
Setelah beberapa jam didalam Gudang yang gelap,Akhirnya Arga memutuskan untuk mengeluarkan nya.Namun saat Arga sampai didalam gudang,dia menemukan Tiara yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Entah mengapa tapi melihat keadaan Tiara seperti itu membuat Arga merasa tidak tega.
Dengan segera Arga langsung menggendong Tiara Ala Brydal style dan membawanya keluar dari dalam Gudang tersebut menuju kamarnya.
Saat berjalan keluar,tak sengaja Arga berpapasan dengan Vina namun Arga sama sekali tak mengucapkan sepatah katapun dan membuat Vina merasa bingung.
Dengan rasa penasaran,akhirnya Vina mengikuti Arga sampai Kekamar Tiara.
"Arga ada apa??..Tiara kenapa??.."Vina langsung duduk ditepi ranjang saat Arga telah meletakkan Tiara diatas ranjang tersebut.
"Astaga badannya panas sekali..Wajahnya juga sangat pucat..Sebaiknya kita panggil Dokter.."Usul Vina dengan wajah yang tampak panik.
Arga kemudian menghubungi Andre dan memintanya membawa Dokter kesana.
"Sebenarnya ada apa Arga??..Kenapa dia bisa seperti ini??.."Perlahan Tiara bangkit dari posisi duduknya dan berdiri berhadapan dengan Arga.
"Aku menghukumnya.."Jawab Arga singkat.
"Apa.."Pekik Vina..."Kenapa kau melakukan itu??..Bukankah kau tau,Tiara baru saja pulih setelah tertembak dan sekarang kau menghukumnya hingga keadaannya seperti ini..Ini keterlaluan Arga.."Vina merasa cukup kecewa dengan suaminya yang bersikap semena-mena pada istrinya sendiri.
"Jangan pernah mempertanyakan keputusanku!!..Disini aku bisa melakukan apa saja,jadi kau tidak berhak untuk menanyakan keputusanku!!.."Setalah mengatakan kata-kata itu,Arga langsung keluar dari kamar itu dengan membanting pintu dengan kasar.
Vina terdiam,air matanya lolos seketika.Hatinya begitu hancur saat Arga seakan memganggapnya tidak penting dalam hidupnya.
"Pelayan..."Panggil Vina.
Tak lama kemudian,salah seorang pelayan masuk kedalam kamar dan membungkuk didepan Vina.
"Ambilkan kompres!!.."Titahnya yang langsung diangguki oleh Pelayan tersebut.
Beberapa saat kemudian,Pelayan kembali masuk kedalam kamar dengan membawa baskom kecil berisikan air kompres untuk Tiara.
Setelah mendapatkan Kompresan itu,dengan sigap Vina langsung mengompres kening Tiara.
Saat sedang sibuk mengompres,Andre masuk kedalam kamar bersama dengan Dokter yang akan memeriksa kondisi Tiara.
"Permisi Nona..Saya kesini bersama Dokter yang diminta tuan muda untuk memeriksa keadaan Nona Tiara.."Ujar Andre.Entah mengapa saat melihat perhatian Vina pada Tiara membuat Rasa yang ingin dia hilangkan dihatinya semakin tumbuh.
__ADS_1
"Iya...Periksa dia Dokter!!.."Vina bangkit dan mempersilahkan sang Dokter untuk memeriksa keadaan Tiara.
"Bagaimana keadaannya Dokter??..."Tanya Vina setelah sang Dokter selesai memeriksa.
"Demam Nona Tiara cukup tinggi..Saya akan memberikan obat,jika sudah sadar nanti tolong berikan obat ini..Tapi setelah meminum obat ini kondisinya belum berubah maka segera bawa Kerumah sakit agar kami bisa memberikan penanganan yang lebih baik..."Ucap Dokter itu.
"Baik Dokter..."
"Kalau begitu saya permisi Nona..."Dokter itu langsung melangkah keluar dari Kamar dengan diikuti Andre.
Vina mendekat kearah Ranjang dan kemudian duduk disana.."Kasihan banget kamu Tiara...Seandainya aku bisa menolongmu untuk bebas dari sini,maka akan kulakukan,tapi aku tidak bisa..Aku tidak mungkin melawan Arga...Maafkan aku!!.."Sesal Vina.Melihat Kondisi Tiara seperti itu membuatnya merasa sangat kasihan.
"Tolong...Aku takut disini...Bawa aku pergi!!...Aku takut disini..Disini gelap..."Tiara mengigo,keringatnya bercucuran dan tak lama kemudian langsung bangun dan berteriak keras.
"Tiara...Kamu tenang,ada aku disini,kamu nggak akan dikurung lagi.."Vina yang melihat Tiara ketakutan langsung memeluk dan menenangkan nya.
***
"Kenapa kau tidak bercerita dari awal padaku??..Jika sudah begini,apa yang akan kita lakukan??..Anak kita,Hidupnya menderita karena kesalahan kamu dimasa lalu..Kenapa kamu terus saja membuat kesalahan..Hal ini saja sudah membuat kedua puteri kita menderita,apalagi jika sampai mereka tau rahasia yang sudah kita sembunyikan selama ini,aku yakin,mereka tidak akan memaafkan kita ..."Kania duduk disamping suaminya dengan berderai air mata setelah dia tau rahasia masa lalu suaminya dengan Tuan muda Arga Dirgantara.
"Rahasia apa Bu??..."Kania dan Arman sontak menoleh saat mendengar Suara Rosa.
Pasangan suami istri itu langsung panik saat melihat Rosa tengah berdiri tidak jauh dari mereka.
"Jawab pertanyaan aku Bu!!..Rahasia apa yang kalian sembunyikan??.."Rosa kembali mengulang pertanyaan yang sama.
"Rahasia??..Rahasia apa??..Kamu pasti salah dengar,kami tidak sedang membicarakan rahasia apapun..."Kania mencoba menyakinkan Rosa.
"Sudahlah sayang..Lebih baik kamu istirahat,jangan sampai kamu kecapean dan membuat keadaan kamu drop lagi..."Timpal Arman.
Rosa bingung,dia ingin percaya namun diapun ragu karena dengan jelas dia mendengar bahwa orang tuanya sedang membicarakan sebuah rahasia.
Selepas kepergian Rosa,Arman dan Kania langsung menarik nafas lega..
"Untung saja Rosa tidak mendengar terlalu banyak..Aku tidak mau sampai puteriku sakit karena mendengar rahasia masa lalu mu."Kania bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan suaminya sendiri.
*
*
__ADS_1
*
Ditempat lain,tepatnya disebuah tempat yang cukup jauh dari kota,nampak seorang pria berjubah hitam tengah duduk di kursi dengan beberapa orang bertubuh besar yang berdiri didepannya.
"Lakukan tugas kalian dengan baik!!..Jangan sampai ada kesalahan yang membuat mereka sampai curiga..."Titahnya pada anak buahnya.
"Baik tuan..."Jawab mereka serempak.
"Bagus...Setelah ada kesempatan yang bagus,segera hubungi aku dan kita akan segera bertindak...Dan satu lagi.Cari beberapa orang yang mau bergabung dengan kita,dengan banyaknya orang bersama kita,maka kekuatan kita akan semakin besar dan tak menutup kemungkinan kita akan menang melawan mereka..."Sambungnya.
"Baik tuan muda.."Jawab mereka lagi.
"Pergilah dan lakukan tugas kalian!!.."Titahnya yang langsung diangguki oleh para anak buahnya.
"Tunggulah kedatanganku Arga Dirgantara...Aku akan segera datang..."Ujarnya dengan seringai yang menghias wajahnya.
***
Malam harinya Dimansion,Vina yang merasa kelelahan akhirnya memutuskan untuk kembali Ke kamar nya.
"Aku akan pergi sebentar,aku akan segera kembali.."Ujarnya pada Arga kemudian berlalu meninggalkan Tiara dan Arga berdua di kamar nya.
Selepas kepergian Vina.Perlahan Arga mulai mendekat dan memperhatikan wajah Tiara yang tampak sangat pucat.
Entah mengapa,tapi saat menatap wajah cantik itu membuat hati Arga berdesir.
Apa aku telah membuat kesalahan dengan menghukumnya.Apa aku salah karena menghukumnya atas kesalahan yang dibuat ayahnya??..Arga membatin seraya terus menatap wajah Tiara.
Saat hendak pergi,tiba-tiba tangannya ditarik oleh Tiara hingga jarak mereka menjadi sangat dekat.
Saat Arga mencoba bangun,Tiara malah semakin erat memegang tangannya dan itu membuatnya tidak bisa pergi kemana-mana.
Akhirnya Arga memutuskan untuk tetap disana sampai Tiara melepaskan tangannya nanti.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa Like,komen and vote!!