
Cahaya matahari menembus masuk kedalam sela-sela gorden kamar yang terbang karwna tiupan angin pagi.
Terlihat,seorang Tiara mulai membuka matanya perlahan setalah semalaman tidak sadarkan diri.
Saat matanya terbuka sempurna,dia bisa merasakan seseorang yang sedang memegang tangannya.
"Tuan muda..."Ucapnya pelan saat melihat Arga tengah tertidur dengan posisi duduk bersandar pada sandaran ranjang.
Merasakan Ada gerakan,Arga pun mulai membuka matanya.
Namun saat Arga akan membuka matanya,Dengan cepat Tiara langsung berpura-pura tidur sebelum Arga benar-benar terbangun.
Perlahan,Arga mulai melepaskan genggaman tangannya dan turun dari ranjang dengan perlahan.
Setalah Arga masuk kedalam kamar mandi,barulah Tiara membuka matanya.
"Apa semalaman dia menemaniku disini??..Aku tau,sebenarnya tuan muda bukanlah orang yang jahat,tapi ada sesuatu yang membuatnya melakukan semua hal itu,ada sebuah rahasia dibaliknya,tapi apa itu??..Aku harus mencari tau hal ini..."Ujarnya.
Saat tengah berfikir,Arga keluar dari kamar mandi tanpa disadari oleh Tiara.
"Apa yang sedang kau fikirkan??...Apa kau sedang memikirkan tentang hukumanmu itu??..Ingatlah,jika kau tidak ingin aku hukum maka kau harus mematuhi semua ucapan ku dan jangan membantah!!.."Setelah mengucapkan hal itu,Arga langsung masuk kedalam ruang ganti tanpa mendengarkan jawaban dari Tiara.
*
*
*
Leon melangkah masuk kedalam Rumah dengan wajah yang tampak sangat lelah.Pasalnya,setelah bekerja dengan tuan muda Arga,tanggung jawabnya semakin besar dan membuatnya merasa lelah.
"Kau sudah pulang??..Darimana kau semalam??..Kenapa kau tidak pulang??..Kau bahkan tidak mengabariku.."Melihat suaminya pulang,Alya langsung menghampiri dan duduk disamping suaminya yang sedang duduk disofa ruang tamu.
"Maafkan aku sayang!!..Kau tau kan,sekarang bosku bukan lagi Tuan Riko,tapi sekarang aku sudah bekerja untuk Tuan muda Arga Dirgantara,dan tanggung jawabku setelah bekerja dengannya pasti lebih berat,jadi aku mohon maafkan aku!!.."Leon memegang tangan Alya lembut seraya tersenyum manis.
"Aku mengerti,tapi jangan pernah lupa untuk mengabariku.Kau tau sendiri aku orangnya mudah khawatir,kalau kau tidak pulang semalaman dan kau tidak mengabariku maka aku akan khawatir.."
"Iya,lain kali aku tidak akan lupa untuk mengabarimu...Tapi sekarang aku lapar,apa kau bisa memasak makanan untukku??.."Tanyanya dengan wajah memelas.
"Tentu saja,sekarang pergilah mandi dan ganti bajumu!!..Aku akan menyiapkan makanan untukmu..."Alya tersenyum kearah suaminya kemudian membantunya untuk membuka jasnya.
__ADS_1
"Baiklah nyonya Alya,saya akan melakukan perintah darimu..."Leon berdiri tegak kemudian hormat pada Alya.
Alya terkekeh geli melihat tingkah suaminya yang menurutnya sangat lucu itu.Setelah suaninya masuk kedalam kamar,barulah Alya berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk suaminya tercinta.
Satu jam kemudian,terlihat Leon berjalan menuruni anak tangga dengan sudah memakai setelan jas lengkap.
"Loh..Kamu mau kerja lagi??.."Alya mengernyitkan keningnya saat melihat suaminya yang sudah memakai pakian kerja.
"Iya..Kamu harus ngerti sayang,jika aku tidak bekerja keras,aku tidak akan bisa membahagiakan kamu.Aku janji sama kamu,akhir pekan nanti aku akan membawamu jalan-jalan..."Jawab Leon seraya mengusap pelan rambut istrinya.
"Baiklah...Kalau begitu kita sarapan sekarang.."Alya menarik tangan suaminya dan mendudukkannya di kursi meja makan.
Setelah itu,mereka pun memulai sarapan pagi mereka dengan bahagia.
***
Dimansion,Tampak Tiara tengah mencoba turun dari ranjang dengan keadaan yang masih sangat lemah.
Dengan sesekali memegangi kepalanya yang terasa pusing.Tiara mencabut jarum infus ditangannya kemudian turun dari ranjang.
Dengan langkah terhuyung-huyung,Tiara mencoba untuk mencapai pintu kamar mandi,namun belum sempat tangannya meraih handle pintu kepalanya langsung berdenyut dan diapun hampir saja terjatuh.
Saat Tiara akan terjatuh,sebuah tangan kokoh dengan sigap langsung menangkap tubuhnya.
"Tuan muda..."Ucapnya perlahan.
"Apa yang kau lakukan??...Siapa yang menyuruhmu untuk melepas jarum infus itu??..Katakan!!.."Bentak Arga seraya menatap tajam pada Tiara.
"Maaf tuan muda,saya tadi ingin kekamar mandi..."
"Kau ini banyak sekali alasan..Kau kan bisa memanggil pelayan untuk membantumu,dan kau tidak perlu sampai melepas jarum infus itu..Keadaanmu itu masih lemah..."Ucap Arga lagi.
Mendengar hal itu membuat Tiara tersenyum,dia tau,meski Arga berkata kasar padanya,namun dibalik kata kasar itu ada rasa khawatir yang tersembunyi.
"Kenapa kau Tersenyum seperti itu??..Apa kau jadi tidak waras sekarang??.."
"Tidak tuan muda..maafkan saya dan terima kasih untuk kepedulian tuan muda pada saya..."Mendengar kata-kata itu,barulah Arga sadar akan apa yang sebelumnya dia katakan.
Tanpa mengatakan apapun lagi,Arga langsung pergi Meninggalkan Tiara dan keluar dari kamar tersebut.
__ADS_1
Tiara tersenyum melihat tingkah Arga yang tampaknya merasa malu itu.
****
Sore harinya,Tiara yang sudah merasa lebih baik itupun memilih untuk membereskan kamarnya yang terlihat sedikit berantakan.
Tiara mulai menyapu dan membereskan sprei,semua bagian kamar itu dia sapu dan bersihkan.Namun saat sedang membersihkan rak buku,tanpa sengaja Tiara menjatuhkan sebuah Amplop berwarna cokelat yang tersimpan dirak buku itu.
"Apa ini??.."Dengan rasa penasaran,Tiara akhirnya meraih amplop itu dan melihatnya.
Perlahan Tiara mulai membuka Amplop itu dan memgeluarkan isinya..
Didalam Amplop itu terdapat foto-foto masa kecil Arga yang sedang bermain dengan ibunya.Bukan hanya foto masa kecil,bahkan Foto saat Arga remaja pun ada disana.
"Dia tampak sangat bahagia didalam foto ini...Dia tertawa dan tersenyum lebar seakan tidak ada masalah dalam hidupnya...Tapi kenapa Arga yang sekarang berbeda??...Arga yang sekarang tidak pernah lagi tersenyum bahkan tertawa..Sebenarnya apa yang terjadi pada Arga hingga dia berubah seperti itu...Aku harus memcari tau..."Tiara kembali memasukkan foto itu kedalam Amplop dan memgembalikannya kerak buku.
Tiara yang masih merasa penasaran akhirnya mulai mencari sesuatu apapun dikamar itu yang berhubungan dengan masa lalu Arga.
Saat sedang menggeledah lemari,Tiara menemukan sebuah kotak kecil yang digembok.
"Kotak apa ini??.."Tiara mencoba membuka kotak tersebut namun sayang kotaknya dikunci dan tidak bisa terbuka.
"Pasti ada sesuatu didalam kotak ini..Tapi kotaknya tidak bisa dibuka..Aku harus mencari kuncinya..."Tiara kembali meletakkan kotak tersebut kedalam lemari dan mulai mencari kuncinya.
Namun saat sedang sibuk mencari,Vina tiba-tiba masuk dan mengagetkan Tiara.
"Apa yang sedang kau cari Tiara??.."Tanya Vina saat melihat Tiara tengah berjongkok disamping ranjang.
"I..itu..Aku sedang mencari gelang ku..Aku tidak tau jatuhnya dimana..Itu adalah gelang kesayangan ku.."Elak Tiara.
"Benarkah??..Baiklah aku akan membantumu mencarinya..."
"Baiklah..."
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa Like,komen and vote!.