
Tiara mengayun kakinya diatas rerumputan hijau disebuah tempat yang sangat indah dengan hamparan bunga berwarna-warni dan juga banyak kupu-kupu yang beterbangan menghiasi tempat itu.
Tiara sendiri tampak sangat cantik dengan balutan gaun berwarna putih yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih.
"Tempat ini sangat indah bagaikan surga..Disini aku bisa merasakan ketenangan.Disini tidak ada air mata dan penderitaan,aku merasa semua bebanku hilang saat menginjakkan kaki disini.."Tiara sadar,tempatnya sedang berdiri sekarang bukanlah dunia yang sama dengan dunianya sebelumnya.
"Apa mungkin sekarang aku sudah pergi dari duniaku sebelumnya??..."Bukannya merasa sedih,Tiara justru malah tersenyum bahagia seakan dia telah mendapatkan kebahagiaan yang dia cari.
***
Sedangkan Dirumah sakit,para Dokter yang menangani Tiara merasa sangat takut saat melihat layar monitor yang menunjukkan detak jantung Tiara yang telah berhenti.
"Bagaimana ini Dok??..Jika Nona ini tidak selamat maka kita akan kehilangan pekerjaan kita.."Ujar salah satu perawat yang merasa takut.
"Kita harus tetap berusaha..Karena jika sampai kita gagal maka tuan muda Arga Dirgantara tidak akan mengampuni kita..."Jawab Dokter yang ada bersamanya.
Para Dokter terus berusaha namun sayang,takdir telah berkata lain dan yang bisa mereka lakukan hanyalah Berdo'a demi keselamatan mereka sendiri.
Saat para Dokter tengah berusaha,Kania,ibu dari Tiara juga kini sedang Berdo'a dan meminta kepada Tuhan untuk keselamatan putrinya.Dalam Do'anya,Kania tak henti-hentinya menyebut nama putrinya yaitu Tiara.
*
*
*
"Tiara..."Tiara yang sedang sibuk menikmati indahnya pemandangan seketika menoleh saat mendengar suara seorang wanita yang tidak asing baginya dan sedang memanggil namanya.
"Suara itu...Itu suara Ibu..."Tiara yang tengah duduk langsung bangkit dan mengedarkan pandangannya mencari sumber suara.
"Ibu...Ibu ada dimana??.."Panggilnya.
Saat Tiara berbalik.Dia langsung tersenyum saat melihat sosok Ibunya sedang berdiri dan tersenyum kearahnya.
Dengan perasaan senang,Tiara langsung berlari dan memeluk Ibunya dengan perasaan bahagia.
"Aku senang Ibu ada disini.."Ujarnya seraya terus memeluk sang Ibu.
__ADS_1
Kania tersenyum seraya mengusap rambut puterinya.."Apa kau merasa bahagia disini??.."Tanya Kania.Tiara yang mendengarnya langsung mendongak dan menatap wajah Ibunya yang tampak serius.
"Aku bahagia Ibu..Lihatlah tempat ini!!..Sangat indah,aku merasa semua bebanku menghilang seketika ditempat ini..."Tiara melangkah menjauh dari Ibunya dan menunjukkan tempat indah itu pada Ibunya.
"Ibu senang melihatmu bahagia..Tapi apa kau tidak memikirkan perasaan Ibu,kakakmu Rosa dan juga Ayah??...Apa kamu pernah berfikir,gimana perasan kami setalah kamu pergi meninggalkan kami???..Hati kami akan hancur nak.."Ujar Kania.
Wajah Tiara mendadak berubah,Memang benar apa yang dikatakan Ibunya,jika dia pergi maka keluarga nya akan merasa sangat sedih dan kehilangan.
"Pikirkan baik-baik nak!!..Ibu akan menunggumu disana..."Kania tersenyum seraya berjalan mundur dan masuk kedalam sekumpulan cahaya terang yang menelan tubuhnya.
"Ibu...Ibu dimana??.."Teriak Tiara.
Tiara terdiam memikirkan semua ucapan Ibunya.Ingin rasanya dia tetap tinggal ditempat yang indah itu,tapi dia juga tidak bisa egois dan membuat Keluarganya bersedih.
"Iya..Aku tidak boleh egois dan memikirkan diri sendiri...Aku harus bisa menghadapi semua masalah demi keluargaku..Aku harus kembali..Iya aku harus kembali..."Tekad Tiara telah bulat..Dengan langkah cepat Tiara berlari kedalam kumpulan cahaya putih itu.
Sedangkan Dirumah sakit,Para Dokter telah pasrah pada keadaan.Kini mereka telah memutuskan untuk keluar dan memberitahukan kabar buruk itu kepada Arga.
Namun baru saja mereka berniat membuka pintu,suara pada layar monitor langsung menghentikan langkah mereka.
Para Dokter dan perawat langsung berbalik dan melihat kearah layar monitor dimana pada layar itu terdapat garis-garis yang melengkung dan menandakan jika Detak jantung pasien telah kembali.
"Kondisi pasien telah stabil..Sekarang kita sudah tidak perlu khawatir lagi..Pergilah dan katakan pada Tuan muda Arga bahwa istrinya sudah mulai membaik!!.."Ujar Sang Dokter dengan perasaan bahagia.
Salah satu perawat langsung keluar dan mengabarkan hal itu kepada Arga.
"Bagaimana keadaannya??.."Tanya Arga dengan wajah datar.
"Kondisi pasien sudah mulai stabil..Tapi kita masih harus menunggu sampai dua jam kedepan,karena pasien belum Sadar..Setelah pasien sadar,kami akan memindahkannya ke ruang rawat.."Jawab Perawat itu kemudian berlalu dari hadapan Arga.
Mendengar hal itu,Arga menarik nafas lega.Bukan karena dia merasa bersalah,namun dia tidak ingin jika sampai disalahkan karena dikira dialah penyebab kematian Tiara.
"Tuan..Tuan Andre sudah datang..."Ujar Leon.
"Bagus..."Ujarnya datar.
Tak lama kemudian muncul Andre dengan diikuti Vina dibelakangnya.
__ADS_1
"Kenapa kau mengajak Vina??.."Geram Arga saat melihat jika Vina datang bersama Andre.
"Ini bukan salah Andre...Aku yang memaksa ikut,itu semua karena aku khawatir sama Tiara...Aku nggak mungkin diam saja saat tau kalau Tiara tengah bertarung dengan maut karena menyelamatkan nyawa kamu..."Ujar Vina seraya berjalan mendekati Arga.
Arga tidak menjawab ucapan Vina.Baginya hal itu sama sekali tidak penting,karena yang terpenting sekarang adalah mencari keberadaan Riko.
Yah.Sebelumnya Arga telah mendapat kabar dari orang suruhannya bahwa Riko menghilang dari pulau itu.
"Aku ingin bicara dengan kalian berdua..."Ujar Arga seraya berjalan menjauh dari Vina.
"Kau tetaplah disini!!.."Titahnya pada Vina sebelum akhirnya dia pergi bersama Andre dan juga Leon.
*
*
*
Ketiga pria itu tengah duduk didalam sebuah ruangan khusus didalam Cafe yang memang sengaja dipesannya agar bisa bicara dengan leluasa pada kedua orang kepercayaan nya.
"Aku ingin kalian mencari tau keberadaan Riko!!...Riko itu orangnya licik,dan aku yakin setelah tertembak kemarin dia pasti selamat dan diselamatkan oleh seseorang..."Ucap Arga dengan tatapan tajamnya.
"Saya sudah menugaskan orang-orang saya untuk mencarinya disekitar pulau itu..Dan saya akan segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini..."Jawab Andre.
"Itu bagus Andre..Kau memang selalu bisa diandalkan..Tapi jangan lupa!!..Kau juga harus menjelaskan semua kepada Leon,karena mulai sekarang dia akan menjadi Asistenmu.."Arga menatap wajah Andre yang tampak keberatan dengan keputusan nya.
"Baik tuan muda..."Jawab Andre datar.
Arga menyeringai licik..."Aku yakin,Riko pasti tidak akan berani kembali Kerumah orang tuanya..Tapi aku juga yakin,dia pasti akan tetap berusaha membawa Tiara pergi..Tapi dia lupa,dia sedang berhadapan dengan Arga Dirgantara sang mafia kejam..."
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa Like,komen and vote!.