuanya,aku menjadi orang ketiga didalam hubungan mereka..Tapi kenapa hatiku begitu sakit??..Aku memang memiliki rasa pada Tuan muda,tapi kenapa rasanya sampai sesakit ini???..."Tiara jatuh terduduk diatas lantai seraya menangis.
Sedangkan dikamar lain,nampak sepasang manusia baru saja merasakan kenikmatan surga dunia diatas ranjang yang sudah tampak berantakan akibat pergulatan panas mereka.
Vina tampak tersenyum puas didalam pelukan suaminya.Sedangkan Arga sudah tertidur karena merasa lelah dengan pertempuran itu.
Pagi harinya,Nampak Tiara tengah bersiap dengan memoleskan sedikit make up pada wajahnya dan kemudian keluar dari kamarnya.
Saat keluar,Tiara tidak sengaja menabarak dada Bidang suaminya hingga hampir terjatuh namun dengan sigap langsung ditangkap oleh Arga.
Pandangan keduanya seketika bertemu dan membuat jantung keduanya berdegup kencang.
"Tuan muda..."Panggil Tiara.
"Hati-hatilah saat berjalan!!.."Ujar Arga kemudian berjalan meninggalkan Tiara dan turun kelantai bawah.
***
"Kau mau pergi kemana??.."Kania menghampiri suaminya yang tengah bersiap.
"Tentu saja untuk menemui puteriku..Apa kau sudah lupa??..Hari ini adalah hari ulang tahunnya..Dan aku ingin mengucapkan selamat padanya..."Terlihat jelas pada raut wajah Arman yang tampak sangat bersemangat untuk menemui puterinya.
"Apa kau yakin ingin pergi??..."Tanya Kania memastikan.
"Tentu saja...Aku bahkan sudah menyiapkan hadiah untuknya..."Arman membuka pintu lemari dan mengambil sebuah kotak kecil yang sudah dihias menggunakan pita yang cantik.
"Bagus kan??...Aku sudah menyiapkan nya sejak lama,aku yakin,puteri kita pasti akan sangat bahagia..."Ujar Arman.
Tak ingin Suaminya melihat air matanya,Kania langsung bergegas keluar dari kamar menuju dapur.
"Kau mau kemana??..."Teriak Arman namun Kania tetap melanjutkan langkahnya semakin menjauh.
Sesampainya didapur,Kania langsung menangis seraya menutup mulutnya agar tak siapapun mendengar tangisannya.
Kau begitu bersemangat menemui puterimu..Tapi aku tidak tau apakah dia sudah memaafkan mu atau belum..Aku tau dia sangat kecewa dan mungkin dia tidak akan menemuimu...Aku ingin melarangmu untuk pergi,tapi aku tidak bisa melihatmu kecewa karena kau terlihat begitu bersemangat.Maafkan aku!...Batin Kania.
***
__ADS_1
"Tiara..Kenapa kau tidak makan??.."Tanya Vina saat melihat Tiara hanya mengaduk makanannya.
"Nggak..Ini aku makan.."Jawabnya gugup.
Hari ini adalah hari ulang tahunku..Biasanya setiap aku ulang tahun Ayah akan mejadi orang pertama yang selalu mengucapkan Happy birthday padaku..Meski Ayah jarang memberikan perhatian,tapi Ayah tidak pernah lupa untuk memberikan ucapan selamat padaku...Tapi apa kali ini Ayah juga yang akan mengucapkan happy birthday pertama kali padaku??...Batinnya.
"Kenapa kau diam saja Tiara??...Apa kau sakit??.."Tanya Vina lagi.
"Aku baik-baik saja..."Jawabnya.Matanya sesekali melirik kearah Arga yang tengah fokus pada makanannya seakan ingin mengatakan sesuatu.
"Jika ingin mengatakan sesuatu katakan saja!!.."Ujar Arga tiba-tiba.
Mendengar hal itu,Tiara yang memang ingin mengatakan sesuatu pun merasa semakin ragu.
"Sebenarnya...Saya ingin meminta izin.."Ucapnya dengan penuh keraguan.
"Izin apa??.."Tanya Arga disela-sela makannya.
"Jika boleh saya ingin keluar sebentar untuk membeli sesuatu.."
"Apalagi yang ingin kau beli diluar??...Bukankah semua kebutuhanmu sudah tersedia disini??.."Arga seketika menghentikan aktifitas makannya dan menatap Kearah Tiara.
"Tapi tuan muda..Saya butuh sesuatu dan ini adalah sesuatu yang pribadi untuk saya..Dan saya tidak mungkin meminta orang lain yang membelikannya..."Ucap Tiara dengan wajah memelas.
Seakan mengerti dengan arah pembicaraan Tiara,Akhirnya Vina membuka suaranya..."Biarkan saja dia keluar..Mungkin dia memang ingin membeli sesuatu..Lagipula kebutuhan pribadi wanita itu banyak dan belum tentu orang lain tau,jadi akan lebih baik jika kita sendiri yang pergi membelinya..."Timpal Vina.
Arga menghela nafasnya pelan kemudian berkata.
"Baiklah,kau aku izinkan untuk pergi..Tapi kah tidak akan pergi sendiri...Leon akan ikut bersamamu..."
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa like,komen and vote!