Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Memberikan Waktu


__ADS_3

"Puteriku..."Ucap Arman dengan mantap.


Arga tersenyum simpul mendengar ucapan pria tua didepannya.Baginya pria didepannya adalah orang yang bisa mengorbankan apapun demi uang.


"Kenapa kau bisa berfikir untuk menyerahkan puterimu padaku??...Biasanya seorang Ayah akan mengorbankan apapun demi puterinya,tapi kau berbeda,kau malah mengorbankan puterimu untuk harta."Arga menyeringai menatap Arman yang kini menundukkan kepalanya.


"Tapi itu tidak penting bagiku,lagipula itu urusanmu dan aku paling tidak suka ikut campur dalam urusan orang lain..Hanya saja tawaranmu tidak terlalu menarik..Kau tau aku sudah memiliki istri dan seperinya aku tidak butuh istri lagi,jadi tawarkan saja hal lain padaku!!.."Sambungnya.


"Tapi saya sudah tidak punya apa-apa lagi untuk saya tawarkan kepadamu,kecuali jika kau memberikan saya waktu,maka saya mungkin bisa mendapat jalan lain.."Arman semakin bingung.Baginya sudah tidak ada lagi yang bisa dia tawarkan kecuali puterinya.Yah meski itu berat tapi Arman tidak punya pilihan lain kecuali mengorbankan salah satu puterinya.


Arga menghela nafasnya kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Arman yang sedari tadi berdiri didepan meja kerjanya.


"Aku akan memikirkan tawaranmu padaku dan selama itu pikirkan cara lain untuk menebus semua hutangmu padaku..Pikirkan baik-baik karena aku tidak akan memberimu banyak waktu!!.."Arga menatap Arman dengan tatapan serius,dan hal itu tentu saja membuat Arman merasa takut.


"Pergilah!!..Aku akan memanggilmu jika waktunya tiba.."Titahnya seraya berdiri membelakangi Arman.


"Baiklah..Terima kasih atas waktu yang kau berikan padaku.."Arman melangkah keluar dari ruangan setelah mengucapkan kata-kata itu.


***


Dikampus, Tiara dan Selly tengah duduk dibawah pohon seraya membaca buku Novel Favorit mereka.


"Astaga,bukankah pemeran prianya sangat romantis??..Aku jadi pengen suatu saat nanti punya suami yang kayak dinovel-novel.Mereka tampan dengan badan atletis dan juga dia sangat mencintaiku.."Ujar Selly seraya tersenyum membayangkan pria tampan impiannya.


"Berhenti berkhayal!!..Sudah ayo kita masuk kelas,nanti kalau kita terlambat Dosen killer itu akan menghancurkan impianmu.."Tiara bangkit dari duduknya meninggalkan Selly yang sedang memanyunkan bibirnya karena kesal.


Saat dalam perjalanan kekelas,tanpa sengaja Tiara dan Selly mendengar teriakan para mahasiswa yang berkumpul di lapangan dengan meneriakkan kata 'Cium'.


"Cium...Cium..cium.."Itulah yang semua teriakkan pada seseorang yang sedang berdiri ditengah lapangan.


"Ada apaan sih itu??.."Tanya Selly penasaran.


"Nggak tau...Ayo kita lihat!!.."Ajak Tiara seraya menarik tangan Selly.


Tiara dan Selly menerobos barisan para mahasiswa dan berdiri dibarisan depan.

__ADS_1


Seketika mata Tiara membulat tak kala melihat Riko yang tak lain adalah pacarnya sedang berdiri berhadapan dengan Santi gadis yang selalu berusaha mendekati Riko.


"Itu Riko,tapi sedang apa dia disana??..Sama Santi lagi.."Ucap Selly seraya menatap serius kearah Riko.


Meski Selly terus mengoceh,Tiara sama sekali tak menghiraukannya dan hanya fokus melihat Riko.


"Oke,sesuai perjanjian,yang menang dalam tantangan bola basket ini akan mencium Santi si primadona Kampus.Dan sekarang gue yang menang,jadi sesuai kesepakatan gue harus cium dia.."Ujar Riko dengan suara lantang dan membuat Tiara sangat terkejut.


Seketika air matanya lolos begitu saja mendengar ucapan Riko yang mengatakan akan mencium wanita lain didepan seluruh mahasiswa kampus.


Riko semakin mendekat kearah Santi hingga membuat semua orang semakin bersorak.Riko semakin mendekat sedangkan Santi kini memejamkan matanya.Namun saat semakin mendekat,Riko seketika berhenti dan tersenyum miring.


"Tapi sorry..Gue nggak berminat buat mencium dia..."Ujarnya seraya berjalan menjauh.


"Brengsek loe Riko..Berani banget loe permaluin gue didepan semuanya kayak gini.."Teriak Santi tak terima.


"Salah sendiri,ngapai loe mau dijadiin bahan taruhan??.."Ujar Riko lagi.


Semua mahasiswa yang berkumpul langsung bubar setelah kejadian itu.Tapi tidak dengan Tiara.Dirinya yang tadi merasa kecewa karena berfikir Riko benar-benar akan mencium Santi seketika berubah tak kala melihat Riko mempermalukan Wanita sombong itu.


Setelah itu,Tiara langsung pergi meninggalkan lapangan itu menuju kelasnya.


Aku yakin,setelah kejadian ini,Santi pasti akan berhenti mendekati Riko.Semoga saja dia sadar kalau Riko itu sama sekali tidak menyukainya.Batin Tiara


"Lihat saja Tiara!!...Aku nggak nyerah begitu saja,suatu saat aku pasti bisa merebut Riko dari kamu.."Santi mengepalkan tangannya kuat dan kemudian pergi dari lapangan itu.


***


"Riko..."Panggil Tiara seraya berlari kecil kearah Riko.


"Hay..Kamu darimana saja??..Aku sudah mencarimu sejak tadi.."


"Aku habis dari lapangan..Terus ngeliatin orang yang lagi mau nyium primadona kampus.."Jawab Tiara jutek.


Dengan gemas,Riko langsung mencubit hidung Tiara."Jadi kamu cemburu??..Kamu tenang saja,aku nggak jadi kok cium dia,lagipula ngapain aku nyium cewek lain kalau ada pacar aku yang cantik disini.."Ujarnya dengan senyum menggoda.

__ADS_1


Pipi Tiara langsung memerah mendengar ucapan Riko padanya."Kamu apaan sih..Pokoknya kamu harus janji,kamu nggak boleh dekat-dekat dengan Santi."Tiara mengulurkan jari kelingkingnya seraya meminta Riko untuk berjanji.


Dengan senang hati, Riko langsung melingkarkan jari kelingkingnya Kejari Tiara."Aku janji,aku nggak akan pernah mengkhianati kamu..Tapi kamu juga harus berjanji hal yang sama denganku,kau setuju??."Riko menatap penuh harap pada sang kekasih yang juga sedang menatapnya.


"Aku janji.."Jawabnya seraya tersenyum manis.


*


*


*


Arga berjalan memasuki Mansion dengan diikuti Andre dibelakangnya.


"Kita keruang kerjaku,kita akan membicarakan masalah Arman disana!!.."Titah Arga seraya berjalan menuju ruang kerjanya.


Setelah menaiki anak tangga,mereka akhirnya tiba diruang kerja milik Arga.Sesampainya didalam,Arga langsung menjatuhkan badannya diatas sofa sedangkan Andre berdiri disampingnya.


"Andre, menurutmu apa yang harus aku lakukan??..Apa aku harus menerima tawaran Arman tentang menikahi puterinya??."Tanya Arga seraya menatap Andre.


"Maaf tuan muda..Tapi saya rasa saya tidak bisa membantu tuan untuk yang satu ini..Jika berkata untuk tuan muda menerima tawaran itu,maka itu akan menyakiti nona Vina.Tapi jika tidak,itu akan merugikan tuan muda sendiri.."Ujarnya.Andre juga tidak bisa memberikan solusi untuk masalah ini,Andre tau hal ini sulit,namun dia tidak ingin menyakiti Vina wanita yang sangat dicintainya sejak dulu namun sayang,wanita itu kini berstatus istri dari Bossnya.


Menghela nafas pelan.Arga menyandarkan punggungnya disandaran sofa seraya berfikir keras.


"Tidak masalah..Aku akan memikirkannya nanti..Sekarang kau pulanglah!!..."Titahnya tanpa memandang asistennya itu sama sekali.


"Baik tuan muda,selamat malam.."Andre menundukkan badannya sesaat kemudian melangkah keluar dari ruangan,namun belum sempat Andre memegang handle pintu,Arga sudah memanggilnya kembali.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2