
Pagi harinya,Tiara membuka matanya seraya merentangkan kedua tangannya keatas.Namun saat mengarahkan tangannya kesamping,tidak sengaja tangannya itu menyentuh sesuatu yang membuat Tiara menghentikan aktifitasnya.
"Jangan menganggu tidurku atau kau akan menyesal nanti.."Suara serak khas bangun tidur itu membuat Tiara langsung menoleh kesamping.
"Tu..tuan muda..Sejak kapan tuan muda tidur disini??.."Tiara bangun dari posisi berbaring nya dan menatap Arga dengan heran.
"Tentu saja sejak semalam..Memangnya kenapa??.."Arga masih setia memejamkan matanya dan mencoba untuk kembali tidur.
"Tapi bukannya semalam tuan muda tidak pulang??.."Tanya Tiara.Arga yang merasa kesal dengan banyaknya pertanyaan Tiara langsung menarik tangan Tiara hingga membuat wanita itu kembali berbaring.
"Jangan terlalu banyak bertanya Tiara!!..Sebaiknya kau temani saja aku tidur daripada kau terus bertanya.."Arga memeluk erat tubuh Kecil Tiara dan kembali memejamkan matanya.
Ada rasa bahagia dihati Tiara saat bisa menatap wajah suadulu a dengan jarak yang sedekat ini.
Andai aku bisa menatap wajah ini setiap pagi saat bangun tidur maka aku akan sangat bahagia.Tapi aku tidak boleh lupa jika statusku adalah istri kedua dan hal itu pasti akan membuat momen ini jarang untukku...Batinnya seraya mengelus pelan wajah suaminya.
***
Tiara melangkah menuruni anak tangga dengan wajah yang tersenyum.Sedangkan Vina kini tengah duduk diruang tamu seraya terus memperhatikan gerak gerik Tiara.
Tak lama kemudian,tampak Arga juga ikut menuruni anak tangga dengan mengenakan pakaian casualnya.
Vina sangat terkejut melihat Arga yang tengah berjalan mendekat kearahnya.Bagaimana tidak,setau Vina Arga suaminya itu semalam tidak pulang lalu sekarang dia baru saja turun dari lantai atas.
"Arga..Apa semalam kau pulang??.."Tampak jelas raut keterkejutan di wajah Vina kini.
"Tentu saja..Memangnya kenapa??.."Arga tak terlalu menghiraukan Vina dan memilih menjatuhkan tubuhnya kesofa.
Vina langsung mengalihkan pandangannya kearah Tiara yang sedang menunduk.Vina mengepalkan tangannya kuat seraya menatap tajam Pada Tiara.
***
Rosa berjalan dengan tergesa-gesa dikoridor Rumah sakit seraya mencari sesuatu didalam tasnya.
Bugh
"Auuu.."Saat tengah berjalan,Rosa tak sengaja menabrak seseorang hingga membuatnya terjatuh kelantai.
__ADS_1
"Maafkan aku,aku tidak sengaja.."Orang itu mengulurkan tangannya kearah Rosa dan tanpa pikir panjang,Rosa meraih tangan pria yang menabraknya itu kemudian bangun.
"Tidak masalah,aku juga salah aku jalan sambil menunduk jadi aku tidak melihatmu..."Rosa menatap pria itu dari atas hingga bawah.
Seorang pria tampan dengan mengenakan setelan jas Dokter seperti Vina.
"Apa kau Dokter baru disini??...Soalnya aku belum pernah melihatmu sebelumnya.."
"Kenalkan,namaku Vero.Aku Dokter baru disini.."Pria yang bernama Vero itu kembali mengulurkan tangannya kearah Rosa.
"Aku Rosa,aku juga Dokter disini.."Rosa meraih tangan Vero dan saling memperkenalkan diri masing-masing.
"Maaf sebelumnya Dokter Vero..Tapi saya sedang buru-buru,ada pasien yang sedang menunggu,saya permisi.."Rosa langsung berlalu meninggalkan Vero yang kini sedang menatapnya dengan tersenyum.
Saat hendak melangkah,tak sengaja Vero melihat sebuah kalung dilantai yang dia pikir milik Rosa.
Vero meraih kalung tersebut kemudian memasukkannya kedalam saku jasnya lalu kembali melanjutkan perjalanannya.
Sedangkan diruangan lain,tampak Rosa beserta timnya masuk kedalam ruang operasi dengan wajah tegang.
Bagaimana tidak,pasien yang akan dioperasi nya ini adalah seorang wanita hamil yang dimana keadaannya sedang kritis.
"Apa dokter merasa gugup??."Tanya salah seorang perawat yang ada disana.
"Iya.Ini adalah kedua kalinya aku akan mengoperasi wanita hamil,aku tegang karena aku pernah hampir gagal menyelamatkan Ibu dan bayinya dulu dan aku takut hal itu akan terulang kembali.."Jujur saja tapi saat ini,Rosa benar-benar merasa sangat takut.Takut jika dia tidak bisa menyelamatkan wanita hamil ini dan membuat seseorang kehilangan,karena Rosa tau betul bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang paling penting dalam hidup.
"Jangan pesimis Dokter.Yakinlah akan kemampuan mu dan buktikan jika kau tidak akan membuat orang lain merasa kehilangan.."Tiba-tiba dari arah pintu muncul seseorang yang tak lain adalah Dokter Vero.
"Dokter Vero..Apa yang anda lakukan disini??.."Tanya Rosa heran.
"Begini Dok,mulai sekarang Dokter Vero yang akan menggantikan Dokter Vanya yang sedang cuti..Jadi dia adalah bagian dari tim kita sekarang.."Jelas perawat tadi.
Rosa mengangguk kemudian tersenyum pada Vero.Dan mereka pun memulai operasi mereka.
***
Rosa duduk didalam Kantin Rumah sakit dengan menatap kotak makan miliknya yang sebelumnya telah disiapkan oleh Ibunya.
__ADS_1
"Boleh aku duduk disini??.."Vero tiba-tiba muncul dengan membawa nampan berisi makanan dan langsung duduk didepan Rosa.
"Kamu kan sudah duduk,ngapain minta izin??.."Rosa benar-benar tak habis pikir dengan pria didepannya ini,rasanya dimana-mana dia selalu saja muncul.
"Benar juga,tapi nggak apa-apa..Kamu makan apa??.."Tanya Vero saat melihat kotak makan diatas meja.
"Aku makan sayur.."
"Kenapa??..Kamu hanya makan sama buah gitu??..Kenapa nggak makan yang lain??."Tanya Vero heran.
"Karena aku berbeda dengan yang lain.."Raut wajah Rosa tiba-tiba berubah murung dan seperti ingin menangis.
"Maksudnya??.."Vero masih tidak mengerti maksud dari Rosa.
"Aku punya penyakit jantung sejak masih kecil bahkan ini sudah sejak lahir,karena itu aku harus menjaga pola makanku,aku nggak boleh makan sembarangan.."Rosa tersenyum kemudian mulai menyendok makanannya kedalam mulut.
Mendengar jawaban Rosa membuat raut wajah Vero seketika berubah.Ada rasa aneh dihatinya yang entah apa itu,Vero tidak bisa menjelaskan nya.
"Kenapa??..Kamu pasti menyesal dekat denganku,aku memang seorang Dokter yang sudah banyak menyembuhkan penyakit orang,tapi aku tidak bisa menyembuhkan diriku sendiri..Sangat aneh bukan??."Rosa terkekeh pelan dan entah mengapa hal itu membuat Vero seakan terenyuh.
"Aku tidak akan pernah menyesal mengenal kamu..Justru aku beruntung karena bertemu dengan seorang Dokter yang hebat dan juga kuat sepertimu.."
Rosa terdiam mendengar ucapan Vero dan sesaat kemudian kembali menyantap makanannya.
Mereka makan dengan sesekali saling bercanda dan itu membuat Rosa merasa cukup nyaman.
Dari sekian banyak pria yang dekat denganku entah kenapa aku merasa jika Vero sangat berbeda.Dalam sekali pertemuan kami menjadi dekat,dia suka bercanda dan itu membuat aku merasa nyaman.Semoga dia jadi teman yang baik nantinya...Batin Rosa seraya menatap wajah Vero yang sedang sibuk menyantap makanannya.
.
.
.
BERSAMBUNG
Hay para readers,sepertinya setelah malam ini Author nggak akan up diwaktu dekat,soalnya Author kehabisan kuota dan sekarang ini Author sedang tidak memiliki uang sedangkan paket kuota sangat mahalðŸ˜ðŸ˜.
__ADS_1
Author harap para pembaca setia Author tetap sabar menunggu karena Author akan berusaha untuk bisa Up secepatnya.
Terima kasih dan jangan lupa Like nya😀😀.