
Tiara duduk berhadapan dengan Ibunya diatas ranjang.Namun Ibunya hanya menatap dengan raut wajah penuh tanya.
"Sekarang Jawab Ibu!!..Bagaimana semua ini bisa terjadi??.."Kania bertanya seraya melihat tangan dan wajah putrinya yang memerah.
"Apa tuan muda menyakitimu??.."Tanyanya kemudian,sejak awal lebam ditubuh putrinya sudah membuatnya berekspektasi bahwa yang melakukannya pastilah tuan muda.
Tiara menggeleng pelan,seketika setitik buliran bening meluncur membasahi pipinya yang cantik.
"Bukan dia yang melakukannya Ibu...Tapi orang lain.."Tiara semakin terisak,begitu sakit yang dirasakannya setiap mengingat kejadian menyakitkan tempo hari.
"Kalau bukan dia lalu siapa??.."Kania mendesak Tiara untuk bicara namun gadis itu terus saja terisak.
"Yang melakukan semua ini adalah orang yang paling aku cintai Ibu..Seseorang yang pernah berjuang bersamaku,namun dalam sekejap dia berubah dari seorang malaikat menjadi iblis yang tidak punya hati.."Jawab Tiara,Sakit??..Tentu saja sakit,apalagi jika seseorang yang begitu kita cintai malah tega menyakiti fisik dan hati kita.
"Apa maksudmu yang melakukan semua ini adalah Riko??..Apa dia yang menyakitimu??.."Tanya Kania memastikan.
Tiara mengangguk dan membuat Kania begitu terkejut,dia tidak menyangka Jika Riko bisa berbuat sekejam itu pada Putrinya.
"Tapi kenapa dia bisa melakukan semua ini??..Bukankah dia sangat mencintaimu??..Ibu tidak mengerti,kenapa dia bisa berbuat jahat seperti itu padamu.."Kania jelas heran.Selama dia mengenal sosok Riko itu adalah orang yang baik dan sabar,dan diapun sangat mencintai Tiara dan sekarang dia mendengar kabar tentang Riko yang seperti itu.
Tiara mulai menceritakan seluruh kronologi kejadiannya dari awal hingga akhir,tak ada yang tak Tiara ceritakan,Semua dia ceritakan tanpa ada yang disembunyikan lagi.
"Astaga..Ibu benar-benar tidak menyangka Riko bisa berbuat senekat itu,tapi sebenarnya dia juga tidak bersalah.Karena mau bagaimanapun juga,tidak ada seorang pria yang rela jika orang yang dia cintai direbut oleh pria lain,apalagi itu adalah saudaranya sendiri.."Kania tau,Riko bukanlah pria yang buruk,hanya saja karena keadaanlah yang membuatnya jadi seperti itu.
"Aku tau itu Ibu..Tapi setiap mengingat perlakuan dia padaku membuatku merasa sakit hati..Aku percaya,Riko bukanlah orang yang jahat,tapi entah kenapa aku tidak bisa melupakan perlakuannya padaku,aku merasa trauma Ibu.."Tiara kembali memeluk sang Ibu dengan berderai air mata,tak bisa dia pungkiri jika dia memang masih sangat mencintai Riko,namun dibalik rasa cinta itu,ada bibit kebencian yang mulai tumbuh akibat perlakuan kasar Riko padanya.
"Ibu paham keadaan kamu sayang..Tapi satu hal yang perlu kamu ketahui,Riko adalah orang yang pernah berjuang untukmu..Tapi,sekarang kau pun sudah menikah,dan sudah menjadi kewajiban mu untuk melayani dan mencintai suamimu,tidak peduli bagaimana dia,tapi sekarang dia adalah suamimu,jadi belajarlah mencintainya!!..Sebagai seorang istri,kau harus memenuhi semua kewajibanmu dan kaupun harus memenuhi semua yang dia butuhkan..Dan Ibu yakin,kau pasti bisa melakukannya.."Kania melepaskan pelukan putrinya dan kemudian memghapus air mata yang mengalir diwajahnya.
__ADS_1
Tiara terdiam setelah mendengar kata-kata Ibunya,Memang benar apa yang baru saja dijelaskan sang Ibu,namun Tiara merasa ragu,apakah dia bisa mencintai Arga ataukah tidak??.
Tanpa mereka sadari,semua yang mereka lakukan tak lepas dari pantauan Arga yang menyaksikan semuanya melalui kamera yang tersambung ke layar Komputernya.
Arga tersenyum miring mendengar ucapan Ibu mertuanya itu,tidak sia-sia dia mengijinkan Ibu dari Tiara itu untuk masuk dan menemui Tiara,karena melihat dari raut wajah Tiara,sepertinya dia akan melakukan apa yang dikatakan sang Ibu padanya.
"Ide yang bagus..Jika Tiara bisa jatuh cinta padaku maka itu akan membuat jalanku semakin mudah untuk menghancurkan hidup Adik tiriku itu..Bagus sekali Ibu mertua,bagus sekali..."Arga benar-benar puas,apalagi dia baru saja mendapat kabar bahwa Riko kini tengah dirawat Dirumah sakit.
***
Tiara dan Ibunya kini tengah berjalan menuju gerbang Mansion itu,setelah beberapa lama berbincang,akhirnya Kania memutuskan untuk Pulang.Meski berat,namun Kania harus bisa rela untuk berpisah dengan Putrinya itu,karena mau bagaimanapun,sekarang puterinya itu sudah menjadi seorang istri.
"Ibu hati-hati ya!!..Katakan pada Ayah dan juga Kak Rosa untuk tidak menghawatirkan aku!!..Katakan juga pada mereka kalau aku baik-baik saja dan sedang sangat merindukan mereka!!.."Pesannya seraya menggenggam tangan ibunya.
"Baiklah sayang,jaga dirimu baik-baik!!.."Sebelum pergi,Kania sempat mencium kening Tiara dan kemudian langsung berlalu dengan menggunakan taksi.
"Tiara..."Tiara langsung menoleh saat mendengar suara seseorang memanggilnya.
"Vina...Ada apa??.."Tanyanya saat melihat Vina berhenti didepannya.
"Bagaimana keadaanmu??..Apa sudah lebih baik??.."Tanya Vina..
"Aku udah nggak apa-apa kok..Makasih karena kamu sudah perhatian padaku..Aku benar-benar beruntung,meski kita memiliki status sebagai wanita yang di madu,tapi kamu tetap menerima aku dengan baik,padahal diluar sana,para wanita yang di poligami seringkali memusuhi madunya,tapi kamu berbeda,kamu sangat baik.."
"Aku juga sama seperti para wanita diluar sana Tiara..Aku juga marah,aku tidak terima ada wanita lain didalam kehidupan suamiku..Tapi aku tidak berdaya,karena bagaimanapun cara aku menolak,Arga akan tetap melakukan hal itu..Tapi aku juga tau,kamu tidak bersalah,karena kamu juga adalah korban dalam hal ini.."Jelas Vina.
"Tapi kamu hebat,Setidaknya meskipun hati kamu sakit,kamu tetap berusaha bersikap baik dan menerima aku,aku sangat berterima kasih.."Tiara merasa sangat bersyukur,selain rasa sakitnya karena pernikahan paksanya dengan Arga,kini dia juga memiliki Vina,seorang wanita yang baik hati dan mau menerima dirinya dengan baik.
__ADS_1
***
Kania baru saja tiba Dirumahnya dengan perasaan yang lebih baik.Bagaimana tidak,setelah sekian lama akhirnya dia bisa bertemu dengan anaknya yang sudah sangat lama dia rindukan.
"Ibu darimana??.."Rosa yang melihat Ibunya melintas diruang tamu pun akhirnya bertanya..
"Rosa..Kamu sudah pulang nak??.."Bukannya menjawab pertanyaan dari Rosa,Kania justru balik bertanya pada puteri sulungnya itu.
"Iya..Tapi Ibu belum menjawab pertanyaan aku..Ibu darimana??.."Rosa kembali mengulang pertanyaan yang sama dengan yang sebelumnya.
"Duduklah!!..Akan Ibu ceritakan semuanya.."Jawabnya seraya menuntun Rosa untuk duduk disofa.
"Ibu baru saja menemui adik kamu..."Ucapnya kemudian.
Rosa yang mendengar hal itu berbinar senang,bagaimana tidak,akhirnya setelah sekian lama dia mendapat kabar tentang adiknya juga..
.
.
.
BERSAMBUNG
Maaf ya kalau Author cuma bisa up satu episode dalam sehari,sebenar nya inipun cukup sulit untuk Author.Karena meskipun Author sangat lelah dan mengantuk,namun Author tetap berusaha untuk Up satu bab dalam sehari,karena Author tau,kalian para pembaca setia pasti menunggu up dari Author dan karena itu Author sangat bersyukur,karena ternyata ada yang menunggu Up dari Author meski karyanya receh.
Makasih buat para readers sekalian😊😊.
__ADS_1