
Jam menunjukkan pukul 5 sore.Arga yang sebelumnya memutuskan pulang lebih awal kini telah sampai Dimansionnya.
"Pulanglah!!..."Titah Arga pada Andre.
"Baik tuan muda.."Jawab Andre.Setelah punggung Arga menghilang dibalik pintu.Andre memutuskan untuk pulang.
Arga menjatuhkan badannya diatas sofa setelah sampai diruang tamu.Arga memejamkan matanya seraya menatap kearah langit-langit,pikirannya melayang memikirkan ucapan Vina padanya tadi pagi tentang anak.
Mungkin yang dikatakan Vina memang benar.Selama ini aku sudah tidak adil padanya.Meski aku tidak mencintainya tapi setidaknya aku harus memberikan haknya sebagai seorang istri.
"Kau sudah pulang??"Vina tiba-tiba muncul dan membuyarkan lamunan Arga.
Tampak sekali di wajah Vina jika dia sangat bahagia melihat suaminya pulang lebih awal.
"Tunggu sebentar,aku akan membuatkan teh untukmu.."Vina langsung pergi menuju dapur untuk mengambilkan teh untuk Arga.
Tak lama kemudian,Vina kembali dengan membawa secangkir teh yang kemudian dia letakkan diatas meja.
"Aku senang melihatmu pulang..Tadi aku fikir kau tidak akan pulang.."Vina duduk tepat disamping Arga,Wajahnya tak henti-hentinya menampakkan senyuman seraya menatap sang suami.
Menghela nafas pelan,Arga berbalik dan menatap Vina."Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.."Arga tampak ragu untuk mengatakan isi hatinya sekarang pada Vina.
"Iya.Katakan saja!!."
"Dengar!!...Aku minta maaf sebelumnya padamu.Mungkin selama ini aku memang sudah bersikap tidak adil padamu,selama pernikahan kita,aku bahkan tidak pernah memberikan hakmu sebagai seorang istri."Arga menjeda ucapannya sejenak."Aku merasa pernikahan kita adalah sebuah kesalahan.Tapi ini bukanlah kesalahanmu,kau hanya mengikuti apa yang diinginkan oleh orang tua kita.Kita berdua hanya korban dalam hal ini.."
Wajah Vina mendadak berubah setelah mendengar ucapan suaminya.Air matanya seketika jatuh,hatinya begitu sakit mendengar kata-kata Arga yang mengatakan jika pernikahan mereka adalah sebuah kesalahan.
"Jangan menangis Vina!!...Aku minta maaf jika kata-kataku menyakitimu..Tapi aku berjanji padamu,aku akan mencoba membuka hati untukmu,meski sulit tapi aku akan berusaha."Arga menggenggam tangan Vina erat.Meski dia tidak mencintai Vina namun pantang baginya untuk melihat seorang wanita menangis.
Mata Vina mendadak berbinar mendengar janji yang diucapkan Arga padanya."Benarkah??..Apa kau yakin??.."Tanya Vina memastikan
Arga menjawab dengan menganggukkan kepalanya.Dan hal itu membuat Vina sangat bahagia dan langsung memeluk Arga.
"Terima kasih.."Ucapnya.
*
*
__ADS_1
*
Jam menunjukkan pukul 7:00 saat Tiara tiba dirumahnya dengan diantar oleh Riko.
Melangkah memasuki Rumah,Tiara langsung disambut tatapan tajam oleh sang Ayah.
"Darimana saja kamu??.."Tanya Arman seraya menatap puterinya datar.
"Aku habis jalan sama Riko Yah.."Tiara duduk disamping Ibunya seraya menundukkan kepalanya.
"Jalan sama Riko??..Apa kau tau jam berapa sekarang??...Kau pergi bersama seorang pria sampai malam??..Kau keterlaluan.."Arman meninggikan suaranya dan membuat Tiara terkejut.
"Tapi Yah..Ini baru jam tujuh..Dan lagipula kenapa Ayah sampai semarah itu??.."Tiara menatap tak percaya pada sang ayah yang menurutnya terlalu berlebihan.
Arman menatap Tiara tajam."Kau bertanya kenapa Ayah semarah itu??..Apa kau tidak berfikir??..Kau itu anak gadis,dan tidak seharunya kau pulang malam dan itupun diantar oleh seorang pria..Bagaimana jika pria itu berbuat tidak baik padamu??.."
"Tidak ayah.Ayah mengenal Riko kan??..Dia bukan pria seperti itu.." UcapTiara tidak mau kalah.
"Cukup Tiara!!..Jangan membantah ucapan Ayah..Mulai sekarang Ayah melarangmu pulang malam..Sekarang masuk kekamarmu!!."Titah Arman dengan tegas.
Tanpa membantah lagi,Tiara langsung melangkah menuju kamarnya tanpa memperdulikan panggilan ibunya.
"Mas,kau tidak seharusnya memarahinya seperti itu..Lagipula ini baru jam tujuh malam,tapi kau malah semarah itu.Kau keterlaluan.."Kania yang marah melihat sikap suaminya langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan suaminya sendiri.
Sedangkan didalam kamar.Tiara menghempaskan badannya diatas ranjang empuk miliknya.Rasanya dia benar-benar kecewa dengan sikap Ayahnya yang menurutnya sangat berlebihan.
...
Tiara melangkah menuruni anak tangga dengan wajah yang cemberut.Yah meskipun sedang marah,Tiara tetap tidak bisa menghukum cacing-cacing diperutnya yang sudah berdemo meminta makan.
Baru saja Tiara akan duduk dimeja makan,terdengar suara bel yang membuat semua langsung menoleh kearah pintu.
Saat pintu terbuka,tampaklah seorang gadis cantik yang tak lain adalah Rossa kakak dari Tiara.
"Selamat malam semuanya.."Sapa nya seraya berjalan kearah meja makan.
"Selamat malam.." balas Arman seraya menghampiri Puteri sulungnya itu.
"Maaf Ayah,aku pulang terlambat.."Rossa mencium punggung tangan Ayahnya seraya meminta maaf.
__ADS_1
"Tidak masalah..Kau pasti sangat sibuk hingga kau pulang terlambat..Sekarang kau makanlah!!."Ujarnya seraya menuntun puterinya menuju meja makan.
Tiara menganga tak percaya mendengar penuturan Ayahnya yang sama sekali tak mempermasalahkan keterlambatan kakaknya sedangkan saat dia pulang dia langsung dimarahi.
Ayah selalu saja bersikap seperti itu.Kalau kak Rossa yang membuat kesalah maka Ayah akam dengan mudah memaafkannya tapi jika aku,ayah pasti akan langsung menghukumku.Ini tidak adil.."
Tanpa pikir panjang.Tiara langsung bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan meja makan menuju kamarnya.
"Tiara kau mau kemana??.."Tanya Kania yang kaget dengan kepergian Tiara yang tiba-tiba,namun Tiara sama sekali tak menghiraukan panggilan itu.
"Tiara kenapa??."Tanya Rosa.
"Sudah biarkan saja.."Arman tau kenapa Tiara marah namun dia tidak ingin memikirkan perihal itu sekarang.
Sedangkan didalam kamar.Tiara menjatuhkan badannya diatas sofa kamarnya.Air matanya seketika terjatuh dari matanya.
"Kenapa Ayah selalu memperlakukanku berbeda dari kak Rossa??..Apa aku bukan anaknya juga??..Ayah selalu saja mencari kesalahanku tapi jika kak Rossa berbuat salah maka Ayah dengan mudahnya memaafkan..Aku benci Ayah.."Tiara melempar bantal sofa kesegala arah.Hatinya begitu sakit saat mengingat perlakukan sang ayah yang selalu membedakannya dengan kakaknya.
Tak lama terdengar suara ketukan yang membuat Tiara menghapus air matanya.
"Tiara,boleh kakak masuk??.."Tanya Rosa yang sudah membuka pintu kamar Tiara.
Tanpa mendapat jawaban.Rosa langsung masuk dengan membawa nampan berisi makanan.
Meletakkan nampan diatas diatas meja.Rossa kemudian berjalan dan duduk tepat disamping Tiara.
"Kamu kenapa??...Kenapa kamu pergi tanpa makan malam dulu??..Apa kau ada masalah??."Rossa menggenggam erat tangan adiknya seraya menatapnya dengan kasih sayang.
Sejak dulu mereka memang sangat dekat.Meski perlakukan sang ayah berbeda namun Rossa tetap selalu menyanyangi sang adik.
"Aku baik-baik saja.."Jawab Tiara seraya menunduk.
"Apa kau bertenhkar lagi dengan Ayah??."Tanya Rossa.
"Tidak.."Jawab Tiara singkat.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG