
Saat-saat pernikahan kini sudah tiba.Terlihat sang pengantin wanita berjalan menuju pelaminan dengan penampilan yang sangat anggun,bahkan hal itu membuat Arga terpesona.
Bukan hanya Arga yang begitu terpukau dengan sang mempelai wanita,bahkan seluruh tamu undangan pun begitu terpukau dengannya.
Arga mengulurkan tangannya kearah Tiara dan tak lama kemudian,Tiara menerima uluran tangan tersebut.
Acara ijab qobul akan segera dimulai dan kini Arga tengah duduk berhadapan dengan penghulu yang akan menikahkan mereka.
"Jabat tangan saya!.."Penghulu itu mengulurkan tangannya dan kemudian disambut oleh Arga.
Mereka berdua pun berjabat tangan.Pak penghulu mulai mengucapkan kalimat-kalimat nya yang kemudian diulangi oleh Arga dan semua pun berkata....
"Sah.."
Setitik air mata Tiara langsung meluncur setelah mendengar kata 'SAH' dari para saksi pernikahan mereka.Kini Tiara bukan lagi seorang wanita bebas,tapi kini Tiara sudah resmi menjadi istri dari seorang tuan muda Arga Dirgantara yang sama sekali tak dia cintai.
Arga membuka kain yang menutupi wajah Tiara dan langsung mendaratkan kecupan dikening wanita itu.
Melihat air mata yang mengalir di wajah gadis itu membuat Arga tersenyum penuh kemenangan.
Mendekatkan wajahnya.Arga membisikkan sesuatu ke telinga Tiara.."Permainan baru saja dimulai sayang dan kau akan melihat sesuatu yang seru sebentar lagi.."Bulu kudu Tiara meremang saat merasakan Arga meniup pelan telinganya sebelum menjauhkan wajahnya.
"Apa sih maksudnya??..Kenapa perasaan aku jadi nggak enak begini??.." Tiara merasa gelisah,entah kenapa,tapi dia merasa jika akan terjadi sesuatu yang buruk.
Sesaat setelah Arga membisikkah hal itu ketelinga Tiara.Tiba-tiba dari arah pintu masuk,terdengar suara keras seorang pria setengah baya yang kini berjalan mendekati kedua mempelai.
"Apa-apaan ini Arga??.."Pria itu terlihat marah menatap Arga dan juga Tiara secara bergantian.
Arga bangkit dari duduknya dengan seringai yang menghiasi wajahnya.Melangkahkan kakinya semakin dekat kearah pria itu,seringai diwajahnya tak pernah hilang.
__ADS_1
"Selamat datang Pah..Aku kira Papa tidak akan datang.."Ujar Arga pada pria yang dipanggilnya Papa itu.
Yah.Dialah Pak Bram Atmajaya,Papa kandung dari Arga Dirgantara yang sudah lama tak bertemu dengan puteranya itu.
Kalau kalian para reader bertanya kenapa nama belakangnya berbeda??..Itu karena pada saat Arga dipaksa menikah dengan Vina dia sudah bertekad untuk keluar dari kehidupan Papanya dan memulai hidupnya sendiri..Jadi karena itulah Arga merubah nama belakangnya sendiri..Kalian paham??..Pasti paham dong??😁😁.
"Bagaimana Papa tidak akan datang jika kau mengambil tindakan bodoh seperti ini??..Ada apa denganmu Arga??..Kau sudah punya Vina sebagai istrimu,lalu kenapa kau malah menikah lagi??..Apa kau tidak memikirkan perasaan istrimu itu??.."Suara Bram semakin meninggi hingga membuat raut wajah Arga berubah kesal.
Arga melirik kearah Andre dan memberikan isyarat agar para reporter dibawa keluar,karena Arga tidak ingin jika sampai pertengkaran nya dengan Papanya akan diketahui semua orang nantinya.
Andre langsung mengerti arti dari tatapan Arga.Dengan segera dia dan para anak buahnya langsung membawa para reporter keluar dari ruangan itu dan hanya menyisakan kedua mempelai,Bram dan juga para tamu.
Sengaja Arga tidak mengusir mereka agar semua tau betapa busuknya kelakuan Papanya itu.
"Kenapa kau usir para reporter??..Apa kau malu karena mereka akan tau kebenaran dari ucapan Papa dan akhirnya nama baikmu itu akan tercoreng??.."Tanya Bram sedikit mengejek.
"Justru aku sudah menyelamatkan nama baik Papa dengan mengusir mereka..Karena aku masih menghormati Papa,jadi aku tidak ingin mereka sampai mengetahui bagaimana dulu Papa memperlakukan aku dan juga Mama."Arga tersenyum miring seraya menatap sang Papa dengan tatapan aneh.
Mendengar pertengkaran Papa dan puteranya itu membuat Tiara merasa takut,apalagi suara mereka yang sama-sama tinggi.
"Apa Papa lupa??..Dulu Papa pernah menghianati Mama hingga Mama meninggal..Tapi waktu itu aku diam karena aku masih belum memiliki apa-apa,tapi sekarang aku sudah memiliki segalanya bahkan lebih banyak dari apa yang Papa miliki.."Arga memutar badannya membelakangi sang Papa dengan tangan yang dimasukkan kedalam saku celananya.
Mendengar hal itu membuat Bram terdiam sejenak.Kini dirinya sudah tidak bisa lagi mengekang puteranya itu,karena sekarang Arga adalah seorang pengusaha nomor satu.
"Jangan bicara sembarangan Arga!!..Apa yang yang kau katakan itu sama sekali tidak benar.."Bram bersikeras menyangkal semuanya.
"Aku tidak bicara hal yang salah Pah...Aku bukan anak kecil lagi saat itu..Saat dimana aku sering memergoki Mama sedang menangis namun dia menyembunyikan air matanya dariku..Saat aku tanya,dia tidak pernah menjawabnya,tapi aku tau apa yang membuatnya bersedih..Itu semua karen hubungan gelap Papa dengan wanita itu..."Arga kembali menghadap sang Papa dengan wajah yang merah padam menahan amarah.
"Cukup Arga!!.."Tiba-tiba seorang wanita seumuran Bram berdiri diambang pintu dengan didampingi seorang pria muda yang umurnya diperkiran dibawah Arga.
__ADS_1
Arga menatap wanita itu dengan tatapan jijik.Wanita itu adalah Ibu tirinya,wanita itulah yang dikatakan Arga yang menjadi akar masalah dalam keluarganya.
"Nyonya Sinta...Kenapa kau memintaku berhenti??..Apa kau merasa tidak mendengar kebenarannya??.."Ucap Arga saat wanita itu sudah ada didepannya.
Berbeda dengan Arga yang bersikap tenang dengan kedatangan Sinta.Tiara justru membulatkan matanya saat melihat siapa pria yang ada bersama Sinta itu.
"Riko..."Tiara berjalan mendekat,dia mengusap matanya berkali-kali seraya memastikan jika apa yang dilihatnya adalah benar.
"Tiara...Kau disini??.."Riko tak kalah terkejutnya saat melihat kekasihnya juga hadir ditempat itu dan yang lebih mengejutkan adalah dia memakai baju pengantin.
Kini perhatian semua orang beralih pada Tiara dan Riko.Namun Arga terlihat tersenyum puas saat berhasil mempertemukan sepasang kekasih yang kini sudah bisa disebut mantan.
"Kenapa kau memakai baju pengantin??.."Riko menatap Tiara dari atas hingga bawah.."Jangan bilang kalau Kau adalah pengantin kak Arga!!.."Terlihat jelas di wajah Riko jika saat ini dia benar-benar terkejut.
Tiara tak mampu menjawab,bibirnya seakan keluar dan kini kedua bola matanya sudah dipenuhi cairan bening yang siap meluncur membasahi wajah cantiknya.
"Jawab aku Tiara!.."Riko memegang kedua pundak Tiara dan mendesaknya untuk bicara.
Melihat hal itu tentu saja membuat Arga bertindak dan langsung melepaskan tangan Riko dari wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya.
"Ada apa ini??..Riko apa kau mengenal wanita itu??.."Tanya Sinta pada puteranya itu.
Bukannya menjawab pertanyaan Mamanya,Riko justru kembali mendekati Tiara namun dengan cepat Arga menghadang nya.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
jangan lupa like,komen and vote!!..