Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Adik kakak


__ADS_3

Tiara terbangun setelah mendengar suara ketukan di pintu kamarnya,sesaat ada perasaan bahagia dihatinya saat mengira jika yang berada didepan pintu kamarnya sekarang ada Arga suaminya.


Namun seketika raut wajah Tiara berubah saat mendapati jika yang ada didepan kamarnya bukanlah suaminya melainkan seorang pelayan.


"Selamat pagi nona,saya diminta tuan muda untuk mengantarkan sarapan.."Ucap pelayan itu seraya menyodorkan nampan berisi makanan pada Tiara.


"Terima kasih.."Tiara meraih nampan tersebut kemudian kembali masuk kedalam kamarnya.


Tiara sempat merasa kecewa karena bukan Arga yang ada didepan kamarnya,namun kini senyuman kembali terpancar diwajahnya saat melihat sarapan yang dikirim Arga untuknya.


Tiara langsung menyantap makanannya seraya tersenyum,entah kenapa namun Tiara merasa begitu senang hari ini,mungkin karena ini pertama kalinya suaminya mengiriminya makanan.


Usai memakan sarapannya,Tiara memutuskan untuk mandi sebelum akhirnya memutuskan untuk turun kelantai bawah.


Dilantai bawah,tak sengaja Tiara berpapasan dengan Vina yang sedang berjalan seraya memegangi kepalanya.


"Vina..Apa kau baik-baik saja??.."Tiara menghampiri seraya memperhatikan wajah Vina yang tampak pucat itu.


"Aku baik-baik saja,hanya saja kepalaku agak sedikit pusing,dan perutku terasa mual sejak pagi.."Keluh Vina seraya terus memegang kepalanya.


"Duduklah dulu,atau kita kerumah sakit saja??.."Tiara nampak sangat khawatir melihat kondisi Vina yang sangat lemah.


"Tidak usah,aku akan istirahat di kamar ku saja.."Tolak Vina,namun saat akan melangkah menaiki tangga,tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan dan jatuh pingsan.


"Vina..."Dengan sigap Tiara langsung menghampiri Vina seraya memangku kepalanya..


"Vina bangun,siapapun tolong aku!!..Cepat tolong.."Teriak Tiara.Para pelayan serta penjaga yang mendengar teriakannya pun langsung menghampiri dan mencoba untuk membantu.


"Angkat dia!!..Kita bawa kerumah sakit,dan yang lainnya tolong kabari tuan muda.."Adam yang baru saja tiba langsung mengangkat tubuh Vina dan membawanya keluar dari Mansion menuju mobil yang diikuti oleh Tiara.


"Masuklah Nona!!..."Setelah memasukkan Vina kedalam mobil,Adam lalu meminta Tiara masuk dan kemudian menutup pintu mobilnya.


Setelah semua masuk,Adam langsung masuk dan duduk dikursi pengemudi dan sesaat kemudian melajukan mobilnya keluar dari pekarangan Mansion.


***

__ADS_1


Tiara berjalan mondar mandir didepan ruang pemeriksaan Vina.Sejak masuk tadi,Dokter belum juga memberikan kabar apapun dan hal itu membuat Tiara cemas.


Tak lama kemudian,tampak Arga beserta Andre berjalan cepat kearahnya,dari raut wajah Arga terlihat jelas jika dia sedang sangat cemas.


"Dimana Vina??.."Tanyanya setelah berada didepan pintu dimana Tiara sedang berdiri.


"Dia ada didalam.."Melihat raut wajah cemas Arga membuat hati Tiara terasa sakit.Tiara tau,seharusnya dia tidak merasa cemburu,namun perasaan itu muncul tiba-tiba tanpa diundang olehnya.


Kayak jalangkung aja datang tak diundang😁😁.Kok Author malah ngelawak ya,padahal inikan momen sedih,emang ya Author kadang-kadang suka nggak ada akhlak😂😂.


"Bagaimana kondisinya??..Apa yang terjadi,kenapa dia bisa pingsan??.."Arga bertanya dengan nada tinggi hingga membuat Tiara terkejut.


"Saya juga tidak tau,saat saya turun kelantai bawah,tiba-tiba saya liat dia sudah pucat,saya juga sudah menawarkan untuk membawanya Kerumah sakit,tapi dia menolak.."


"Seharusnya jika dia menolak kau memaksanya..Tapi kau malah membiarkan nya,kalau sampai terjadi apa-apa padanya,maka aku tidak akan memaafkanmu.."Tegas Arga seraya menunjuk kearah Tiara.


Seketika air mata Tiara meluncur begitu saja,hatinya sangat sakit saat mendengar ucapan Arga yang menyalahkannya atas kondisi yang dialami oleh Vina.


"Kenapa tuan muda memarahi saya??..Saya juga sudah mengajaknya,tapi iya saya memang selalu salah dimata tuan muda.."Tiara melangkah pergi meninggalkan Arga dengan hati yang hancur,bagaimanapun ini bukanlah kesalahannya tapi dia yang malah disalahkan.


"Saya permisi dulu tuan muda.."Pamit Andre yang kemudian menyusul Tiara.


Apa aku sudah keterlaluan padanya??..Tidak seharusnya aku melampiaskan kekesalanku semalam kepadanya,apalagi aku menyalahkannya untuk apa yang terjadi,dia pasti sangat marah padaku..Arga membatin seraya duduk di kursi panjang.


***


Tiara tengah duduk seraya menangis di taman Rumah sakit,hatinya masih begitu terasa sakit setiap mengingat semua ucapan Arga yang menyakitkan itu.


"Apa saya boleh duduk Nona??.."Tiba-tiba Andre muncul dari belakang dan membuat Tiara refleks menghapus air matanya.


"Silahkan.."


"Apa nona sakit hati dengan perkataan tuan muda??.."Tanya Andre.Tiara lalu memalingkan wajahnya seraya mencoba menahan agar air matanya tidak tumpah.


"Tidak,aku sama sekali tidak sakit hati.."Jawabnya seraya memaksakan senyumnya.

__ADS_1


"Saya tau Nona sedang berbohong..Apa nona tau??..Nona sama persis seperti adik perempuan saya saat sedang berbohong..Dulu adik saya selalu menautkan jarinya saat sedang berbohong,dia juga tidak akan berani menatap mata saya.."Andre tersenyum seraya memandang lurus kedepan.Ini adalah pertama kalinya Tiara melihat Andre tersenyum tulus seperti itu dan hal itu membuat hatinya terasa sedikit lebih tenang.


"Adik??..Apa kau punya seorang adik perempuan??.."Tanya Tiara antusias.


"Iya,seandainya dia masih hidup mungkin dia akan seumuran dengan Nona.."Jawab Andre.Seketika raut wajah Tiara berubah setelah mendengar ucapan Andre barusan.


"Jadi maksudmu adikmu sudah meninggal??.."Tanya Tiara.Andre mengangguk pelan seraya tersenyum kearah Tiara yang juga sedang menatapnya.


"Maafkan aku,aku tidak tau jika dia sudah meninggal.."


"Tidak masalah..Lagipula Nona tidak salah apa-apa.."


"Dengar..Apa aku boleh meminta sesuatu darimu??.."Pertanyaan tiba-tiba Tiara itu membuat Andre menatap padanya.


"Silahkan Nona..Anda berhak meminta apapun dari saya.."Jawabnya.


"Bolehkan aku memanggil mu kakak??...Aku tidak punya kakak laki-laki,dan aku ingin merasakan kasih sayang dari seorang kakak laki-laki..Dan satu lagi,jangan memanggilku dengan sebutan Nona,panggil saja Tiara.."ujar Tiara.Andre seketika tercengang mendengar permintaan Tiara.


Andre terdiam,dia tidak tau harus menjawab apa.


"Apa kau keberatan??..Kalau keberatan nggak apa-apa,aku ngerti kok.."Melihat raut wajah Andre membuat Tiara merasa tidak enak hati,dia mengira jika apa yang dia minta terlalu berat untuk Andre.


"Sama sekali tidak Nona..Saya hanya terkejut mendengar permintaan Nona,tapi saya senang,tapi apa nona tidak keberatan jika saya menganggap Nona sebagai adik saya??.."Tanya Andre.


"Tentu saja tidak kak..Justru aku merasa senang,jadi mulai sekarang kau adalah kakakku dan aku adikmu,jadi jangan panggil aku Nona lagi,tapi Tiara saja..."Tiara tersenyum lebar seraya mengulurkan tangannya kearah Andre.


"Baiklah.."Andre menerima uluran tangan itu seraya tertawa dan ini pertama kalinya Andre tertawa setelah kepergian adiknya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa like,komen and vote!!


__ADS_2