Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Jaminan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali,Tiara sudah berangkat kekampusnya.Bukan karena ada mata Kuliah pagi,tetapi Tiara tidak ingin bertemu dengan sang Ayah.


Meski semalam Rossa sudah menjelaskan panjang lebar,namun Tiara masih merasa kecewa atas sikap sang Ayah.


"Pagi Ara..Kok muka kamu kusut gitu??.."TanyaChika sahabat Tiara sejak kecil.Mereka adalah sahabat yang sangat dekat,hingga apapun masalahnya mereka akan menceritakan pada satu sama lain tanpa ada yang disembunyikan.


"Nggap apa-apa kok.Aku cuma masih kesal saja sama Ayah."Tiara yang memang meminta Chika untuk menjemputnya langsung masuk kedalam mobil sahabatnya itu.


Melihat Tiara yang sudah masuk lebih dulu kedalam mobil, Chika juga ikut masuk dan duduk di kursi pengemudi.


"Yaudah sih..Jangan cemberut terus..Nggak enak tau diliatnya"Chika melajukan mobilnya menuju Kampus mereka.


***


Dikampus Tiara sedang duduk didalam Kantin bersama Chika.Sejak tadi Tiara hanya diam seraya mengaduk minuman didepannya.


"Itu minuman jangan cuma diaduk saja..Lagian kamu kenapa sih??..Kan Ayah kamu sudah biasa bersikap seperti itu,jadi jangan terlalu diambil hati.Lagipula aku yakin,Om Arman itu sayang sama kamu tapi dia mengungkapkannya dengan cara yang berbeda jadi kau jangan salah paham padanya.."Chika tau betul bagaimana tegasnya Arman pada Tiara,karena Chika sudah sering melihatnya dengan matanya sendiri.


"Aku nggak tau Chik.Rasanya setiap kali Ayah memarahiku karena hal sepele,itu membuatku merasa sakit hati..Apa kau ingat??..Dulu setiap aku mendapatkan piala disekolah Ayah selalu tampak biasa saja dan terkesan tidak peduli.Tapi jika Kak Rossa yang mendapat penghargaan,Maka Ayah akan langsung merayakannya.."Wajah Tiara menampakkan kesedihan.Mengingat kenangan masa kecilnya membuat Tiara seakan ingin menangis.


"Sabar ya Ara.."Chika tersenyum manis seraya menggenggam tangan Tiara.


"Makasih Chik..Kau selalu ada setiap aku butuh teman curhat.Dan makasih juga karena kau selalu memberiku semangat.."Ujar Tiara.Mereka kemudian bangkit dari tempat duduk masing-masing dan kemudian saling berpelukan.


Ekhem


Suara deheman seseorang membuat kedua sahabat itu melepaskan pelukan hangat mereka dan menatap kearah sumber suara.


"Riko..Kau sudah datang??.."Tiara nampak heran melihat Riko yang biasanya sering datang siang kini malah datang lebih awal.


"Iya..Tadi aku Kerumah kamu,tapi Mamah kamu bilang kamu udah berangkat,jadi aku langsung menyusul kesini.."Jawab Riko yang diangguki oleh Tiara dan Chika.


"Kita duduk yuk!!..Aku udah lapar banget.."Ujar Chika dengan wajah memelas.


Riko dan Tiara terkekeh melihat tingkah lucu sahabat mereka.Karena merasa iba dengan Chika akhirnya mereka duduk dan menikmati sarapan mereka masing-masing.


*

__ADS_1


*


*


Dimansion.Arga dan Vina masih tidur dalam balutan selimut tebal setelah semalam mereka melakukan kegiatan panas mereka.


Jujur saja,setelah tiga tahun mereka menikah,ini adalah pertama kalinya Arga melakukan kewajibannya sebagai suami pada Vina.


Vina menggeliat dibalik selimut setelah merasakan silau karena matahari telah menembus masuk kedalam kamarnya.


Saat membuka matanya.Vina langsung tersenyum menyaksikan pemandangan indah didepan matanya.Bagaimana tidak,wajah tampan Arga yang sedang tertidur terlihat sangat tenang ditambah lagi dengan perut sixpack nya yang terlihat jelas karena selimut yang melorot.


Sungguh,semalam adalah momen yang paling membahagiakan bagi Vina,karena akhirnya dia bisa mendapatkan suaminya secara utuh.


"Kau sudah bangun??.."Vina terus menatap suaminya yang kini mulai membuka matanya.


"Aku mau mandi.."Arga langsung bangkit dari ranjangnya dan berjalan masuk kekamar mandi dengan mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.


Setelah selasai.Arga keluar dari kamar mandi dan beralih masuk kedalam kamar ganti.


Usai mengenakan pakaian dengan setelan jas rapih.Arga keluar dari ruang ganti dan mendapati Vina yang kembali tertidur pulas.


"Selamat pagi tuan muda.."Sapa Andre yang sudah siap disamping mobil seraya membuka pintu untuk sang tuan muda.


"Selamat pagi.."Jawab Arga kemudian masuk kedalam mobil.


Setelah menutup pintu mobil.Andre ikut masuk kedalam mobil dan duduk di bangku pengemudi.Menekan pedal gas,Andre melajukan mobilnya meninggalkan area Mansion menuju jalan raya.


"Andre..Aku ingin kau menemui Arman Sanjaya dan bawa dia kehadapanku...Dia sudah terlalu lama hidup bebas dan aku sudah terlalu banyak memberinya kesempatan.."Seketika aura berubah mencekam saat Arga mulai menampakkan wajah dinginnya.


"Baik tuan muda..Saya akan segera membawanya untuk menemuimu.."Jawab Andre yang kini masih fokus menyetir.


Sesampainya Dikantor.Andre langsung turun dari mobil dan kemudian membukakan pintu untuk Arga.Namun kali ini Andre tidak mengikuti Arga yang sudah melangkah masuk kedalam kantor. Karena dia akan melakukan tugas yang sudah diberikan sang tuan muda kepadanya.


***


Arga yang sedang sibuk berkutat didepan layar laptopnya harus menghentikan kegiatannya saat mendengar suara ketukan dipintu.

__ADS_1


"Masuk!!.."Titahnya.


Pintu langsung terbuka dan menampakkan Andre dari balik pintu.


"Permisi tuan muda..Sesuai perintah saya sudah membawa Arman Sanjaya kemari.."Andre langsung menarik tangan Arman kasar dan membawanya masuk kedalam ruangan.


Arga menyeringai menatap orang yang selama ini dia tunggu."Akhirnya kita bertemu.."


"Tolong tuan..Tolong beri saya waktu untuk membayar semua utang perusahaan..Saya mohon, jika anda mengambil Rumah dan Perusahaan saya,lalu bagaimana dengan nasib istri dan anak saya??."Arman menampakkan wajah memelasnya didepan Arga.Namun bukannya iba,Arga justru merasa jijik melihatnya.


"Bisa saja..Aku bisa saja memberimu kesempatan..Tapi apa yang bisa kau berikan padaku sebagai jaminan bahwa kau tidak akan menipuku?.."Arga bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Arman.


"Maksudnya??."Arman tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Arga.


"Iya..Apa yang bisa kau jaminkan padaku agar aku percaya padamu??.."Tanya Arga seraya berjalan mengelilingi Arman.


Arman tampak berfikir.Dia benar-benar bingung harus memberikan apa pada Arga.Pasalnya semua aset yang dia miliki sudah dia gadaikan dan dia sudah tidak memiliki apapun lagi.


"Aku tidak suka menunggu lama..Jadi fikirkan dengan cepat atau kau akan kehilangan segalanya.."Arga kembali duduk di kursi kebesarannya seraya menyeringai licik.


Sungguh,Arman tidak bisa memikirkan apapun.Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan atau jaminkan pada Arga.Semua miliknya kini sudah dia gadaikan.Lalu apa lagi yang bisa dia berikan pada Tuan muda Arga.


"Waktumu lima menit untuk memutuskan..Jadi aku tunggu jawabanmu.."


Arman masih terus berfikir keras hingga akhirnya dia tersenyum yang mengartikan jika sudah mendapatkan jawaban.


"Baiklah..Saya akan memberikan sesuatu sebagai jaminan..Tapi setelah ini saya mohon agar anda melepaskan saya."Pinta Arman.


"Tergantung...Jika yang kau berikan sesuai dengan harapanku.."


"Jadi sekarang katakan!!..Apa yang akan kau berikan padaku sebagai jaminan.??"Tanya Arga.


"Puteriku..."


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2