
Dirumah sakit,tampak Tiara dengan tergesa-gesa berlari menemui pihak Resepsionis.
"Susuter,saya ingin membayar biaya operasi pasien atas nama Arman Sanjaya.."Ujarnya.
"Baik Ibu,silahkan tanda tangani berkas ini!!.."Suster itu menyodorkan secarik kertas yang langsung diterima oleh Tiara.
"Tolong tangani Ayah saya segera!!..."Tiara kembali menyodorkan kertas tersebut beserta sebuah amplop besar berwarna cokelat yang berisi uang.
"Baik Ibu,kami akan segera menanganinya.."Ujar suster itu.Hati Tiara kini merasa lega,karena akhirnya dia bisa menyelamatkan hidup Ayahnya.
Selesai..Setidaknya sekarang aku telah melakukan tugasku sebagai seorang anak,meski selama ini aku merasa kekurangan kasih sayang dari Ayah,tapi aku yakin,didalam lubuk hatinya,dia sangat menyanyangiku,hanya saja dia tidak bisa berbuat banyak karena dia harus lebih memperhatikan kakakku yang sedang sakit parah..," Batinnya seraya duduk diruang tunggu seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Tiara mendongak saat merasakan sebuah tangan menyentuh bahunya.
"Sayang.."Kania langsung memeluk erat puterinya.Sedangkan Tiara langsung menangis dan menumpahkan segala keluh kesahnya dipelukan sang Ibu.
"Maafkan Ibu sayang,Ibu tidak berdaya hingga membuatmu harus berkorban sebesar ini..Ini semua salah Ibu.Ibu sudah gagal menjadi Ibu yang bertanggung jawab.Tolong maafkan Ibu.."Kania merasa sangat bersalah,meski Tiara belum mengatakan apapun padanya,tapi dia yakin bahwa syarat itu sama dengan yang sebelumnya ditawarkan suaminya pada tuan muda.
Tiara langsung melepaskan pelukannya seraya menatap sang Ibu dengan tatapan penuh tanya."Apa maksud Ibu??.."Tanya Tiara heran.
"Ibu tau,kau pergi menemui tuan muda untuk mendapatkan uang,dan Ibu juga tau kalau tuan muda tidak akan memberikan bantuan secara gratis,dia pasti meminta sesuatu sebagai balasannya..Dan Ibu juga tau apa yang dia minta darimu.."Kania menatap wajah puterinya dengan tatapan teduh sedangkan yang ditatap justru menundukkan kepalanya.
"Aku tidak punya pilihan yang lain Ibu,Aku takut,aku takut akan menyesal jika aku sampai terlambat,karena jika aku tidak segera mendapat uang maka aku akan menyesal seumur hidup.."Tak ada lagi air mata yang keluar dari kedua bola mata indahnya.Baginya apapun yang telah dia putuskan adalah yang terbaik dan itu sudah menjadi takdirnya.
Tiara memandang lurus kedepan seraya mengingat setiap kata-kata yang diucapkan Tuan muda Arga padanya sebelum dia pergi Kerumah sakit.
Flashback on
"Kita sepakat.."Arga tersenyum miring menatap Tiara yang seakan sangat terpukul dengan keputusannya.
"Tapi sebelum itu,kau harus tau.Aku sudah menikah dan memiliki istri,maka dari itu,kau akan menjadi istri keduaku..Tapi kau harus ingat,didalam pernikahan ini tidak akan ada cinta.."Sambungnya.
Tiara menganggukkan kepalanya tanda jika dia setuju dengan ucapan Arga.Meski dihatinya ada rasa bersalah,namun dia juga tak punya pilihan,dia terpaksa menyakiti hati wanita lain demi menyelamatkan hidup Ayahnya.
"Dan poin terpenting dalam pernikahan ini adalah,kau harus menuruti semua ucapanku karena aku paling tidak suka dibantah..Kau mengerti??."Ujarnya seraya menatap Tiara dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Kau akan mendapatkan surat kontaknya nanti.Tapi ingat!!...Jangan mencoba menipuku karena jika hal itu sampai terjadi,maka kau pasti akan menyesalinya seumur hidupmu.."Arga menampakkan wajah datarnya seraya menatap pada Tiara,Namun wajah yang tadinya datar berubah menyeringai saat melihat ketakutan yang terpancar dimata Tiara.
"Anda bisa percaya pada saya,karena saya tidak pernah melanggar janji saya.."Ujarnya.Arga menelisik kedalam kedua bola mata Tiara seraya mencari kebohongan disana,namun nihil,karena Arga hanya bisa melihat kejujuran disana.
"Baiklah..Sekarang kau pergilah dan selamatkan Ayahmu itu!!.."Arga kembali kekurai kebesarannya dan kemudian menyerahkan selembar CEK pada Tiara.
Dengan senang hati,Tiara langsung menerima cek tersebut dan langsung pergi meninggalkan Ruangan serta Kantor tersebut menuju Rumah sakit.
Flashback off
*
*
*
Dimansion kediaman Arga Dirgantara.Seorang wanita cantik tengah berkutat didapur menyiapkan makanan untuk suaminya.
"Nyonya,biarkan kami saja yang memasak..Kalau Tuan muda sampai tau,kami bisa dipecat.."Beberapa pelayan sejak tadi terus meminta Vina untuk berhenti,namun wanita sama sekali tak ingin menghentikan kegiatannya.
"Tenang saja!!..Saya yang akan menjelaskan pada Arga nanti,lagipula dia pasti senang karena saya sudah menyiapkan makanan kesukaannya.."Vina Menaruh piring berisi makanan keatas meja dengan dibantu oleh para pelayan.
"Iya.."Vina adalah seorang wanita yang baik,bahkan semua pelayan Dimansion begitu sangat mengagumi nya,selain cantik dan pintar memasak,Vina juga selalu bersikap ramah dan baik pada semua pelayan hingga mereka jadi begitu menghormati sang Nyonya muda itu.
"Tolong tutup makanannya dulu ya,saya akan menelfon Arga dan bertanya kapan dia pulang.."
"Baik nyonya.."Jawab para pelayan seraya menundukkan badan mereka.
Vina berjalan meninggalkan dapur dan menaiki anak tangga menuju Kamarnya.
Sesampainya didalam kamar,Vina langsung meraih ponselnya yang terletak diatas nakas dan kemudian langsung menghubungi nomor suaminya.
Sedangkan Dikantor,Arga yang tengah sibuk memeriksa Dokumen seketika menoleh ketika mendengar suara deringan ponselnya.
Tertera nama Vina dilayar ponselnya.Menggeser tombol hijau,Arga kemudian menempelkan ponselnya pada daun telinganya.
__ADS_1
"Ada apa Vina??.."Tanya Arga.
"Nggak,aku cuma mau nanya.Kamu masih lama pulangnya??.." Vina bertanya dibalik ponsel.
"Sepertinya aku akan lembur malam ini..Pekerjaanku masih sangat banyak,jadi kau tidak perlu menungguku.."
"Tapi aku sudah masak untuk kamu..Kalau kamu nggak pulang??..Lalu siapa yang akan makan semuanya??.." Tanya Vina.
"Iya,tapi aku benar-benar sedang sangat sibuk.Jadi makanlah lebih dulu!!..Aku tutup telepon nya.."Tanpa mendengar jawaban dari seberang,Arga langsung memutuskan panggilannya kemudian menaruh ponselnya diatas meja lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
Vina menghela nafasnya pelan,kali ini dia tidak merasa kecewa lagi.Entahlah,mungkin ini sudah sangat biasa baginya hingga dia tidak lagi merasa kecewa dengan penolakan Suaminya.
Bagi Vina.Kesetiaan Arga adalah yang paling penting,meski sikapnya selalu dingin,namun Vina tetap bahagia karena Arga tetap setia padanya.
Sedangkan Dirumah sakit,Tiara tengah duduk didepan ruang operasi dengan pandangan kosong.Pikirannya hanya tertuju pada satu hal,yaitu Pernikahannya dengan Arga.
Bagaimanapun juga,Arga telah membantunya dengan cara membayarkan uang operasi untuk Ayahnya.Namun tetap saja,bagi Tiara syarat yang diajukan Arga padanya sangatlah berat dan sangat sulit baginya untuk menjalani semua itu.
"Tiara..."Kania menatap wajah Tiara yang tampak pucat pasi dan tak bertenaga.
"Tiara..."Sekali lagi Kania memanggil nama sang Puteri namun yang dipanggil sama sekali tak bergeming.
Tiara yang merasa terus dipanggil tak bisa menoleh ataupun sekedar menjawab.Badannya begitu lemas,pandangannya mulai kabur dan akhirnya....
Bughk
Tiara jatuh pingsan dan membuat Kania langsung panik.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa like,komen and vote.
Terima kasih