Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Dengan mulut bergetar,Tiara bertanya pada sang ibu."Lalu siapa yang Ayah korbankan diantara kami??.."Pikirannya sudah menerawang jauh,dalam pikirannya,Tiara yakin bahwa dirinyalah yang dikorbankan.


Setitik air matanya jatuh membasahi wajah cantiknya.Hatinya hancur meski dia belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya.


"Tidak ada satupun dari kalian yang dia korbankan.Awalnya dia memang berfikir untuk mengorbankan salah satu dari kalian,namun akhirnya dia berubah fikiran.Nak,Ayah kalian rela kehilangan segalanya demi mempertahankan kalian,jadi Ibu mohon jangan salah paham padanya!!."Kania menangis terisak kala teringat hari dimana dirinya begitu marah pada sang suami.


"Ayah kalian lebih memilih kehilangan segalanya daripada dia harus kehilangan kalian.Ayah kalian begitu sangat mencintai kalian,jadi Ibu mohon jangan sampai kalian membenci Ayah,karena dia sangar menyanyangi kalian.."


Tiara dan Rosa terdiam mendengar kata-kata Ibunya.Memang benar yang dilakukan oleh ayah mereka adalah sebuah pengorbanan besar,dan Tiara sangat senang mengetahuinya.


"Akhh.."Rosa tiba-tiba saja memekik kesakitan seraya memegangi dadanya.Sontak Tiara dan Ibunya langsung melihat kearah Rosa yang terlihat kesakitan.


"Rosa kamu kenapa nak??.."Kania langsung menahan tubuh Rosa yang hampir terjatuh kelantai.


Panik??.Itulah yang dirasakan kedua wanita itu,apalagi wajah Rosa tampak pucat pasi dan tangannya terus saja memegang dadanya.


"Suster tolong!!..Tolong bawa kakak saya!!.."Tiara yang panik hendak lupa untuk membawa kakaknya keruang rawat.


Beberapa suster datang dengan mendorong brangkar dan segera membaringkan Rosa yang masih kesakitan diatas brangkar.


*


*


*


Arga duduk bersandar dikursi kebesarannya dengan seringai yang menghiasi wajahnya.Beberapa saat yang lalu,dia mendapatkan kabar bahwa Arman Sanjaya telah mengalami kecelakaan yang membuat kondisinya kritis.


"Sepertinya aku punya jalan untuk mendapatkan puterinya Arman.."Seringai diwajahnya seketika hilang dan digantikan oleh wajah datar dengan aura dingin yang membuat orang yang melihatnya akan gemetar ketakutan.


"Bersiaplah Andre!!..Kita pasti akan segera mendapat telepon dari keluarga Arman.Karena aku yakin,mereka tidak akan punya pilihan lain selain meminta bantuan dariku.."Ujarnya.


Andre hanya mengangguk seraya memasang wajah dinginnya,meski dalam hatinya dia sama sekali tak setuju dengan keputusan tuan mudanya,namun diapun tak bisa menolak,karena apapun yang diputuskan oleh Arga adalah mutlak baginya.


Sedangkan Dirumah sakit,Tiara dan Kania terus berjalan mondar-mandir diepan pintu ruang ICU tempat dimana Rosa dirawat.

__ADS_1


Pintu ruangan terbuka,Dengan cepat Tiara dan Kania mendekat pada Dokter yang menangani Rosa.


"Bagaiaman keadaan kakak saya Dokter??...Dan sebenarnya kakak saya sakit apa??.."


"Begini Bu,keadaan jantung Dokter Rosa semakin buruk,hal itu disebabkan oleh tekanan berat yang dialaminya,jadi saya sarankan agar keluarga bisa menjaga emosi dari pasien karena ini sangat berpengaruh pada pasien,dan untuk sekarang,biarkan Dokter Rosa dirawat dulu sampai keadaannya kembali membaik.."Ucap Dokter yang bernama Ririn itu.


Wajah Tiara berubah,ada pertanyaan dibenaknya yang begitu ingin dia tanyakan pada Dokter tentang penjelasannya barusan.Namun tatapannya beralih pada sang Ibu,dia yakin ada hal yang telah disembunyikan Sang Ibu darinya.


"Baik,terima kasih Dokter.."Ujar Kania.


Saat Dokter kembali masuk kedalam Ruangan.Tiara langsung menarik tangan Kania dan membawanya duduk dikursi panjang.


"Apalagi sekarang Ibu??..Ada berapa banyak rahasia yang Ibu sembunyikan dariku??..Kenapa Ibu melakukan semua ini Bu??..Aku juga berhak tau atas semua yang terjadi dalam keluarga kita,tapi kenapa kalian selalu merahasiakan semuanya dariku??..Kenapa Ibu??.."Terlihat jelas raut kekecewaan diwajahnya, Apalagi setelah dia mengetahui satu persatu rahasia yang disembunyikan keluarganya darinya.


"Ibu tidak bermaksud menyembunyikan ini darimu Tiara,tapi..."


"Tapi apa Ibu??.."


"Baiklah,mungkin sudah saatnya kamu tau tentang apa yang dialami kakakmu itu.."Kania menarik nafas pelan,rasanya berat sekali untuk mengatakan hal itu pada Puteri nya.


flashback on


"Anak Ibu ada diruang bayi,tapi boleh saya bicara empat mata dengan pak Arman??.."Tanya Dokter itu.


"Bisa Dokter."


"Tunggu sebentar!!..Aku akan bicara dulu dengan Dokter!!.."Arman mengecup kening sang istri kemudian berlalu menyusul sang Dokter keriangannya.


Didalam ruangan Dokter,Arman dan Dokter bernama Vania itu tengah duduk berhadapan.Wajah dari Dokter Vania tampak sangat serius hingga membuat Arman merasa khawatir.


"Begini Pak,ada hal yang harus saya sampaikan mengenai keadaan dari Puteri bapak.."Dokter Vania mulai membuka suara.


"Katakan Dokter!!.."


"Begini pak,Pada saat bayi bapak lahir,kami menemukan kelaianan pada jantung bayi yang bisa juga disebut Congenital heart Disease.Kondisi ini dapat menganggu aliran darah ke jantung dan itu bisa berakibat fatal."Jelas Dokter Vania.

__ADS_1


Buliran bening lolos begitu saja dari mata Arman,dia begitu terkejut mendengar berita tentang puterinya yang memiliki penyakit berat diusianya yang bahkan belum cukup sehari.


"Lalu apa yang harus saya lakukan Dokter??..Saya mohon selamatkan bayi saya!!.."


"Penyakit jantung bawaan ini sering ditemui pada bayi yang baru lahir,dan tingkat keparahannya juga beragam,sebagian lainnya hanya perlu pemeriksaan rutin dan ada juga yang harus mendapatkan transplantasi jantung atau donor jantung.."Dokter Vania kembali menjelaskan pada Arman.


"Lalu apa bayi saya bisa bertahan??.."Tanya Arman.


"Tentu saja pak,bapak hanya perlu membawanya untuk pemeriksaan rutin,dengan begitu saya yakin bayi bapak bisa bertahan."


"Baik Dokter,saya akan membawa anak saya untuk diperiksa secara rutin."Ujarnya.Ada sedikit rasa lega yang dirasakan Arman setelah mendapat penjelasan dari sang dokter.


Tanpa disadari Arman,sejak tadi Kania berdiri dibelakangnya dan mendengarkan semua pembicaraannya dengan Dokter.


Sebelum Arman menyadari kehadirannya,Kania langsung pergi meninggalkan tempat itu.


flashback off


"Begitulah ceritanya.Sejak saat itu sampai dia dewasa,kami selalu menjaga perasaannya,sesuai saran Dokter,kami harus selalu membuat Rosa bahagia,dan hal itu berlangsung hingga kau lahir kedunia ini.."Kania menghapus air matanya kemudian langsung memeluk Tiara.


"Jadi itu alasan kenapa Ayah selalu lebih mementingkan kakak dibandingkan aku??"Kania melepaskan pelukannya seraya menatap sang Ibu penuh tanya.


"Iya.Tapi apa kau tau??..Setiap kali kau marah pada Ayahmu karena hal itu,dia selalu menangis diam-diam.Dia ingin sekali membahagiakan kalian berdua,tapi karena kondisi Rosa dia jadi selalu mengabaikanmu,tapi nak.Ayahmu benar-benar tidak bermaksud seperti itu,dia sangat menyayangi kalian berdua."Kania menggenggam erat tangan Puterinya seraya menjelaskan semua kesalahpahaman Tiara pada Ayahnya.


Tiara menangis tersedu-sedu,ada penyesalan yang teramat dalam yang dirasakannya,selama ini dia selalu berfikir kalau Ayahnya tidak menyanginya,namun sekarang dia tau semua alasan dibalik itu.


"Maafkan Tiara Ayah!!..Tiara selama ini telah salah menilai Ayah..Maafkan Tiara!!..Tiara janji,Tiara akan melakukan apapun demi menyembuhkan Ayah.." Batinnya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Hy, jangan lupa like,komen and vote ya.


Terima kasih


__ADS_2