
"Puterimu itu sudah berani bermain-main denganku..Setelah aku melakukan apa yang dia minta,sekarang dia malah berani kabur dariku..Jadi sekarang,cepat panggil dan suruh dia keluar..."Suara Arga semakin meninggi hingga membuat Rosa ketakutan.
"Aku tidak mengerti maksudmu..Dan juga,puteriku tidak mungkin menipu orang.."Tegas Arman membela puterinya.
Arga menyerigai seraya berjalan mengelilingi Arman.."Wah...Jadi sekarang kalian tidak mau mengakuinya lagi??..Setelah aku mengeluarkan begitu banyak uang untuk biaya operasi pria tua ini,sekarang kalian mau melupakannya??..Sungguh hebat drama keluarga ini..."
Arman semakin dibuat bingung dengan pernyataan Arga yang sama sekali tidak dapat dia mengerti.
"Apa maksudmu??..Uang apa??.."Tanya Arman.
"Oh..Jadi tidak ada yang memberitahu mu??..Tidak masalah,akan aku jelaskan semuanya.."Arga langsung duduk Disofa seraya melipat kakinya dengan tangan yang terulur kesandaran sofa.
Mendengar itu,Kania dan Rosa mendadak panik,hal yang ingin mereka sembunyikan kini akan dibongkar oleh Arga.
"Dengarkan aku tuan Arman Sanjaya..Puterimu Tiara telah datang padaku dihari dimana kau sedang dirawat Dirumah sakit dengan keadaan yang kritis..Dia datang dan meminta agar aku mau meminjamkan uang untuk biaya operasi dirimu itu..Yah.Tentu saja saat itu aku setuju,tapi dengan syarat,dia harus menikah denganku..."Jelas Arga.Arman seketika terkejut dan menatap Istrinya dengan tatapan yang seolah meminta jawaban.
Mendapat tatapan seperti itu dari suaminya,Kania hanya bisa menunduk seraya mengangguk pelan tanda jika apa yang dikatakan Arga memang benar adanya.
Arman menganga tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi,dia tidak pernah menyangka jika keluarganya akan menyembunyikan hal sebesar itu darinya.Apalagi putrinya Tiara yang telah berkorban sebesar itu untuknya.
"Kau sekarang sudah tau kan??..Jadi cepat bawa perempuan itu keluar!!..Atau kalau tidak,aku akan melakukan sesuatu yang tidak pernah kalian bayangkan sebelumnya..."Arga sudah hampir kehilangan kesabarannya sekarang,namun dia sama sekali belum melihat tanda-tanda kehadiran Tiara disana.
"Tapi dia tidak ada disini tuan...Dia sudah pergi sejak kemarin dan dia belum kembali.."Kali ini giliran Kania yang menjawab setelah melihat Suaminya yang seakan tak bisa lagi berkata-kata.
"Jangan berbohong!!.."Bentak Arga yang langsung bangkit dari duduk nya dan menodongkan pistol kearah Arman.
Melihat hal itu tentu saja membuat Rosa dan Kania merasa terkejut dan juga ketakutan.
"Cepat katakan dimana Tiara atau peluru dipistol ini akan menembus kepalanya!!.."Arga terus menodongkan senjata itu ke kepala Arman.
__ADS_1
"Saya mohon tuan,jangan lakukan itu..Saya benar-benar tidak tau dimana keberadaan Tiara..Jadi saya mohon jangan lakukan itu tuan.."Kania langsung memeluk suaminya seraya memohon pada Arga.
"Kalian benar-benar telah menguji kesabaran ku..."Arga mulai menggerakkan tangannya dan berniat menarik pelatuk pistol itu namun...
"Berhenti!..."Semua orang langsung menoleh saat mendengar suara seorang wanita dari arah pintu.
Seketika Arga langsung tersenyum miring saat melihat wanita yang sejak tadi dicarinya kini muncul juga.
"Aku mohon jangan lakukan itu!!..Kau mencari aku kan??..Sekarang aku ada disini,jadi tolong lepaskan Ayahku!!.."Tiara berjalan mendekati mereka dengan wajah memelasnya.
Arga tersenyum miring kemudian menurunkan senjatanya dan berjalan mendekati Tiara."Kau fikir,setelah kau berani bermain-main denganku aku akan memaafkanmu begitu saja??...Tidak semudah itu,aku akan memberimu hukuman yang akan membuatmu tidak berani lagi untuk berfikir mengkhianatiku..Sekarang,kau harus ikut denganku..."Arga menarik tangan Tiara kasar menuju pintu namun langkah mereka terhenti ketika Arman berdiri menghalangi jalan mereka.
"Aku tidak akan membiarkanmu membawa puteriku pergi,apalagi untuk menikah denganmu..Kau bisa saja melakukan apapun padaku,tapi tidak akan kubiarkan kau menikahi puteriku secara paksa..."
Arga menghela nafasnya pelan seraya menatap Arman dengan tatapan tajam.
Beberapa pengawalnya langsung masuk dan kemudian dua diantaranya memegangi Arman sedangkan yang lainnya langsung masuk dan mengacak-acak seluruh Rumah.
"Hancurkan semua barang!!..Jangan sisahkan apapun!!.."Titah Arga.
"Tidak..jangan lakukan itu!!..Aku mohon berhenti!!..Jangan lakukan ini aku mohon.."Tiara terus memohon namun Arga sama sekali tak mau mendengarkannya.
"Tolong tuan muda..Jangan lakukan hal ini!!..Saya mohon..Saya akan melakukan apapun asalkan tuan muda menghentikan semua ini.."
Arga tersenyum penuh kemenangan,karena kini dia sudah memiliki senjata untuk menekan Tiara agar gadis ini mau mengikuti semua keinginannya.
"Hentikan!!.."Titahnya.Semua anak buahnya langsung berhenti dan mengikuti perintah tuannya itu.
"Ini baru permualaan..Jika kau berani macam-macam maka aku tidak akan segan-segan berbuat hal yang lebih parah dari ini..."Ancam Arga."Sekarang ikut denganku!!.."Arga kembali menarik tangan Tiara namun lagi-lagi Arman menghentikan nya.
__ADS_1
"Jangan pergi Tiara!!..Ayah mohon,jangan hancurkan hidupmu dengan menikah dengan orang seperti dia.."Arman memyantukan kedua telapak tangannya didepan Tiara seraya memohon dengan wajah memelas.
Tiara langsung berhambur memeluk sang Ayah dengan berderai air mata.."Biarkan Tiara Ayah!!..Tiara yakin,Tiara akan bahagia dengan pilihan Tiara,jadi aku mohon banget sama Ayah..Jangan mempersulit langkahku,biarkan aku menjalani semua ini dengan tenang..Dan satu lagi Ayah,jangan pernah menyalahkan diri Ayah sendiri untuk hal ini..Karena semua ini bukan salah Ayah ataupun Ibu..Ini semua aku lakukan karena ini memang sudah menjadi tanggung jawabku sebagai seorang anak..Jadi aku mohon restui aku.."Tiara melepaskan pelukannya kemudian pergi meninggalkan tempat itu dan langsung masuk kedalam mobil milik tuan muda.
Arga menyeringai licik menatap Arman kemudian berlalu menyusul Tiara.
Selepas kepergian semua orang.Arman jatuh terduduk diatas lantai dengan berderai air mata.
Melihat hal itu,dengan segera Kania dan Rosa langsung menghampirinya.
"Kenapa semua harus terjadi??..Kenapa kalian tidak jujur pada dari awal??..Jika saja kalian jujur,maka kita bisa mencari solusi agar Tiara tidak perlu menikah dengan tuan muda Arga..Karena aku tau,pria seperti apa dia itu..Aku yakin sekali,puteriku tidak akan pernah bahagia menikah dengannya..."Arman menyesal,namun apa boleh buat,nasi sudah jadi bubur.Dia pun tidak akan bisa lagi berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kehidupan piterinya.
***
Sedangkan ditempat lain..Nampak seorang pria tengah bersiap dengan mengenakan pakaian rapih.Wajahnya sangat tampan dan ketampanannya hampir mendekati seorang Arga Dirgantara.
"Kau sudah siap??..Sebentar lagi kita akan berangkat untuk menemui kakakmu..Kita lihat bagaimana dia akan menyambut kita nanti.."Seorang wanita setengah baya masuk kedalam kamar pria itu.
.
.
.
BERSAMBUNG
Jangan lupa like,komen and vote!!
Terima kasih
__ADS_1