Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Tumpahan Kopi


__ADS_3

Malam harinya Dimansion.Tampak Tiara tengah sibuk membuat segelas kopi dengan ditemani seorang pelayan yang sejak tadi berusaha menawarkan untuk membuatkannya kopi namun Tiara terus menolaknya.


"Nona biarkan saya saja yang melakukannya,nanti kalau tuan muda tau saya pasti akan dimarahi.."Pelayan itu memohon dengan wajah memelas nya.


"Ini sudah selesai dan tuan muda tidak melihatnya kan,jadi kau tidak perlu khawatir.."Tiara menepuk pelan pundak pelayan itu seraya berlalu dengan membawa secangkir kopi.


Saat akan menaiki anak tangga,tanpa sengaja Tiara berpapasan dengan Vina yang hendak turun kelantai bawah.


Tiara yang masih merasa sedikit kecewa dengan Vina berusaha untuk menghindar namun tiba-tiba kakinya terpeleset dan menumpahkan kopi ditangannya hingga mengenai mereka berdua.


"Aww...Tiara apa yang kau lakukan??..Tanganku terbakar..."Vina berteriak histeris seraya memegangi tangannya yang terkena tumpahan kopi.


"Maaf Vina aku tidak sengaja.."Tiara mencoba menahan rasa sakit ditangannya yang juga terkena tumpahan kopi dan berusaha membantu Vina.


Para pelayan serta penjaga yang mendengar teriakan Vina langsung berlari kearah sumber suara dan hal itu bertepatan dengan kedatangan Arga dan juga Andre.


"Ada apa ini??.."Tanya Arga.Para pelayan langsung menundukkan kepala mereka saat melihat kedatangan Arga.


"Tiara menumpahkan kopi panas padaku,rasanya sakit sekali.."Vina mencoba meniup tangannya yang terasa panas dan kini mulai memerah.


Mendengar hal itu,Arga langsung meraih tangan Vina dan melihat jika tangan itu sudah sangat merah.


"Kenapa kalian diam saja??..Cepat panggil Dokter!!.."Teriak Arga kesal.


"Dan kamu Tiara,kenapa kau tidak bisa berhati-hati??..Kau tau kan Vina ini sedang hamil,lain kali cobalah untuk berhati-hati dalam melakukan hal apapun.."Setelah mengucapkan kata-kata itu,Arga langsung membawa Vina menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Semua orang langsung bubar dan hanya menyisakan Tiara dan juga Andre disana.


"Apa kau baik-baik saja??.."Tanya Andre seraya menghampiri Tiara.Tiara mengangguk seraya mencoba menyembunyikan tangannya yang juga terkena kopi panas itu.


❣❣❣

__ADS_1


Dokter kini tengah mengikat perban pada tangan Vina.Setelah sebelumnya Vina sempat marah pada Tiara kini dia sudah nampak lebih tenang.


"Lukanya tidak terlalu parah,dalam beberapa hari pasti akan sembuh tapi jangan lupa untuk sering mengganti perban seraya mengoleskan obat ini.."Ujar Dokter itu seraya menyerahkan obat pada Vina.


"Terima kasih Dokter.."Ucap Vina.


"Sama-sama,Kalau begitu saya pamit dulu.."Sebelum pergi,Dokter sempat menundukkan kepalanya pada Arga sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu.


Sepeninggal sang Dokter,Tiara melangkah mendekat kearah ranjang dengan kepala yang tertunduk.


"Vina,aku benar-benar minta maaf soal ini,tapi sungguh Vina,aku sama sekali tidak memiliki niat melakukannya,aku sungguh tidak sengaja melakukannya,sekali lagi aku minta maaf.."Tiara menundukkan kepalanya seraya meminta maaf,meski tidak sengaja namun tetap saja hal itu membuat Vina juga dirinya terluka.


"Mulai sekarang berhati-hati lah saat melakukan apapun,jangan sampai kecerobohanmu membuat orang lain terluka.."Timpal Arga tanpa memandang Tiara sama sekali.


Tiara menyeka air matanya lalu mengangguk dan kemudian keluar dari kamar tersebut.


"Tiara tunggu.."Panggil Andre.Tiara langsung menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Andre.


"Ikut denganku!!.."Pelan-pelan Andre menarik tangan Tiara dan membawanya turun kelantai bawah menuju ruang tamu.


"Duduklah!!.."Titahnya lagi yang langsung dilakukan oleh Tiara.


"Bawakan aku kotak obat!!."Titahnya pada seorang pelayan yang berdiri tidak jauh darinya.


"Baik tuan.."Pelayan itu berlalu dan tak lama kemudian kembali lagi dengan membawa kotak obat ditangannya.


Pelayan itu lalu menyerahkan kotak obat tersebut pada Andre kemudian pergi meninggalkan kakak beradik itu.


"Untuk apa itu kak??..Apa kakak terluka??.."Bukannya memikirkan lukanya sendiri,Tiara justru merasa khawatir jika terjadi sesuatu kepada kakak angkatnya itu.


"Bukan aku yang terluka Tiara,tapi kau.."Andre mulai membuka kotak obat dan mengeluarkan beberapa obat yang akan digunakan untuk mengobati tangan Tiara.

__ADS_1


"Aku tidak terluka kak.."Tiara masih berusaha menyembunyikan lukanya.


"Jangan bohong padaku Tiara!!..Apa kau pikir kakak tidak melihatnya,tanganmu itu juga terluka tapi kenapa kau tidak mengatakannya??..Jika kau mengatakannya maka Dokter juga akan mengobati mu tadi tapi kenapa kau diam saja??.."Andre sebenarnya merasa kesal dengan adiknya itu.Bagaimana tidak,setiap dia memiliki masalah dia selalu menyembunyikan nya.


Tiara menundukkan kepalanya,sekuat tenaga dia mencoba untuk menahan agar air matanya tidak tumpah namun seketika pertahanan nya runtuh kala Andre menyentuh pundaknya.


"Tiara capek kak,Rasanya Tiara ingin pergi sejauh mungkin dari tempat ini.Entah apa salahku hingga setiap hari aku harus menangis seperti ini??..Kenapa tuan muda tidak melepaskan aku saja,karena mungkin dengan begitu aku bisa bahagia.."Tiara semakin terisak kala Andre menariknya kedalam pelukannya.Pelukan yang selalu mampu menenangkan perasaan Tiara.


"Aku tau penderitaan yang kau alami,tapi kau adalah wanita yang kuat sebelumnya,lalu kenapa sekarang kau ingin menyerah??..Aku tidak suka adikku yang cengeng seperti ini,aku ingin adikku yang dulu,yang selalu kuat dan ceria,apa tidak bisa kau kembalikan sosok adikku yang itu padaku??.."Andre menangkup wajah Tiara seraya menghapus air matanya.


Tiara terdiam,tangisnya pun ikut terhenti.Apa yang dikatakan Andre memang benar,dia juga pantas untuk bahagia,dia tidak harus selalu mengalah dan merelakan kebahagiannya dirampas orang lain.Karena dia juga adalah istri dari seorang Arga Dirgantara,dan dia tidak boleh cengeng.


"Kakak benar,aku tidak seharusnya seperti ini,aku juga pantas bahagia dan tidak harus selalu mengalah,Aku mungkin istri kedua,tapi bukankah seorang istri kedua tidak selalu harus menderita,mereka juga pantas bahagia dan mulai sekarang,aku akan membuat diriku sendiri bahagia.."Tangis Tiara telah berhenti dan digantikan oleh senyuman yang membuat Andre merasa senang.


"Kau memang pantas bahagia adikku,dan apa yang nona Vina lakukan padamu itu salah,selama ini aku memang selalu mendukung nona Vina,mungkin itu karena rasa yang aku rasakan padanya tapi mulai sekarang aku akan membantumu untuk mendapatkan kebahagiaan adikku..." Batin Andre seraya mengelus pelan kepala Tiara.


"Sudahlah,sekarang biarkan kakak mengobati lukamu.."Ujar Andre.Tiara lalu mengangguk dan menyodorkan tangannya yang terluka pada Andre.


Dengan telaten,Andre mulai mengobati tangan Tiara.Bagi Tiara,dia adalah seorang wanita yang beruntung karena memiliki sosok kakak angkat sebaik Andre.


Sedangkan dilantai atas,tampak Arga yang tengah berdiri seraya memperhatikan apa yang Andre dan Tiara lakukan.


.


.


.


BERSAMBUNG


Jangan lupa like,komen and vote!

__ADS_1


__ADS_2