
Sesuai yang dikatakan Andre pada Tiara Ditelfon,hari ini Arga dan Tiara akan Fitting gaun pengantin disebuah Butik ternama milik Arga Dirgantara.
"Selamat datang tuan muda.."Sapa seorang pegawai yang menyambut kedatangan ketiga orang itu.
Arga sama sekali tak menjawab sapaan Pegawai itu dan langsung melenggang masuk ke dalam Butik dengan diikuti Tiara dibelakangnya.
"Tunjukan semua gaun pengantin yang ada!!.."Titahnya seraya mendudukkan badannya diatas sofa.
Beberapa orang pegawai wanita langsung pergi dan membawa beberapa gaun pengantin yang tampak sangat indah dan elegan.Tiara bahkan sampai menganga melihat gaun pengantin yang sangat indah itu.
"Kenapa kau diam saja??...Cepat pakai salah satunya!!.."Titahnya seraya menatap Tiara.
Tiara tersenyum kikuk kemudian langsung mengikuti salah satu pegawai masuk kedalam ruang ganti.
Beberapa saat kemudian,Tiara keluar dengan mengenakan gaun pengantin berwarna kebiruan dengan bentuk lengan yang terekspos.
Arga memperhatikan nya dari atas hingga bawah kemudian menggeleng tanda jika dia tidak menyukainya.
"Ganti!!.."
Tanpa membantah,Tiara kembali masuk kedalam ruang ganti dan tak lama kemudian keluar dengan mengenakan gaun yang berbeda.Saat dia berdiri didepan Arga lagi-lagi pria itu menggeleng tanda jika tidak menyukai gaun itu lagi.
Begitulah yang terjadi berulang-ulang hingga Tiara merasa lelah karana harus bolak-balik mengganti gaun yang berat itu.
Ini adalah gaun terakhir yang ada Di Butik tersebut,Tiara keluar dengan langkah gontai karena kelelahan.Gaun kali ini tampan cantik dengan warna putih yang dipadukan dengan beberapa mutiara asli dibeberapa bagian gaun itu.
"Bagus..."Ucap Arga.Tiara langsung bernafas lega setelah mendengar ucapan Arga,sejak tadi dirinya memang sudah sangat kelelahan karena harus bolak-balik kedalam ruang ganti untuk mengganti gaun pengantin yang sangat berat itu.
Tiara kembali masuk kedalam ruang ganti dan tak lama kemudian keluar lagi dengan memakai Dress yang dia pakai sebelum masuk kedalam Butik.
"Bisakah saya pulang sekarang tuan muda??..Saya sangat lelah,saya ingin istirahat.."Wajah Tiara tampak memelas,kakinya bahkan sudah sangat lemas dan tak sanggup berjalan lagi.
"Saya belum memintamu pulang..Kau baru boleh pulang saat saya yang memintamu.."Tegas Arga.
Arga berjalan mendahului Tiara dan Andre keluar dari Butik,sedangkan Tiara masih diam ditempatnya.
__ADS_1
"Ayo nona,jangan sampai tuan muda marah karena kelamaan menunggu nona.."
"Kau pergilah lebih dulu!!..Rasanya kakiku sudah mati rasa,aku tidak bisa berjalan lagi sekarang.."Bukannya ikut keluar dengan Arga,Tiara malah duduk disebuah kursi dan sedikit memijat kakinya.
Saat sedang asyik memijat kakinya,Tiara memekik kaget saat dirinya tiba-tiba melayang dan sudah ada dalam pelukan seseorang.
Tiara mendongak menatap siapa yang telah mengangkat tubuhnya itu.Mulutnya menganga tak percaya kala melihat bahwa Arga lah yang sedang menggendongnya ala bridal style.
"Apa yang kau lakukan tuan muda??..Turunkan saya!!.."
"Diam!!..Atau kamu mau saya jatuhkan??.."Bentak Arga yang langsung membuat Tiara terdiam.
Melihat perlakuan Arga terhadap Tiara membuat Andre teringat akan Vina yang dia yakini sedang sangat bersedih karena kabar pernikahan Suaminya.
***
Dirumah sakit.Terlihat Kania tengah sibuk mengepak barang-barang milik Arman yang hati ini telah diperbolehkan pulang.
"Tiara dimana??..Kenapa aku tidak melihatnya dari tadi??.."Tanya Arman seraya mengedarkan pandangannya kepenjuru ruangan.
"Mungkin dia sudah Dirumah..Dia pasti tengah menyiapkan acara penyambutan untukmu.."Kania memalingkan wajahnya kearah lain.Hatinya begitu sakit kala mengingat pengorbanan besar yang dilakukan puterinya untuk Ayahnya.
"Tapi,aku ingin tau.Darimana kalian mendapatkan uang untuk biaya operasiku??.."Sudah sejak lama Arman ingin menanyakan perihal ini,namun dia urungkan karena dia masih dirawat,sebelumnya dia ingin menanyakannya saat sudah pulang,tapi karena sudah sangat penasaran,akhirnya dia menanyakannya sekarang.
"I..itu..itu..Tiara meminjam uang dari temannya.."Bohong Kania
"Dari temannya??..Teman yang mana??..Apa iya ada temannya yang mau meminjamkan uang sebanyak itu pada Tiara??.."Arman kurang merasa yakin dengan jawaban istrinya.
"Itu..Chika..Kamu tau Chika kan..Tiara meminjam uang dari Chika.."Jawabnya gugup.Hanya nama Chika yabg terlintas dipikiran nya sehingga dia terpaksa menyebut nama dari sahabat puterinya itu.
"Benarkah??..Dia baik sekali,aku harus berterima kasih padanya..."Ucap Arman.Kania langsung menarik nafas lega karena suaminya akhirnya percaya ucapannya.
Tanpa mereka sadari,sejak tadi Rosa mendengar pembicaraan mereka.Rosa juga sudah tau bahwa Tiara mendapat uang bukan dari Chika melainkan dari Tuan muda,bahkan Rosa tau kalau adiknya itu akan menikah dengan tuan muda sebagai syarat daru uang yang dia pinjam.
"Aku benar-benar merasa menjadi anak yang tidak berguna..Aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa disaat keluargaku butuh..Semua karena penyakit ini,seandainya aku tidak sakit,mungkin Tiara tidak perlu berkorban sebesar ini..."Rosa selalu menyesal akan penyakit yang dideritanya ini.Karena penyakit itulah,dia selalu membatasi kegiatannya,padahal dia ingin sekali hidup normal seperti yang lainnya.
__ADS_1
***
Sedangkan Ditempat lain,Arga kini membawa Tiara ke sebuah gedung mewah yang biasa dijadikan sebagai tempat resepsi pernikahan.
"Kita mau ngapain disini??.."
"Tempat ini akan menjadi tempat resepsi pernikahan kita.."Jawab Arga.
"Memamgnya harus ya kita bikin resepsi ditempat semahal ini??.."Lagi-lagi pertanyaan bodoh keluar dari mulut Tiara.
"Apa kamu fikir saya tidak sanggup membayar semua ini??...Apa kau sedang merendahkan saya.."Arga menatap nyalang pada Tiara,mendengar ucapan Tiara tadi membuat harga dirinya tergores.
"Ti..tidak,bukan begitu maksud saya..."Tiara melangkah mundur saat langkah Arga semakin maju.
Kakinya terus melangkah mundur hingga berhenti ketika punggungnya sudah menyentuh tembok.
Kedua tangan Arga bertumpu pada tembok dengan Tiara yang ada ditengah-tengah."Apa kau meremehkan kekayaannku??.."Arga menatap Tiara dengan tatapan tajam nya.
"Bukan begitu..Maksud saya,kita tidak perlu merayakan dengan terlalu meriah,saya ingin yang sederhana saja.."Jawab Tiara sekenanya.Entah mengapa tapi jarak sedekat itu membuat Jantung Tiara berdetak dua kali lebuh cepat dari biasanya.Apalagi wajah Arga yang begitu dekat dengan wajahnya sehingga membuat Tiara dapat melihat jelas pahatan wajah sempurna didepannya itu.
"Idemu tidak berlaku disini..Hanya keputusaknku yang berlaku,.."Arga berjalan meninggalkan Tiara dan mendekat kearah Andre dan membisikkan sesuatu.
Andre kemudian mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan Tiara dan Arga berdua.
Itu Andre mau kemana sih??..Kenapa dia harus meninggalkan aku bedua dengan tuan muda disini??..Kalau dia ngapa-ngapain aku gimana??.." Gumanya seraya tersenyum kikuk saat tatapannya tak sengaja bertemu dengan tatapan tajam Arga.
.
.
.
BERSAMBUNG
Jangan lupa like,komen and vote ya sayang..
__ADS_1
Terima kasih