
"Tuan muda,apa anda yakin dengan keputusan anda??...Saya mohon pikirkan lagi selagi Tiara masih belum jauh!.."Ucap Andre berusaha membujuk Arga.
"Keputusan ku tidak salah,bukan dia sendiri yang menginginkan perpisahan ini??..Jadi aku menuruti keinginan nya..."Jawab Arga seraya memalingkan wajahnya yang tampak manahan amarah dan kesedihan secara bersamaan.
"Dengarkan saya tuan muda..Saya mohon pikirkan baik-baik,jangan mengambil keputusan saat sedang marah atau anda akan menyesal nanti.."Bujuk Andre namun bukannya mendengarkan,Arga justru malah pergi meninggalkan mereka dan masuk kedalam ruang kerjanya.
Andre menghela nafasnya kasar.Rasanya dia benar-benar kesal menghadapi sikap keras kepala dari Arga.
"Aku peringatkan padamu Andre,jangan pernah mencoba untuk membujuk ataupun mempengaruhi pikiran Arga,karena keputusan yang sudah dia ambil adalah keputusan yang tepat.."Vina menunjuk kearah Andre dengan tatapan tajam nya.
Setelah mengatakan itu,Vina pun beranjak dari tempatnya dan berniat menyusul Arga yang sebelumnya masuk kedalam ruang kerjanya.
"Sampai kapan anda akan membohongi diri sendiri Nona??..."Ucapan Andre sontak membuat langkah Vina terhenti.
"Apa maksudmu??.."Vina membalikkan badannya dan menatap kearah Andre yang sedang tersenyum miring.
"Saya rasa anda sudah tau maksud saya Nona.."Andre melangkah mendekat kearah Vina..."Berhentilah membohongi diri anda sendiri dengan semua yang ada dipikiran anda!!..Saya yakin selama ini anda melihat sendiri bagaimana tuan muda begitu mencintai Nona Tiara,dan saya yakin bahwa tidak lama lagi tuan muda akan berlari menemui Tiara.."Ujar Andre.
"Benarkah??...Aku ingin lihat bagaimana Arga akan mengejar wanita itu sekarang??.."Vina menaikkan sebelah alisnya dengan disertai senyuman licik yang bisa Andre pastikan jika itu bukan hal baik.
"Dengar!!..Apa yang Nona rencanakan??..Jangan sampai anda melakukan hal buruk pada Nona Tiara atau anda akan sangat menyesal nantinya..."
"Kalau kau begitu mengkhawatirkan nya maka pergi dan susul saja dia!!...Jangan membuang-buang waktumu disini atau kau akan terlambat.."Ujar Vina.Dengan perasaan khawatir,Andre berlari masuk kedalam lift dan segera menekan tombol menuju lantai bawah.
Dengan perasaan khawatir, Andre berlari keluar dari lift dan menuju pintu keluar Mansion.
"Dimana nona Tiara??.."Tanyanya pada pengawal disana.
"Nona Tiara baru saja pergi..."Jawab pengawal itu Seraya menunduk.
"Sial..."Umpat Andre.Tanpa membuang waktu,Andre segera masuk kedalam mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.
Disisi lain,tampak Arga tengah duduk diruang kerjanya seraya menatap langit-langit ruangan tersebut.Namuh lamunannya itu buyar kala mendengar suara pintu ruangan itu terbuka.
"Arga,aku..."Belum sempat Vina menyelesaikan ucapannya,Arga malah sudah menyelanya lebih dulu.
__ADS_1
"Keluarlah!!...Aku ingin sendiri sekarang.."Titahnya tanpa menatap Vina sama sekali.
Vina mengepalkan tangannya kuat dengan mata yang menatap tajam kearah Arga.Dengan perasaan kesal Vina keluar dari ruangan Arga dan menutup pintu dengan keras.
"Sial...Berani sekali kau bersikap begitu padaku..Lihat saja,akan kubuat Tiara menanggung perbuatanmu padaku.."Vina menyeringai licik.Meraih ponselnya,dia lalu menghubungi seseorang.
"Cepat lakukan tugas kalian!!..Jangan sampai ada kesalahan!!..Aku ingin segera mendapat kabar baik..."Ucapnya lalu mematikan sambungan telfonnya.
****
Didalam mobil,Tiara tak hentinya menangis memikirkan perpisahannya dengan Arga.
"Mungkin benar apa yang dikatakan Vina, hubungan yang diawali dengan keterpaksaan tidak akan berakhir baik..Rasanya sangat sakit,aku tidak tau apakah aku akan sanggup hidup jauh dari Arga,tapi kenapa Arga tidak berjuang untuk aku??..Kenapa dia menerima keputusan ku begitu saja,kenapa dia tidak berusaha untuk membujuk aku??..Apakah selama ini Arga hanya berpura-pura mencintai aku??.." Batinnya.
"Pak,bisa antarkan saya Kerumah Ibu saya??.."Tanyanya seraya menatap sang supir.
Tiara mengernyitkan keningnya saat sang supir tak menjawab pertanyaan nya.."Pak,apa kau mendengar ucapan saya??.."Tanyanya lagi.Namun seketika jantung Tiara berdegup kencang kala sang supir menoleh dan menyeringai licik kearahnya.
"Siapa kau??..Kau bukan supir saya,siapa kau??.."Tiara sangat takut kala menyadari jika jalan yang mereka ambil bukan menuju Kerumah Ibunya melainkan kearah lain.
"Hentikan mobilnya sekarang juga!!..Saya mohon,siapa kau dan apa yang kau inginkan??.."Teriak Tiara dengan wajah yang menunjukkan ketakutan.
Disisi lain,tampak Andre tengah berusaha mengejar mobil yang ditumpangi Tiara dengan bantuan GPS yang terpasang dimobil tersebut.
"Sial..Jika terjadi sesuatu kepada Tiara maka aku tidak akan mengampuni Nona Vina.."Umpatnya seraya terus menginjak gas.
Dengan kecepatan tinggi,kedua mobil itu melesat masuk kedalam hutan.Andre yang berhasil menyusul mobil didepannya segera mengeluarkan pistol dari dalam dashboard mobil dan berniat menembak mobil didepannya namun seketika niatnya dia urungkan kala mengingat jika Tiara ada didalam mobil tersebut.
"Tidak..Jika aku menembak maka Tiara mungkin akan terluka.."Ujarnya seraya meletakkan kembali senjatanya..."Sial..Jika terjadi sesuatu pada Tiara dan bayinya maka aku pastikan kalian akan membayar nya dengan sangat mahal.
Meraih ponselnya,Andre lalu menghubungi seseorang yang tak lain adalah Arga.Namun beberapa kali menelfon Arga sama sekali tak menjawab panggilannya.
"Pergilah dan beritahu Tuan muda kalau sekarang Nona Tiara sedang dalam bahaya!!..Jangan lupa juga kirim beberapa orang menuju lokasi yang aku kirimkan!!.."Titahnya pada pengawal yang sedang ditelfonnya lalu segera mematikan sambungan telfonnya.
Karena beberapa kali menelfon Arga dan tak ada jawaban,akhirnya Andre beralih menelfon pengawal untuk menyampaikan pesannya pada Tuan muda Arga.
__ADS_1
Akhirnya setelah beberapa lama mengejar mobil yang ditumpangi Tiara,Andre akhirnya bisa menyalip dan berhenti tepat didepan mobil tersebut.
Meraih senjatanya,Andre turun dari mobilnya dan mengarahkan senjatanya itu kearah mobil yang ditumpangi Tiara.
Melihat itu,Tiara bergegas keluar dari mobil namun saat akan berlari menuju kearah Andre,tangannya langsung dicekal oleh pria yang sebelumnya mengendarai mobilnya.
"Jangan mendekat atau wanita ini akan mati!!.."Ujar pria tersebut seraya mengarahkan pistol kekepala Tiara.
"Jangan berani menyakitinya!!.."Ancam Andre.
Tak lama kemudian,dari arah belakang muncul sebuah mobil hitam yang tak lain adalah komplotan penjahat.
Dari dalam mobil keluar beberapa orang berbadan kekar dengan wajah tertutup masker hitam.
"Lepaskan aku!!.."Tiara berusaha melepaskan diri dari cekalan penjahat itu namun tenaganya kala kuat.
"Lepaskan dia dan aku akan mengampuni kalian!!.."Titah Andre.
"Tidak akan pernah...Karena wanita ini harus mati..."Ujar pria itu.Jarinya mulai bergerak dan akan menekan pelatuk pistol namun....
Dor
Sebelum sempat menekan pelatuk,Bahunya sudah ditembus peluru hingga pistol yang dipegangnya terjatuh dan akhirnya Tiara berhasil lolos darinya.
Tiara segera berlari kearah Andre saat mendengar suara tembakan yang saling menyahut.
Dor dor dor
Para penjahat jatuh terkapar kala beberapa peluru menembus tubuh mereka sebelum sempat membalas.
Tubuh Tiara bergetar kala melihat para penjahat jatuh dan meninggal secara mengenaskan ditangan seseorang yang tak lain adalah Suaminya sendiri..
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG