
Tiara masih menangis seraya duduk ditepi ranjang dengan ditemani oleh Vina.Sedangkan Riko sedang bersandar pada tembok seraya menundukkan kepalanya.
"Sudahlah!!..Sebaiknya kamu lupakan saja wanita itu Riko!!..Lagipula masih banyak wanita diluar sana yang jauh lebih baik daripada dia..Jadi untuk apa sih,kamu tangisin dia??.."Sarah menunjuk Tiara dengan ekor matanya.
"Nggak bisa Mah..Nggak semudah itu buat Riko lepasin Tiara begitu saja..Kami udah pacaran lama,dan Riko udah mantap ingin melamar dan menikahi Tiara,Tapi semua rencanaku itu rusak gara-gara Kak Arga..Dia udah merebut orang yang paling Riko cintai.."Riko menatap Arga dengan tatapan kebencian,rasanya ingin sekali dia mengajarkan kakak tirinya itu habis-habisan,tapi dia sadar jika dia tidak akan mampu melakukan nya.
"Jangan menyalahkan orang lain karena kesalahanmu sendiri!!..Salah sendiri kenapa kamu menghilang disaat dia butuh.."Cibir Arga.Rasanya puas sekali karena bisa melihat adik tirinya itu merasa sedih seperti itu.
Terdengar Bram menghela nafas kasar,sejak tadi dia hanya diam dan mendengarkan,namun kali ini sepertinya dia akan membuka suaranya.
"Kamu itu keterlaluan Arga...Kamu itu sudah punya istri,tapi kamu malah merebut calon istri adikmu sendiri..Kamu benar-benar kelewatan.."Bram berucap seraya melangkah mendekati putaranya yang kini masih duduk disofa.
Arga menghela nafasnya pelan,raut wajahnya seketika berubah dari senang menjadi kesal.Bangkit dari duduknya,Arga langsung menatap Bram dengan tatapan tajam.
"Aku ini keterlaluan,aku juga brengsek.Sepertinya aku ini selalu berbuat salah ya??..Dan kesalahanku itu selalu dikritik oleh Papa..Tapi aku mau tanya sama Papa..Apa pernah Papa memarahi Riko saat dia melakukan kesalahan??..Apa pernah Papa menegurnya saat dia berbuat salah??..Sepertinya tidak ya??..Karena dia adalah anak kesayangan Papa..Aku bingung sebenarnya,yang anak kandung Papa itu siapa??..Aku atau Riko??..Karena yang aku lihat,Papa jauh lebih menyanyangi dia daripada aku..Tapi sudahlah,semua kini sudah tidak penting lagi bagiku..Karena aku tidak memerlukan orang-orang seperti kalian dihidupku.."Arga berjalan mengelilingi Bram dan kemudian berhenti tepat didepan pria tua itu.
"Kamu itu salah paham..Papa itu menyanyangi kalian berdua..Papa nggak pernah beda-bedain.."
"Tidak perlu dijelaskan tuan Bram Atmajaya..Bagiku kau itu sudah mati..Setelah kau dan istri tercintamu ini membuat Mamaku Bunuh diri.Sejak saat itulah aku menganggamu sudah mati..."Arga menunjuk wajah Bram dengan jari telunjuknya.
"Jangan kurang ajar kamu Arga!!..Kamu fikir,siapa yang yang membesarkan kamu sampai kamu sukses seperti ini??.Hah??.."
__ADS_1
"Tidak ada yang membesarkan aku..Apa anda lupa??..Sejak Mama aku meninggal anda sibuk berpacaran dengan nyonya Sinta pacar gelap Papa..Bahkan belum cukup lama Mama meninggal Anda sudah menikah dan membawa wanita itu masuk Kerumah kita..Bahkan anda selalu memarahi bahkan memukuli aku karena kesalahan anak tiri papa..Dan mulai saat itu aku sudah bertekad untuk membalas semuanya dan membuat hidup kalian semua sengsara.."Arga perlahan melangkah menjauh dan kemudian kembali berbalik dan menatap Bram dengan tatapan licik nya.
"Kamu berani mengancam Papa Arga??.."
"Tentu saja..Kenapa aku harus takut??..Bukankah sekarang saya Sudah tidak hidup dari uang anda lagi??..Jadi saya berhak melakukan apapun yang saya mau.."Tegas Arga.Mendengar kata-kata Arga membuat Bram marah dan akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar hotel itu dengan disusul oleh Sinta istrinya.
Melihat orang tuanya pergi,Riko hanya diam seraya terus menatap Tiara yang kini juga sedang menatap dirinya.Kenangan indah masa lalu mereka saling terlintas dipikiran masing-masing hingga membuat hati keduanya terasa hancur.
Riko menghela nafasnya pelan,tatapannya kini beralih pada Arga.Dengan langkah pelan,Riko mulai mendekati Arga.
"Aku tau selama ini kau membenciku..Aku minta maaf soal itu..Tapi kau tidak harus melakukan semua ini..Dengan kamu menikahi Tiara,itu sama saja dengan kau membunuhku..Jadi kumohon padamu,tolong lepaskan Tiara,aku akan melakukan apa saja asalkan kau mau melepaskannya untukku.."Riko mengatupkan kedua tangannya seraya memohon dengan wajah memelas.
"Kenapa harus ku lepaskan jika itu bisa membuatmu menderita??..Tujuanku menikahinya memang untuk itu,jadi aku tidak sebodoh itu sampai melepaskan dia yang akan membuatmu mati setiap hari.."Arga tersenyum licik seraya menepuk bahu Riko beberapa kali.
"Kenapa kau begitu dendam padaku??..Jika memang kau begitu ingin menghancurkan kehidupannku maka lakukan padaku?!..Jangan lampiaskan pada Tiara,dia tidak bersalah.."Riko masih terus berusaha membujuk Arga.
"Aku rasa kau sudah tau jawabannya..Jadi sekarang keluarlah!!..Apa kau tidak mengerti?..Ini adalah malam pertamaku dengan istriku,jadi pergilah!!..Kau tidak mungkinkan akan disini menyaksikan kemesraan kami??.."Senyum licik itu semakin mengembang.Arga merasa begitu puas melihat raut wajah kesal Riko yang kini beranjak pergi.
Sebelum keluar dari ruangan itu,Riko sempat menoleh pada Tiara lalu kembali berbalik menatap Arga.."Lihat saja nanti!!..Aku akan merebut Tiara dari hidupmu,tunggu saja.."Setelah mangatakan hal itu,Riko langsung pergi meninggalkan kamar hotel tersebut dan menyisakan Arga,Vina dan Tiara didalamnya.
Selepas kepergian Riko,Raut wajah Arga mendadak berubah,wajah datarnya kembali terlihat.Dendam dalam hatinya semakin membara dan itu tidak akan pernah padam.
__ADS_1
"Aku keluar dulu.."Vina beranjak dari duduknya meninggalkan sepasang pengantin baru itu didalam kamar.
Terciptalah keheningan didalam kamar tersebut selepas kepergian Vina.Tiara merasa sangat takut,meski Arga sudah resmi menjadi suaminya,namun Tiara merasa tidak siap jika harus melakukan malam pertama dengan pria yang sama sekali tak dia cintai.
"Kenapa kau melihatku seperti itu??..Apa kau fikir aku akan menyentuh mu??..Jangan khawatir!!..Saat ini aku sedang tidak berminat,jadi kau bisa istirahat dengan tenang.."Arga yang tengah duduk disofa kamar itu sedang meneguk wine yang memang tersedia disana.
Tiara menghela nafasnya lega,untuk sekarang dia bisa bernafas lega karena Arga sepertinya tidak akan melakukan apa-apa padanya.
Tiara bersandar pada sandaran ranjang,pikirannya sedang menerawang jauh memikirkan bagaimana nasibnya kedepannya dengan pria yang baru saja menjadi suaminya.
Prang
Tiara tersentak kaget saat mendengar suara gelas pecah yang dilemparkan Arga ke tembok.Tiara menatap Arga dengan perasaan takut,terlihat jelas diwajah Arga jika saat ini dia tengah marah.
Tiara dengan segera masuk kedalam selimut dan menutupi tubuhnya sampai kepala dengan selimut tebal.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa like,komen and vote!!