
Kania dan kedua puterinya berjalan tergesa-gesa dikoridor Rumah sakit.Sebelumnya Kania yang sedang duduk diruang tamu terkejut setelah mendapat telefon dari pihak Rumah Sakit yang mengabarkan jika suaminya mengalami kecelakaan parah dan sekarang sedang dirawat Dirumah sakit.
"Permisi,suami saya atas nama Arman Sanjaya dirawat dimana Suster??.."Tanya Kania pada Resepsionis.
"Sebentar Ibu,Saya cek dulu.."Ujar Resepsionis itu seraya mulai mengecek.
"Tolong cepat suster!!.."Pinta Kania dengan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya.
"Pasien korban kecelakaan bernama Arman Sanjaya ada diruang operasi Ibu.."
"Baik suster terima kasih.."Kania dan kedua puterinya langsung mencari letak ruang operasi dimana Arman ditangani.
***
Kania berjalan mondar-mandir didepan pintu ruang operasi,sesekali wajahnya terangkat menatap lampu ruang operasi itu yang masih menyala.
"Ibu duduklah!!..Jangan terlalu banyak fikiran atau Ibu akan sakit!!..Do'akan saja Ayah,semoga dia bisa segera sembuh dan kembali berkumpul dengan kita."Tiara menuntun Kania agar duduk dikursi panjang disamping ruang operasi.
"Ibu sangat takut..Semoga saja Ayah kalian baik-baik saja.Semoga dia bisa melewati semua ini.."Kania menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,sungguh.Rasa khawatir yang di rasakannya ini benar-benar tidak bisa membuatnya tenang.
"Percayalah Ibu,Ayah pasti akan baik-baik saja,Apalagi Kak Rossa ada bersamanya,aku yakin,kak Rossa tidak akan membiarkan sesuatu hal yang buruk terjadi pada Ayah.."Tiara terus saja mencoba membujuk sang Ibu yang terus menangis seraya melihat kearah pintu ruang operasi.
Yah.Rosa yang juga berstatus Dokter ikut melakukan operasi bersama tim Dokter yang lain untuk menyelamatkan sang Ayah.
Satu jam berlalu.Lampu ruang operasi kini telah mati yang menandakan jika proses operasi telah selesai.Kania dan Tiara yang melihatnya langsung bangkit dari duduknya dengan perasaan was-was.
Pintu ruang operasi terbuka dan menampakkan Rosa dari balik pintu tersebut.
"Bagaimana keadaan Ayahmu??..Apa baik-baik saja??..Katakan Rosa!!.."Kania yang cemas terus melemparkan pertanyaan pada Puteri sulungnya itu.
"Operasi pertama berhasil Ibu..Tapi..."Rosa menggantungkan ucapan nya sejenak seraya menatap sang Ibu dengan sendu.
"Tapi apa kak??.."Tiara langsung menyela ibunya yang hendak bertanya.
__ADS_1
"Meski operasi pertama berhasil,namun karena banyaknya luka dalam,maka kami harus melanjutkan dengan operasi kedua.."Ucap Rosa.Wajahnya menampakkan kesedihan yang sama seperti yang dirasakan Ibu dan adiknya.
Kania langsung merasa lemas mendengar penuturan Rosa yang mengatakan akan melakukan operasi kedua untuk suaminya.
"Lakukan yang terbaik untuk Ayah kak!!..Aku percaya pada kakak,aku yakin,kakak pasti akan menyelamatkan hidup Ayah.."Kedua kakak beradik itu saling memeluk satu sama lain dan menumpahkan sejuta kesedihan yang mereka rasakan.
"Aku janji pada kalian..Aku akan menyelamatkan nyawa Ayah.."Rosa melepaskan pelukannya seraya menggenggam erat tangan sang adik.
Saat akan melangkah masuk kembali kedalam ruang operasi,langkahnya langsung terhenti kala seorang suster datang.
"Maaf Dokter Rosa..Sebelum memulai operasi kedua,pihak keluarga diharapkan untuk membayar biaya Rumah sakit terlebih dahulu.."Ujar suster itu.
"Kami pasti akan membayarnya tapi tolong tangani dulu suami saya!!.."Kania yang tadinya duduk dikursi tunggu langsung bangkit dan menghampiri sang suster.
"Maaf Ibu,tapi ini sudah ketentuan Rumah sakit..Silahkan Ibu mengurusnya diresepsionis!!.."
"Kira-kira berapa biayanya suster??.."Kania tampak ragu,dia sangat tau bagaimana kondisi keuangannya sekarang,apalagi Rumah dan Perusahaan nya juga sudah berpindah tangan.
"Semuanya ada disini Ibu.."Suster itu menyerahkan selembar kertas putih pada Kania.
"Ibu ada apa??.."Tiara dengan cepat menahan tubuh ibunya yang hampir terjatuh.
Karena tak mendapat jawaban dari sang Ibu,dengan cepat Tiara langsung mengambil kertas itu dari tangan Ibunya.
"Biayanya sebanyak ini??.."Gumamnya saat melihat apa yang sebelumnya sang Ibu lihat.
"Kak..Apa kita punya uang sebanyak ini??.."Tiara menunjukkan lembaran kertas itu pada Rosa.
"Aku tidak yakin,tapi kita bisa mengambil uang dari kantor Ayah..Dan aku juga masih punya tabungan,aku yakin kita bisa menutupi ini dengan uang itu.."Rosa berucap dengan yakin,namun tidak dengan Kania, wajahnya terlihat sangat pucat.
Saat Rosa akan menghubungi pihak Kantor ayahnya,dengan cepat Kania langsung mencegahnya.
"Berhenti nak!!..."
__ADS_1
"Kenapa Bu??..Kita harus membayar biayanya segera agar Ayah bisa ditangani.."
"Jangan telfon Kantor itu!!.."Titah Kania lagi.
"Tapi kenapa Bu??.."Tiara dan Rosa kompak menatap Kania bingung.
Ragu.Mungkin itulah yang dirasakan Kania saat ini,ragu untuk mengatakan hal yang sebenarnya, sesuatu yang selama ini dia sembunyikan dari kedua anaknya.
"Sebenarnya ada sesuatu yang Ibu dan Ayah sembunyikan dari kalian.."Ujar Kania.
"Apa itu??.."
Kania menarik nafas panjang kemudian duduk dikursi panjang yang kemudian diikuti oleh Rosa dan Tiara.
"Maafkan Ibu sebelumnya,Ibu sama sekali tidak ada niat untuk menyembunyikan hal ini dari kalian berdua.Ibu hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan nya pada kalian.."
"Sebenarnya ada apa Ibu??.."Tanya Tiara lembut.
"Sebenarnya,Rumah dan Perusahaan itu sudah bukan milik kita lagi..Dan kita sudah tidak punya hal lagi didalam Rumah dan Perusahaan itu.."Kania menjatuhkan setitik air matanya setelah mengatakan hal yang selama ini dia simpan.
Alangkah terkejutnya Tiara dan Rosa mendengar ucapan sang Ibu.
"Apa maksud Ibu??..Ini tidak mungkin,bagaimana ini bisa terjadi Ibu??.."Rosa seakan tak percaya mendengar hal sebesar itu yang menurutnya sangat tidak mungkin.
"Waktu itu,Perusahaan Ayah mengalami kerugian besar,dan para karyawan berdemo dan meminta agar gaji mereka dibayar.Ayah kalian tidak punya pilihan lain selain meminjam pada seorang pengusaha kaya raya,dan dalam pinjaman itu,Ayah kalian telah menjaminkan Rumah dan Perusahaan,karena uang yang dipinjam Ayah kalian sangat besar.Beberapa hari yang lalu,Pengusaha yang meminjamkan Uang pada Ayah kalian meminta agar Ayah kalian segera membayar atau dia akan mengambil seluruh aset kita.
Saat itu,Ayah kalian kebingungan,dia tidak tau harus berbuat apa,dan pada akhirnya Ayah kalian mencoba untuk meminta waktu lagi,tapi orang itu meminta jamianan pada Ayah,Ayah kalian sangat kebingungan,karena dia sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dijaminkan.Namun akhirnya Ayah kalian me.. menjaminkan salah satu puterinya untuk dinikahkan dengan pria itu.."Ujarnya,namun pada kalimat terakhir,Kania merasa takut.Takut akan timbul kekecewaan pada hati Puteri-puterinya.
Tiara dan Rosa tercengang mendengar ucapan sang Ibu.Dan yang lebih menyakitkan adalah saat Ayah mereka menjaminkan salah satu dari mereka untuk menebus utang.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG