
Tiara mengumpat kesal saat ponsel seseorang yang dihubunginya tak kunjung bisa dihubungi."Kamu dimana sih Riko??...Kenapa disaat genting begini kamu malah nggak bisa dihubungi??"Kesal Tiara.
Sekali lagi,Tiara kembali menghubungi nomor ponsel kekasihnya,namun tetap saja,nomornya tidak bisa dihubungi.
"Sial..Sekarang apa yang harus aku lakukan??..Dimana aku akan mendapatkan uang untuk biaya operasi Ayah??..Aku tidak punya banyak waktu lagi sekarang.."Tiara mendudukkan badannya dibangku taman seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Sepertinya aku tidak punya pilihan lain lagi..Yah.Aku akan meminjam uang pada tuan muda itu.Mungkin dia bisa membantuku,apalagi dia orang yang sangat kaya.Tapi,bagaimana jika dia meminta sesuatu dariku nanti??..Ahh.Nanti saja kufikirkan,yang paling penting sekarang adalah Ayah,jika aku terlalu lama berfikir,maka Ayah bisa dalam bahaya.." Tanpa berfikir panjang,Tiara langsung bangkit dari duduknya dan berlari masuk kedalam Rumah sakit.
Sesampainya didalam.Tiara langsung pergi menuju ruang rawat Rosa dimana Ibunya berada.
"Ibu,aku ingin bertanya sesuatu pada Ibu.."Ujarnya setengah berbisik.
"Ada apa nak??.."
"Berikan aku alamat kantor tuan muda!!..Aku ingin pergi kesana.."
"Tapi untuk apa kau pergi kesana???..Jangan kesana nak!!..Kau tau kan,dia itu orangnya seperti apa,ibu takut jika dia akan menyakitimu.."Wajah Kania kembali menampakkan kekhawatiran saat Tiara meminta alamat kantor tuan muda.
"Kita tidak punya pilihan lain Ibu.Kau tau kan,kita sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi,dan Ayah sekarang sangat membutuhkan pengobatan secepatnya..Jadi aku mohon ibu,jangan halangi aku!!..Bantu aku dengan memberikan alamat kantornya.."Tiara memegang kedua tangan Ibunya dengan wajah memelas.
"Tidak Tiara..Sampai kapanpun Ibu tidak akan membiarkanmu pergi,kita masih bisa mencari cara lain,tapi ibu tidak akan membiarkan mu pergi.."Kania menghempaskan tangan Tiara kemudian meninggalkannya dan keluar dari ruangan tersebut.
Sepeninggal sang Ibu,Tiara dengan kasar menjatuhkan badannya diatas sofa,pikirannya saat ini benar-benar kacau, menurutnya tidak ada lagi cara lain untuk menolong Ayahnya kecuali tuan muda yang kini telah memiliki semua harta keluarganya.
Lama berfikir.Akhirnya,Tiara memutuskan bangkit dari duduknya,membuka pintu,Tiara berniat untuk keluar dari ruangan itu namun niatnya dia urungkan saat tak sengaja melihat Ibunya sedang berbicara dengan Dokter.
"Keadaan suami Ibu saat ini semakin lemah,jadi saya sarankan agar Ibu segera membayar biayanya agar kami bisa segera menangani pasien."Dokter itu menjelaskan pada Kania.
"Dokter,apa tidak bisa kalau suami saya ditangani lebih dulu??..Saya janji,saya akan segera membayar biayanya.."Kania berusaha memohon pada sang Dokter dengan wajah memelas.
"Maaf Ibu,tapi ini sudah ketentuan Rumah sakit,jika kalian tidak segera membayar biayanya maka terpaksa kami akan mencabut semua alat medis yang menepempel ditubuh suami Ibu.."Setelah mengatakan itu,Dokter tersebut langsung melangkah meninggalkan Kania yang kini berderai air mata.
__ADS_1
Tiara yang mendengar percakapan antara Ibunya dan Dokter itu semakin yakin akan keputusan nya untuk meminta bantuan dari Tuan muda.
Maafkan Tiara Ibu,tapi kita tidak punya pilihan lain,aku tidak ingin kehilangan Ayah,dan aku akan mengorbankan apapun demi menyelamatkan hidup Ayah..Batinnya.
Tiara dengan hati yang mantap pergi meninggalkan Rumah sakit menuju Rumahnya.
Sesampainya Dirumah.Tiara segera berlari masuk,tempat yang ditujunya kali ini adalah Ruang kerja Ayahnya.
"Aku yakin,Ayah pasti punya alamat tuan muda itu,aku harus mendapatkannya."Tiara mulai mencari dengan membuka laci satu persatu dan kemudian beralih pada meja yang banyak tumpukan Map diatasnya.
Setelah mencari beberapa menit,akhirnya usahanya membuahkan hasil.Disalah satu Map,Tiara menemukan kartu nama yang terselip dan ternyata kartu nama itu benar milik dari orang yang dia cari.
"Arga Dirgantara.."Ucapnya seraya membaca kartu nama itu.
"Aku harus segera pergi,aku tidak punya banyak waktu.."Ujarnya.Memasukkan kartu nam itu kedalam tas miliknya,dia langsung berlari keluar dari ruang kerja dan langsung pergi meninggalkan Rumahnya.
*
*
*
Tiara turun dari taksi dan menatap gedung yang menjulang tinggi itu.Ada keraguan dihatinya saat akan melangkah masuk,namun semua perasaan itu ditepsinya,dia tidak ingin menyesal karena menuruti keraguannya itu.
Seorang gadis cantik berjalan memasuki lobi dengan tangan yang saling bertautan.Ada banyak orang yang berlalu lalang didalam sana hingga membuatnya bingung.Namun semua gerak geriknya tak lepas dari pantauan seseorang dibalik layar laptopnya.
"Sesuai dugaanku,mereka tidak akan punya pilihan lain selain diriku,dan sekarang sasaran telah masuk perangkap.."Arga menampakkan seringainya seraya menatap Gadis cantik dilayar laptop nya.
"Pergilah Ndre!!..Bawah gadis itu kehadapanku!!."Titahnya yang langsung diangguki oleh Andre.
Arga terus menyeringai seraya terus menatap Tiara yang tampak bingung harus berbuat apa.
__ADS_1
Apa yang harus kulakukan??..Aku harus bertanya pada siapa??..Ahh tidak,tidak.Kenapa aku bodoh sekali,aku kan bisa bertanya pada siapa saja,Gedung ini miliknya dan semua orang disini pasti mengenalnya..Tiara terus membatin hingga tanpa sengaja dia menabrak seorang wanita hingga kertas yang dibawanya jatuh berserakan dilantai.
"Sial..Apa kau tidak punya mata??..Lihat yang kau lakukan!!...Semua berkasnya jadi berantakan,kalau sampai Presdir tau,kau pasti akan langsung ditendang dari Perusahaan ini.."Wanita itu bersungut-sungut memarahi Tiara.
"Maaf nona,saya tidak sengaja menabrakmu.."
"Tunggu!!..Sepertinya aku tidak pernah melihatmu disini sebelumnya,apa kau bukan karyawan disini??..Dari penampilanmu sepertinya kau ini adalah gembel yang datang untuk meminta sedekah..Dasar tidak berguna.."Wanita itu terus saja mengoceh hingga mengundang perhatian para karyawan yang sedang berlalu lalang.
Mendengar kata-kata kasar wanita itu membuat Tiara kesal,tapi dengan sekuat mungkin dia berusaha agar menahan emosinya.
"Dengar Nona,saya benar-benar minta maaf karena telah menabrakmu,tapi saya ini bukan gembel yang datang untuk meminta sedekah atau apapun,saya datang kesini untuk bertemu dengan Presdir,jadi saya mohon jangan menganggu urusan saya!!.."Ujarnya seraya berusaha menahan kekesalannya.
Wanita itu tampak tersenyum meremehkan seraya menatap Tiara dari kepala hingga kaki.
Penampilan Tiara memang terlihat berantakan,mulai dari Rambut yang tampak kusut dan juga bajunya yang sedikit kotor karena terkena cipratan air saat dijalan tadi.
"Wah,hebat sekali,gembel sepertimu berani ingin menemui Presdir.Kami saja yang hanya Karyawan biasa tidak Sudi melihatmu apalagi Presdir kami,dia pasti akan langsung muntah melihat wajahmu itu.."Cibir wanita itu.
Tiara mengepalkan tangannya kuat menahan emosinya yang sudah sampai di ubun-ubun.Rasanya kesabarannya hilang menghadapi wanita yang menurutnya sangat menyebalkan itu.
.
.
.
BERSAMBUNG
Jangan lupa like,komen and vote ya
Terima kasih
__ADS_1