Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Kehilangan Sosok Ayah


__ADS_3

Proses pemakaman Arman telah selesai dilakukan.Dengan masih berurai air mata,Tiara menaburkan bunga keatas pusara sang Ayah.


Selesai menaburkan bunga,Tiara lalu berjongkok dan mengelus nisan sang Ayah.


"Maafkan Tiara Ayah,Gara-gara Tiara Ayah jadi meninggal..Demi Mengucapkan Happy birthday pada Tiara,Ayah rela malakukan apa saja tapi apa yang Tiara lakukan?..Tiara tidak pernah menghargai semua itu,maafkan Tiara Ayah..."Ucap Tiara,Hatinya begitu terasa sakit saat mengingat momen-momen kebersamaan mereka yang sangat bahagia.Namun sekarang,semua telah berakhir karena Arman sudah berada dipangkuan sang ilahi.


"Sudahlah nak!!..Ikhlaskan Ayahmu,jika kau terus menangis seperti ini maka Ayah tidak akan pergi dengan tenang.."Ucap Kania menenangkan puterinya.


Tiara langsung memeluk ibunya erat seraya menangis tersedu-sedu,hatinya seakan teriris saat menyaksikan pusara Ayahnya.


"Sekarang kita pulang ya...Kita juga harus menemui kakakmu Dirumah sakit.."Setelah merasakan Tiara sudah cukup tenang,akhirnya Kania mengajaknya untuk pulang.


Sedangkan Rosa,dia sempat dilarikan kerumah sakit sebelum Ayahnya dimakamkan.Karena tidak bisa menahan keterkejutannya atas meninggalnya sang Ayah,Penyakit Rosa kambuh saat melihat wajah sang Ayah.


***


Sesampainya Dirumah sakit,Kania dan Tiara langsung menghampiri Rosa yang terlihat sedang menangis diatas ranjang rawatnya.


Dengan sigap Kania langsung memeluk dan menenangkan puteri sulungnya itu.


"Kenapa Ibu tidak menungguku??...Aku juga ingin melihat Ayah untuk yang terakhir kalinya saat Ayah ditimbun tanah.."Rosa terisak didalam pelukan sang Ibu.Yah,anak mana yang tak akan merasa sedih jika dirinya tidak bisa menghadiri pemakaman Ayahnya sendiri.


"Dengarkan Ibu Rosa,apa kau tega membuat Ayahmu menunggu lama??...Seseorang yang telah tiada memang sudah seharusnya untuk segera dimakamkan nak,jadi sebaiknya kau kirimkan Do'a sebanyak-banyaknya untuk Ayahmu karena itulah yang paling dia butuhkan.."Kania paham betul bagaimana perasaan puteri sulungnya itu,pasalnya selama ini,Rosa adalah orang yang paling dekat dengan Arman.


Tatapan Rosa kini beralih pada Tiara yang tengah berdiri dibelakang Ibunya.Melepaskan pelukannya,Rosa kini beranjak turun dari ranjang dan menghampiri Tiara.


"Sekarang kau sudah puas kan??...Sekarang kau pasti sangat bahagia,karena sekarang Ayah sudah tidak ada dan kau tidak akan pernah melihat wajahnya lagi.."Ujar Rosa disertai tatapan kebencian kepada adiknya.

__ADS_1


"Apa maksud kakak bicara seperti itu??...Kakak fikir aku bahagia melihat Ayah meninggal??.."Teriak Tiara.


"Tentu saja kau bahagia.Bukankah selama ini kau sangat membenci Ayah??...Bahkan waktu itu saat Ayah mengejarmu hingga terjatuh kau sama sekali tidak menoleh..Apa kau tau,setelah kejadian itu,Ayah sering menyendiri dan menangis dan semua itu gara-gara dirimu yang terlalu egois..."Cecar Rosa.Mendengar kata-kata kasar Rosa pada istrinya membuat Arga geram dan akan bertindak namun langsung ditahan oleh Tiara.


Tiara melangkah maju dan mendekat kearah Rosa dengan tatapan tajamnya dan........


Plak


Satu tamparan mendarat tepat di pipi sebelah kanan Rosa.Kania yang melihatnya langsung menganga tak percaya melihat sikap Tiara yang menurutnya kasar itu.


Dengan kasar Kania langsung menarik tangan Tiara agar menghadap kearahnya..."Apa yang kau lakukan Tiara??...Berani sekali kau menampar kakakmu sendiri..."


"Lalu apa yang harus kulakukan Ibu???...Apa Ibu tidak mendengar apa yang dia katakan??..Bicaranya itu sudah sangat kelewatan,dan seharusnya yang Ibu tanya itu dia bukan aku..."Kesal Tiara.


"Tapi seharusnya kau bisa mengerti perasaan kakakmu.Dia saat ini sedang terpuruk nak,jadi mengertilah.."Ujar Kania,ucapan Kania ini sukses membuat hati Tiara terasa semakin sakit karena bukannya membelanya,Ibunya justru malah membela kakaknya.


"Tiara dengarkan Ibu nak..."Teriak Kania yang hendak menyusul Tiara namun dicegah oleh Arga.


"Berhentilah untuk selalu menyalahkan istriku!!...Kau melakukan kesalahan besar dengan mengatakan hal-hal itu padanya,karena mulai sekarang akan kupastikan dia tidak akan pernah menemui kalian lagi..."Arga menatap tajam pada Kania lalu kemudian berlalu menyusul Tiara keluar dari ruangan itu.


Kania menyesali ucapannya yang telah membuat puterinya sakit hati,dia sadar selama ini sikapnya pada Tiara memanglah keterlaluan,tapi dia juga sangat mencintai puterinya itu dan sekarang dia telah pergi dan mungkin tidak akan kembali lagi.


"Sudahlah Ibu,biarkan saja dia pergi.."Ucap Rosa.


"Tapi Ibu sudah keterlaluan padanya dan kau juga tidak seharusnya berkata seperti itu pada adikmu.Dia tidak mungkin merasa bahagia karena meninggalnya Ayah kalian.Apa kau lupa??..Saat Ayahmu sakit dan membutuhkan banyak uang,dia rela menikah dengan tuan muda demi bisa membayar biaya Rumah sakit Ayahmu..Dan sekarang dia pasti sangat kecewa dengan kita.."Kania semakin terisak memikirkan bagaimana hancurnya perasaan puteri nya kini.


Rosa hanya terdiam mendengar ucapan Ibunya,dia tau jika dirinya sudah keterlaluan dalam berkata pada adiknya.Namun rasa kehilangan membuat dirinya hilang kendali hingga menyakiti perasaan adiknya.

__ADS_1


***


Dalam perjalanan pulang,Tiara hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun,pikirannya sedang sangat kalut terlebih lagi tentang ucapan kakak dan juga Ibunya yang selalu terngiang-ngiang di kepala nya.


"Ini..."Arga menyodorkan sebuah kotak yang tidak lain adalah hadiah yang diberikan Ayah Tiara sebelum meninggal.


Dengan tangan bergetar,Tiara meraih kotak itu,kotak yang berukuran sedang dan berwarna biru itu terbungkus dengan rapi dengan dihiasi pita di atas nya.


Air matanya luruh begitu saja melihat kotak yang begitu istimewa yang diberikan Ayahnya sebelum menghembuskan nafas terakhir.


Melihat istrinya menangis seperti itu membuat dada Arga berdesir,ingin rasanya dia menghibur dan menenangkan gadis itu namun egonya menghalangi nya.


"Maafkan Tiara Ayah..."Ujarnya terisak.


Sesampainya Dimansion.Tampak Vina sedang berdiri didepan pintu seraya menunggu kedatangan mereka.


Dan saat Tiara turun dari mobil,Vina langsung menghampiri serta memeluk istri kedua dari suaminya itu.


"Sabar ya Tiara,aku tau betul bagaimana perasaanmu,maaf karena aku tidak bisa hadir dipemakaman Ayahmu.."Vina megelus punggung Tiara.Sungguh,melihat keadaan Tiara seperti itu membuat hati Vina ikut terluka karena diapun pernah mengalami hal yang sama saat dia kehilangan orang tuanya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa like,komen and vote!.


__ADS_2