Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Suami Idaman


__ADS_3

Vina berjalan menghampiri Tiara yang tengah membantu para pelayan membereskan meja makan usai sarapan pagi.


"Tiara,aku ingin bicara denganmu.."Ujarnya seraya menatap serius pada Tiara.


"Baiklah.."Jawabnya.Vina berjalan menuju ruang tamu dengan diikuti Tiara dibelakangnya.


"Duduk!!.."Titah Vina.Tiara langsung duduk tepat disamping Vina dengan wajah yang penuh tanya.


Jantung Tiara berdetak kencang saat melihat raut wajah Vina yang tampak sangat serius,dia seakan tau apa yang ingin dikatakan oleh Vina.


"Tiara,kau tau kan kalau saat ini aku sedang hamil??.."Tanyanya membuka pembicaraan.


Tiara menganggukkan kepalanya tanda jika dia setuju dengan ucapan Vina.


"Kalau kau tau,Kenapa kau tidak bisa melepaskan Arga walau hanya sebentar??..Kau tau aku sedang hamil dan aku butuh perhatian suami aku,tapi kau selalu mengikatnya bersamamu,Jujur aku kadang berfikir apakah kau ingin merebut semua waktu Arga??.."Wajah Vina menunjukkan kekesalan sedangkan Tiara yang mendengar kata-kata Vina merasa sangat terkejut,dia tidak tau jika ternyata Vina berfikir demikian tentang dirinya.


"Apa yang kau katakan Vina??..Kau salah paham padaku,aku sama sekali tidak ada niat untuk merebut waktu tuan muda,aku sadar jika bukan hanya aku istrinya jadi aku tidak mungkin berfikir seperti itu.."Tiara berusaha menjelaskan kesalahpahaman yang sedang terjadi antara dirinya dan Vina sekarang.


"Benarkah??..Aku tidak yakin,buktinya selama ini Arga jauh lebih banyak menghabiskan waktu denganmu dibandingkan denganku sedangkan sekarang yang sedang mengandung anaknya itu aku bukan kamu.Dan jika memang kau peduli,kau pasti akan meminta Arga untuk menemui ku tapi tidak,kau tidak melakukan itu.."Ucap Vina.Perasaan Tiara hancur seketika ketika mendengar semua ucapan Vina yang begitu menusuk.


Tanpa mengatakan apapun,Tiara langsung beranjak dari tempatnya meninggalkan Vina yang sedang menatapnya dengan kemarahan.


Tempat yang dituju Tiara saat ini adalah Taman Mansion,Karena hanya tempat itu saja yang bisa membuat perasaannya menjadi lebih tenang.


Pertahanan Tiara yang selama ini dia bangun runtuh seketika kerena ucapan Vina.Dia tau,Vina memang pantas marah padanya karena dia telah mejadi orang ketiga.


"Kenapa Vina jadi berubah seperti itu??..Jika memang dia marah padaku,lalu kenapa baru sekarang??..Kenapa sebelumnya dia menerimaku jika sekarang dia membenciku??..Selama ini aku sudah berusaha untuk menjaga perasaannya,aku sudah mengalah dan terus mengalah,tapi aku juga punya batas kesabaran,aku memang istri kedua tapi aku juga punya hati,jadi Vina tidak pantas untuk melakukan ini padaku.."Tiara jatuh terduduk diatas rerumputan hijau seraya memandang kearah danau yang ada dipinggir Taman itu.


Adam yang kebetulan lewat di taman itu seketika berhenti kala mendengar suara isakan yang tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Nona Tiara.."Panggilnya.


Buru-buru Tiara menghapus air matanya saat mendengar suara seseorang.


"Kau??..Apa yang kau lakukan disini??.."Tiara mencoba bersikap biasa agar Pria yang tak lain adalah pengawal pribadinya itu tidak curiga padanya.


"Saya kebetulan lewat sini Nona..Oh iya,Nona Tiara kenapa??.."Tanya Adam.


"Aku baik-baik saja,memangnya kenapa??.."


"Tidak,tapi mata Nona terlihat sembab seperti orang yang habis nangis.."Jawab Adam.


Tiara terdiam,percuma saja dia terus mengelak karena pada akhirnya air mata yang coba dia tahan akhirnya tumpah juga.


"Maaf sebelumnya Nona,tapi menurut saya saat kita sedang bersedih kita bisa melupakannya dengan cara berteriak sekencang-kencangnya,dengan begitu beban dihati kita bisa terluapkan.."Tutur Adam.Memang benar apa yang dikatakannya,berteriak adalah salah satu cara meluapkan rasa sedih dan juga kekesalan dalam hati kita karena dengan berteriak semua beban dihati akan ikut keluar seiring dengan teriakan kita.


"Terima kasih atas sarannya,Tapi sekarang aku sudah merasa lebih baik,makasih yah udah mau nemenin aku disini.."Tiara tersenyum kearah Adam.Jujur,bagi Tiara Adam adalah sosok pendengar dan teman yang baik tapi dia tidak bisa terlalu dekat dengan pria lain karena itu akan menjadi masalah nantinya.


***


Ditempat lain,tampak seorang pria tengah sibuk memasak dengan ditemani sang istri yang sejak tadi memperhatikannya.


Dialah Leon,seorang suami yang sangat mencintai istrinya hingga rela berbuat apa saja.Dan kini dia tengah menyiapkan makanan untuk sang istri yang tengah mengandung.


"Masih lama nggak??..Aku udah lapar.."Alya berjalan menghampiri Leon yang tengah sibuk mengaduk makanannya dengan wajah memelas.


"Tunggu sebentar lagi,ini akan segera siap.."Sejenak Leon menatap pada istrinya sebelum kembali fokus pada masakannya.


"Bisa tolong ambilkan piring nya??.."Ujar Arga.Alya dengan sigap langsung mengambilkan piring yang memang sudah tersedia diatas meja makan.

__ADS_1


Dengan hati-hati Leon memindahkan makanan keatas piring saji,sedangkan Alya sudah tampak begitu tidak sabar untuk menyantap makanan tersebut.


"Duduklah!!..Aku akan mengambilkan nasi untukmu.."Leon menarik kursi untuk Alya kemudian beranjak mengambil nasi untuk istri nya itu.


"Terima kasih Suamiku.."Ujarnya sebelum mulai menyantap makanannya.


"Astaga,ini lezat sekali,suamiku ini benar-benar pintar masak.."Leon tersenyum seraya menggelengkan kepalanya saat melihat istrinya yang begitu lahap menyantap makanannya seperti anak kecil.


Tak butuh waktu lama,makanan yang tersedia didalam piring itu tandas tak bersisa.."Aku kenyang.."Ujarnya seraya mengelus perutnya.


"Aku simpan ini dulu.."Leon adalah sosok suami idaman setiap wanita,karena meski sikapnya cenderung dingin jika sudah menyangkut masalah istrinya maka dia akan menjadi orang yang paling peduli dan juga Bucin.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya,Leon kembali duduk disamping istirnya seraya mengelus perutnya yang sudah mulai buncit.


"Terima kasih sayang,kau sudah mengurusku dengan sangat baik,aku sangat bahagia karena telah mendapatkan suami seperti dirimu yang sangat mencintaiku.."Alya memang salah satu perempuan yang sangat beruntung,tak sedikit wanita yang merasa iri kepadanya saat melihat bagaimana Leon memperlakukannya seperti seorang tuan putri yang begitu dia jaga.


"Kenapa berterima kasih??..Ini adalah tugasku sebagai suami dan Calon Ayah,yang kulakukan ini tidak lebih mulia dibandingkan kau yang telah mengandung anak kita..Aku harap kau bisa jaga diri baik-baik,aku tidak mau kalau sampai terjadi sesuatu padamu atau aku tidak akan memaafkan diriku sendiri..."Ujar Leon.


"Siap pak.."Alya langsung berdiri seraya hormat pada Leon hingga membuat pria itu menggelengkan kepalanya.


"Duduklah,jangan terlalu banyak pikiran oke!!..Jika kau butuh sesuatu maka katakan padaku,jangan lakukan apapun sendiri!!.."Titah Leon.Alya hanya bisa menghela nafasnya kasar dengan keposesifan suaminya,tapi Alya tau,Leon berbuat seperti itu karena sangat mencintai dirinya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa like,komen and vote!!


__ADS_2