Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Gelang


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu,sejak kembali Dari Rumah sakit,tak pernah sekalipun Arga bicara ataupun datang menemui Tiara.


Namun semua itu tidak membuat Tiara terlalu kecewa karena setidaknya sekarang Arga lebih banyak menghabiskan waktu bersama Vina dan hal itu juga tidak membuatnya melanggar janjinya.


Kini Tiara tengah duduk diatas ranjangnya seraya memandangi sebuah gelang berwarna hitam dengan bandul huruf 'A'.


Gelang tersebut adalah gelang yang diberikan oleh sahabat masa kecilnya yang entah kini berada dimana.


Flash back on


"Ara..aku punya hadiah untukmu.."Ucap seorang anak kecil pada gadis kecil yang dipanggilnya Ara.


"Apa itu??.."Tanya gadis kecil itu seraya tersenyum manis.


"Tutup dulu matamu!!.."Ujarnya lagi.


Ara menutup kedua matanya sedangkan pria kecil nan tampan itu lalu memasangkan sebuah gelang ketangan Ara.


"Apa ini untukku??..."Tanya Ara dengan wajah senangnya.


"Tentu saja..Kelak jika kita berpisah maka gelang ini akan menjadi penanda yang akan membuat aku mengenali dirimu.."Ujar pria kecil itu seraya menatap Ara dengan tatapan penuh cinta.


"Memangnya kamu mau kemana???...Bukankah kita akan selalu bersama??.."Tanya Ara dengan raut wajah yang berubah sedih.


"Maafkan aku Ara!!...Papaku akan pindah kekota lain,dan akupun harus ikut bersamanya..Tapi kamu jangan khawatir,saat aku besar nanti,aku akan mencarimu...Teruslah simpan gelang itu!!...Karena lewat gelang itulah aku akan mengenalimu.."Jelas Pria kecil itu.


"Jangan pergi Arya!!...Aku tidak mau berpisah dari kamu..."Ara menangis seraya memeluk tubuh pria kecil bernama Arya itu dengan erat dan begitupun sebaliknya.


Flash back off


"Apa kamu masih mengingat aku Arya??...Aku penasaran,bagaimana wajah kamu sekarang??..Apakah kamu sudah menjadi pria sukses??..Apakah kamu akan menepati janji kamu padaku??.."Tiara terus bertanya pada dirinya sendiri seraya menatap gelang itu.


Pada saat sedang asyik memandangi gelangnya itu.Arga tiba-tiba masuk kedalam kamarnya dan membuatnya terkejut.


"Tuan muda...Apa kau membutuhkan sesuatu??.."Tiara langsung menghampiri Arga dan tanpa disadarinya,gelangnya malah terjatuh kelantai.


"Aku tidak butuh apapun.."Arga langsung berlalu dari hadapan Tiara menuju lemari.

__ADS_1


Entah kenapa saat Arga bersikap begitu dingin padanya,Tiara merasa sangat sedih,hatinya seakan terluka mendapati sikap suaminya yang begitu cuek padanya.


"Apa kau bisa keluar??...Aku harus mengerjakan sesuatu dan aku tidak ingin diganggu..."Arga berjalan kearah ranjang dengan membawa laptopnya.


Tanpa mengatakan sepatah katapun.Tiara langsung keluar dari kamar itu dengan perasaan dan hati yang sakit.


Setalah menutup pintu kamar,Tiara menyandarkan punggungnya di pintu seraya meneteskan air mata.


Kenapa hatiku sesakit ini hanya karena dia tidak bicara padaku???..Apakah aku sudah mencintai Suamiku sendiri??..Jika memang aku sudah mencintai nya,maka aku akan terus berusaha untuk menjadi istri yang baik untuknya..Dan aku harus kuat,aku harus bisa memaklumi sikapnya padaku... Batin Tiara seraya menghapus air matanya.


Sedangkan didalam kamar,Arga yang tengah sibuk didepan laptopnya seketika menoleh saat tak sengaja sudut matanya melihat benda berkilau dilantai.


Merasa penasaran,akhirnya Arga turun dari ranjang dan mendekat kearah benda berkilau itu.


"Gelang??...Gelang milik siapa ini??...Kenapa aku merasa tidak asing dengan gelang ini??.."Arga menatap gelang itu cukup lama hingga kilasan sebuah ingatan muncul di kepala nya.


***


Diluar Mansion,Nampak Tiara tengah berjalan seraya menghirup udara segar.Memang sejak Tiara sakit,tak pernah sekalipun Tiara keluar dari Mansion,dan kini baru pertama kali dia keluar.


Saat sedang asyik berjalan-jalan.Tiara mengernyitkan keningnya saat mendengar suara keributan dari arah Gerbang.


"Hentikan!!..Apa yang kalian lakukan??.."Bentak Tiara saat melihat para pengawal itu menyeret Ayahnya.


"Nona.."Mereka langsung berhenti ketika melihat Tiara datang menghampiri mereka.


"Apa yang kalian lakukan??..Kenapa kalian bersikap kasar pada keluargaku??.."


"Maaf Nona,tapi tuan muda sudah memerintahkan kami untuk mengusir siapapun yang ingin masuk tanpa se ijin darinya..."Jawab Pengawal seraya menunduk dihadapan Tiara.


"Biarkan mereka masuk!!..Aku yang akan bicara dengan tuan muda nanti.."Titahnya,pengawal itu terlihat bingung namun belum sempat dia menjawab,Tiara sudah membawa keluarganya masuk kedalam.


"Ayah..."Tiara langsung berhambur masuk kedalam pelukan sang Ayah yang telah lama dia rindukan.


"Apa kau baik-baik saja sayang??..Ayah sangat merindukanmu.."Arman memeluk erat sang puteri yang sudah begitu lama dia rindukan.


"Aku baik-baik saja Ayah..Bagaimana kabar Ayah sekarang??..Kenapa Ayah tampak kurus??.."Tiara melepaskan pelukannya seraya menatap sang Ayah dari atas hingga bawah.

__ADS_1


Arman tersenyum melihat kekhawatiran puterinya itu.."Ayah baik-baik saja...Apalagi sekarang Ayah sudah melihat puteri Ayah,keadaan ayah pasti akan semakin baik.."Ujar Arman seraya menangkap wajah puterinya.


Pandangan Tiara kini beralih pada Rosa dan Ibunya.Berjalan mendekat,Tiara kemudian langsung memeluk kakak dan juga Ibunya secara bergantian.


"Bagaimana kabar kalian??..Apa kalian baik-baik saja...Dan kak Rosa,bagaimana keadaan kakak??..Apa kakak masih sering merasakan sakit??..Apakah kakak sudah memeriksa kan diri??..."Tanya Tiara terus menerus.


"Satu-satu adikku!!..Bagaimana kakak bisa menjawab semua pertanyaanmu itu sekaligus??.."


"Maaf kak,aku hanya merasa khawatir sekaligus bahagia karena setelah sekian lama akhirnya aku bisa melihat kalian lagi.."


"Tapi kenapa kau tidak pernah menghubungi kami??..Dimana ponselmu??..Kakak sudah berkali-kali menghubungi kamu,tapi ponsel kamu tidak aktif.."Tanya Rosa.


"Ponselku hilang kak.."Jawab Tiara singkat.


Mendengar jawaban singkat dari adiknya,Rosa tak ingin bertanya lagi,dia tau meski adiknya sudah menikah dengan orang yang sangat kaya raya,namun dia yakin jika hidup adiknya tidak pernah bahagia disana.


"Maafkan aku ayah,Ibu dan kakak!!..Aku tidak bisa membawa kalian masuk tanpa ijin dari Tuan muda.."Tiara menundukkan kepalanya.


"Tidak masalah sayang,kami kesini memang bukan untuk masuk kedalam sana,kami kesini hanya untuk bertemu kamu.."Arman menepuk pundak Puterinya dengan penuh kasih sayang.


Ada banyak penyesalan yang dirasakan Arman.Terutama pada Puteri bungsunya itu.Arman sangat menyesal ketika dia membedakan kasih sayangnya hingga membuat Tiara merasa sedih.


Namun tanpa Arman sadari,puteri bungsunya itu begitu menyanyanginya hingga dia bisa berbuat apa saja demi sang ayah.


"Sayang..Apa tuan muda sering menyakitimu??.."Pertanyaan tiba-tiba Arman itu membuat Tiara sedikit terkejut.


"Tidak Ayah..Dia tidak menyakitku.."Jawab Tiara.


Tanpa mereka sadari,sejak tadi Arga tengah memperhatikan mereka dengan tatapan tajam.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa like,komen and vote!


__ADS_2