
Arga duduk termenung didalam ruang kerjanya.Sejak kejadian tadi sore,Arga hanya diam dan bahkan tak sekalipun melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya.
Sedangkan diruangan lain.Tampak Vina tengah duduk seraya meminum susu hamil yang sudah disiapkan untuknya.
Sama seperti Arga,Vina juga tidak keluar dari kamarnya sejak kejadian tadi sore.Kejadian itu benar-benar sangat mempengaruhi Arga,Vina dan Tiara.Mereka memilih untuk saling menyendiri ditempat masing-masing.
Jam sudah menunjukkan pukul 10:30.Vina yang sejak tadi menunggu dengan harapan Arga akan menemuinya setelah apa yang dikatakannya sore tadi ternyata harus kembali menelan pil pahit kala orang yang ditunggunya tak kunjung datang.
"Lagi-lagi kau melakukan ini Arga..Aku pikir setelah semua yang aku katakan tadi kau akan menyadari kesalahan mu dan akan menemuiku disini tapi tidak,kau bahkan tidak meminta maaf padaku,aku benci kamu Arga.."Dengan penuh kekesalan,Vina menarik selimut serta sprei hingga semua jatuh berserakan dilantai.
Dengan perasaan sakit,Vina jatuh terduduk dilantai seraya menyandarkan tubuhnya pada ranjang.Hatinya begitu sakit kala membayangkan jika sekarang Arga tengah bersama dengan Tiara lagi.
Namun dikamar lain,tampak Tiara juga tengah menanti kedatangan suaminya yang sejak tadi tak kunjung muncul.
"Apa sekarang Arga sedang bersama Vina??..Mungkin setelah apa yang dikatakan Vina hari ini membuat Arga merasa bersalah dan menemui Vina..Aku tidak boleh merasa sedih ataupun cemburu,karena Vina juga berhak bersama Arga,apalagi beberapa hari ini Arga selalu menghabiskan waktu denganku..Sekarang adalah giliran Vina kan?.."Tiara berusaha menguatkan hatinya kala membayangkan jika sekarang Arga tengah menghabiskan malam dengan istri pertama nya.
****
Dirumah sakit,tampak Rosa tengah berjalan terburu-buru seraya membaca sebuah dokumen ditangannya dan...
Brukh
Rosa tak sengaja menabrak seseorang hingga badannya terhuyung kebelakang tapi dengan sigap orang yang tak lain adalah Vero itu menangkap tubuh Rosa hingga tak terjatuh kelantai.
Seketika pandangan mata keduanya bertemu dan membuat jantung Rosa berdetak lebih cepat.Bahkan berkas yang dibawa Rosa beterbangan dan jatuh satu persatu diatas mereka hingga menambah kesan Romantis diantara keduanya.
Namun seketika momen romantis itu berakhir kala Rosa mulai sadar dan menjauhkan diri dari Vero.
"Kau baik-baik saja??.."Tanya Vero.Rosa menjawab dengan menganggukkan kepalanya yang tertunduk lalu segera berlalu dari sana.
Rosa berlari masuk kedalam ruangannya dan langsung menutup pintunya seraya menyandarkan diri di pintu.
__ADS_1
Seketika wajah Rosa memerah kala mengingat momen tadi yang disaksikan begitu banyak orang.
"Kenapa jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya??..Apa ini mengartikan sesuatu??"Rosa memegangi dadanya dengan perasaan yang campur aduk.Apalagi saat mengingat permintaan Vero yang bahkan belum dia jawab.
Tok tok tok
Sebuah ketukan di pintu membuyarkan lamunan Rosa.Menarik nafas pelan Rosa berusaha mengendalikan perasaannya agar tidak ada yang curiga.
"Masuk!!.."Titahnya.
Saat pintu terbuka,tampak Vero berdiri didepan pintu bersama dengan seorang suster dibelakangnya.
"Dokter Vero.."Perasaan Rosa kembali bergemuruh kala melihat Vero dengan wajah yang tampak datar.."Ada apa??."Tanyanya.
"Kita memiliki pasien dengan keadaan yang cukup serius..Aku ingin mendiskusikan denganmu tentang langkah apa yang akan kita ambil untuk menyelamatkan pasien ini.."Vero tampak serius membaca berkas yang dibawanya seraya menunjukkan pada Rosa.
"Baik,silahkan duduk!!.."Rosa kembali kekursinya sedangkan Vero beserta suster tadi ikut duduk didepan Rosa.
Setelah berdiskusi cukup lama,akhirnya mereka memutuskan untuk segera menemui dan melakukan tindakan untuk pasien mereka.
****
Sesampainya dibawah,seperti biasa tempat pertama yang Tiara tuju adalah dapur karena semenjak hamil,Tiara sangat sering merasa lapar hingga dia harus bolak-balik ke dapur untuk mengambil makanan.
Sesampainya Tiara disana,wajahnya seketika berubah,bagaimana tidak,biasanya setiap dia masuk kedalam dapur,dia akan bertemu dengan Vina tapi sekarang dia tidak menemukan sosok itu dimanapun.
"Apa mereka masih tidur??..Tapi ini sudah siang,kenapa mereka?.." Dengan cepat Tiara menghapus pikiran-pikiran yang aneh dikepalanya tentang Arga dan Vina.
"Buatkan aku sarapan seperti biasa!!.."Titahnya pada pelayan sebelum keluar dari dapur.
Tiara kembali melangkahkan kakinya menaiki anak tangga namun tempat yang ditujunya kali ini bukanlah kamarnya melainkan kamar Vina.
__ADS_1
Sampai didepan kamar Vina,Tiara yang hendak mengetuk pintu seketika berhenti.Dia ragu untuk melakukan nya namun sedetik kemudian dia akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar tersebut.
Beberapa kali mengetuk namun tidak ada jawaban.Akhirnya Tiara yang merasa tidak enak hati pun memilih untuk pergi,namun saat akan melangkah,pintu kamar itu terbuka dan menampakkan Vina dengan penampilan yang berantakan.
"Mau apa kau disini??.."Tanyanya dengan angkuh.
"Sebenarnya aku..."
"Apa??..Apa kau kesini untuk mengatakan jika semalam kau bersenang-senang dengan Arga??..Kau mau pamer padaku kan.."Vina menatap Tiara dengan tatapan kemarahan sedangkan Tiara yang mendengar hal itu pun mengernyitkan keningnya.
"Apa maksud kamu Vina??..Aku sama sekali tidak mengerti..Bukannya semalam Arga tidur disini??.."Tiara yang sama sekali tidak mengerti pun mulai kesal dengan sikap kasar Vina padanya.
"Alah,kau tidak perlu berlagak sok tidak berdosa seperti itu Tiara..Kau juga tidak perlu berpura-pura mengatakan jika Arga tidak bersamamu semalam,sudah jelas jika semalam dia masih tetap memilih tidur denganmu meskipun aku sudah mengatakan banyak hal padanya kemarin,kau pasti telah menghasut dia untuk tidak menemui ku kan jadi kau tidak perlu berpura-pura di depan ku.."Tegas Vina.Mendengar hal itu,Tiara mulai memahami sesuatu.
"Jika Semalam Arga tidak tidur disini atau dikamarku lalu dimana Arga sekarang??.."Batin Tiara.
"Dengar Vina!!..Semalam Arga tidak tidur di kamar ku.Tapi jika semalam dia tidak bersamamu lalu dimana dia??.."Ucap Tiara.
"Mana aku tau Tiara...Bukannya setiap dia pergi kemanapun dia akan memberitahu mu??..Jadi jangan tanya padaku karena aku ini bukan orang yang penting dalam hidupnya jadi mana mungkin dia akan bilang padaku kemana dia akan pergi.."Vina tersenyum kecut dengan setetes air mata yang menetes dari matanya.
"Itu tidak benar Vina..."Vina dan Tiara seketika menoleh kala mendengar suara bariton yang berasal dari depan ruang kerja Arga yang tidak jauh dari sana.
Perlahan Arga mulai berjalan mendekati kedua istrinya dengan wajah datar.
"Maafkan aku Vina!!..Semalam aku sudah berfikir keras,dan aku memutuskan agar Tiara pindah dari Mansion ini.."Ujar Arga.Seketika Tiara langsung menatap tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Arga tentang memindahkan dirinya.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE!