
Arga duduk Di bar mini miliknya yang terdapat didalam Mansion miliknya.Sudah beberapa gelas Wine yang diteguknya hingga kesadarannya mulai berkurang.
Setiap mengingat kejadian tadi entah mengapa membuat Arga sangat marah.Jika bukan karena ingin membuat Riko menderita dia pasti sudah menghabisinya tadi,namun baginya,jika menghabisinya begitu saja,itu akan sangat mudah.Arga ingin melihat Riko dan Ibunya sengsara dan merasakan apa yang dulu dirasakan oleh Ibunya Arga.
"Tuan muda..."Andre baru saja kembali setelah mengerjakan perintah dari Arga.
Arga sama sekali tak menjawab,dia hanya sibuk meneguk Wine didalam galasnya hingga membuatnya mabuk berat.
Andre yang sebelumnya ingin mengatakan sesuatu pun mengurungkan niatnya.Waktunya memang tidak tepat karena Arga tengah tidak sadar.
Melihat kondisi tuannya yang sudah mabuk berat,akhirnya Andre memutuskan untuk membopong tubuh tuan mudanya itu menuju kamar milik Vina.
Betapa terkejutnya Vina saat melihat kondisi Arga yang sedang mabuk berat dan dibopong oleh Andre.
"Loh..Dia kenapa??..Apa dia minum terlalu banyak??.."Vina bertanya seraya membantu Andre membaringkan Arga diatas ranjang.
"Iya nona.."Jawab Andre singkat.Ingin rasanya Andre menjawab lebih banyak namun melihat perhatian Vina yang begitu telaten merawat Arga membuatnya enggan untuk berkata apa-apa lagi dan memilih pergi.
*
*
*
Pagi harinya,Arga berangkat lebih pagi Kekantornya.Selain untuk menghindari bertemu Tiara,Arga juga memiliki rencana lain yang akan dilakukannya.
Sedangkan Tiara sejak kejadian itu,dia masih enggan melangkah keluar kamar.Dia hanya duduk saja sambil bersandar disandaran ranjang,ingin sekali rasanya dia memeluk Ibunya dan menceritakan segala keluh kesahnya namun sayang untuk menelfon saja dia tidak bisa,karena sejak pernikahannya Arga sudah mengambil ponselnya dan belum menggantinya.
Tak lama kemudian,terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.
"Masuk!!.."Titahnya.Tak lama kemudian,pintu kamarnya terbuka dan menampakkan seorang pelayan dengan nampan ditangannya.
"Permisi Nona..Nona Vina mengirimkan sarapan ini untuk Nona.."Pelayan itu bicara seraya menundukkan kepalanya.
"Taruh saja disitu..Nanti akan aku makan!!.."Ujarnya.Sebenarnya dia sangat enggan untuk makan,namun dia juga tidak ingin mengecewakan Vina dengan menolak niat baiknya.
"Baik Nona..."Pelayan itu lalu menaruh makanannya diatas nakas kemudian berlalu dari kamar tersebut.
__ADS_1
Selepas kepergian pelayan tersebut.Tiara kembali diam,Ingin rasanya dia meluapkan segala keluh kesahnya,tapi pada siapa??..Untuk menghubungi Chika sahabatnya saja dia tidak bisa,lalu pada siapa dia akan bercerita??..
***
Didepan gerbang Mansion,terlihat seorang wanita setengah baya tengah berdebat dengan para penjaga yang melarangnya masuk.
"Saya mohon,biarkan saya masuk..Saya ingin betemu anak saya.."Wanita itu tidak lain adalah Kania,Ibu dari Tiara.
"Maaf Nyonya..Tapi disini tidak ada anak Nyonya..Jadi silahkan anda pergi dari sini!!.."Penjaga itu tetap kekeh melarang Kania untuk masuk.
"Nggak mungkin,Tuan muda itu baru beberapa hari yang lalu menikahi puteri saya yang bernama Tiara Sanjaya,jadi saya yakin dia pasti ada didalam.."Ucap Kania.
Para penjaga itu saling pandang kemudian salah satunya pergi dan menghubungi Andre.
Ditempat lain,Andre yang tengah sibuk memeriksa beberapa berkas langsung menoleh saat mendengar ponselnya berdering.
Meraih benda pipih itu,Andre kemudian menggeser tombol hijau pada layar ponselnya kemudian menempelkannya ditelinga.
"Ada apa??.."Tanyanya dingin.
"Maaf tuan,tapi didepan ada seorang wanita yang mengaku sebagai Ibu dari Nona muda Tiara..Dan dia memaksa masuk.." Pengawal itu menjelaskan alasannya menghubungi Andre.
"Baik Tuan.." Jawab pengawal itu kemudian sambungan telpon nya pun terputus.
Andre yang sudah memutuskan sambungan telponnya langsung bergegas ke ruangan Arga untuk melaporkan hal itu.
Setelah mengetuk pintu dan mendapatkan izin masuk,Andre langsung membuka pintu dan berjalan mendekat kearah meja kerja Arga.
"Maaf tuan muda,Tapi saya baru saja mendapatkan kabar kalau Nyonya Kania Sanjaya telah datang Kemansion untuk menemui Nona Tiara..Namun saat ini,para penjaga Mansion masih menahannya diluar..Apakah kita harus mengizinkannya masuk??.."
Arga terlihat menimbang ucapan Andre.Sebenarnya ingin sekali dia menolak,namun melihat Tiara yang sedang bersedih entah kenapa membuatnya jadi tidak tega.
"Biarkan saja dia masuk!!.."Titah Arga yang langsung diangguki oleh Andre.Karena mendapat persetujuan dari Tuan muda,Andre langsung mengirim pesan kepada para penjaga untuk membiarkan Kania masuk menemui Tiara puterinya.
Arga yang memang sedang memantau Tiara dari layar komputer nya entah kenapa jadi merasa sedikit kasihan.Didalam dirinya seakan ada yang berubah,tepatnya dibagian hatinya.
Kenapa aku jadi merasa kasihan pada gadis itu??..Apa aku merasa bersalah karena telah menjadikannya sebagai alat balas dendam ku pada Riko dan Mamanya??..Tapi ini tidak mungkin,Aku tidak akan semudah itu kasihan pada seseorang,apalagi itu Tiara...Arga kini tengah berperang dengan Batinnya sendiri.Disisi lain,dia merasa sedikit bersalah namun disisi lain,ada egonya yang menahan semuanya.
__ADS_1
Disisi lain,Kania yang mendapat persetujuan Arga untuk menemui puterinya pun merasa sangat senang.Bagaimana tidak,beberapa hari yang lalu,dia sempat datang ketempat itu dengan niat yang sama,namun dia merasa ragu untuk masuk,tapi kali ini akhirnya dia bisa melepaskan rasa rindunya pada sang Puteri.
"Antarkan Nyonya ini untuk menemui Nona Tiara!!.."Titah salah satu pengawal yang mengantanya pada seorang pelayan.
"Baik..Silahkan nyonya.."Pelayan itupun mempersilahkan Kania masuk kedalan Mansion.
Wajah Kania berbinar,dirinya sudah benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan puterinya.
Setelah melewati tangga,akhirnya mereka tiba didepan pintu kamar Milik Tiara.
"Ini kamarnya Nyonya."Tunjuk pelayan itu.
"Baik,terima kasih.."Ucap Kania.Pelayan itupun kemudian berlalu meninggalkan Kania yang kini sedang mengetuk pintu kamar tersebut.
Mendengar suara ketukan di pintu membuat Tiara mendesah malas.Dengan langkah gontai Tiara berjalan menuju pintu kemudian membukanya.
Dan betapa terkejutnya dia saat mendapati siapa wanita yang kini sedang berdiri didepannya dengan senyum yang merekah.
"Ibu..." Tiara tersenyum senang dan sesaat kemudian langsung berhambur masuk kedalam pelukan sang Ibu.
"Sayang Ibu sangat merindukanmu.."Ucap Kania seraya memeluk erat puterinya yang memang sudah lama dia rindukan.
"Aku juga sangat merindukan Ibu.."Ujar Tisra seraya melepaskan pelukannya.
Kania tersenyum seraya memegang kedua tangan Puterinya,namun seketika senyum itu menghilang saat melihat tangan Tiara yang merah seperti sehabis dicengkram dengan kuat.
"Tiara..Tangan kamu kenapa??..Ini juga wajah kamu kenapa lebam begini??.."Kania mulai memeriksa tangan serta wajah Tiara yang terlihat lebam.
"Masuklah Ibu!!..Aku akan menceritakannya didalam.."Jawabnya kemudian menarik tangan Ibunya masuk kedalam kamarnya.
Dan kegiatan meraka itu tidak lepas dari pantauan tuan muda.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa like,komen and Vote!!