Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Sikap Cuek Arga


__ADS_3

Tiara berbaring diatas ranjang pasien dengan wajah yang pucat.Setelah tadi dia sadar,para perawat langsung memindahkannya Keruang rawat.


"Bagaimana perasaanmu sekarang??.."Tanya Vina yang kini sedang duduk disamping ranjang Tiara.


"Aku sudah merasa lebih baik...Maaf ya,aku sudah merepotkanmu.."Jawab Tiara dengan wajah yang tampak merasa bersalah.


"Kenapa kau minta maaf??..Kau sama sekali tak merepotkan aku.."Ujar Vina seraya menggenggam tangan Tiara.


Tiara tersenyum menatap Vina,namun bola matanya terlihat bergerak dan melihat kearah Arga yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Makanlah dulu Tiara!!..Setelah itu kau minum obat dan istirahat!!.."Vina meraih mangkuk bubur diatas nakas kemudian berniat menyuapi Tiara.


Pelan-pelan Tiara mulai membuka mulutnya hingga beberapa sendok bubur telah masuk keperutnnya,namun saat Vina akan menyuapinya lagi dia langsung menolaknya.


"Aku sudah kenyang.."Ucap Tiara.Matanya sesekali melirik kearah Arga namun tampaknya pria itu hanya bersikap cuek.


"Kalau begitu minum obatmu!!.."Vina menaruh kembali mangkuk tersebut keatas meja dan beralih mengambil pil obat dan memberikannya pada Tiara.


Usai meminum obatnya,mata Tiara terasa sangat berat dan akhirnya diapun tertidur.


Setelah memastikan jika Tiara sudah tertidur,Arga lalu bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati ranjang Tiara.


"Setelah dia bangun nanti,suruh dia bersiap-siap!!..Karena kita akan pulang..."Ujar Arga dingin.Setalah mengatakan hal itu,dia langsung keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Vina yang merasa bingung dengan ucapannya.


***


Ditempat lain,tepatnya disebuah gubuk tua,Riko tengah berbaring dengan keadaan yang cukup buruk.


Beberapa saat kemudian,terlihat jari-jarinya mulai bergerak perlahan dan diapun sudah mulai membuka matanya.


"Dimana aku??.."Riko mencoba bangun namun ternyata perutnya yang terkena tembakan masih terasa sakit.


"Eh..Kakak sudah sadar??...Jangan bangun dulu!!..Kondisi kakak masih sangat lemah dan luka kakak pun masih belum sembuh,jadi berbaring saja dulu..."Riko dihampiri oleh seorang gadis yang lumayan cantik.Gadis itu terlihat seperti seorang gadis desa yang lugu.


"Dimana aku sekarang??..Dan siapa kau??.."Tanyanya penasaran.

__ADS_1


"Namaku Lea..Waktu itu bapak bawa kakak kesini dalam keadaan yang terluka parah..Dan akhirnya bapak merawat luka kakak disini.."Jelas gadis yang bernama Lea itu.


"Benarkah??..Bisakah aku bertemu dengan Bapakmu??.."Tanya Riko lagi.


"Tunggu sebentar,biar Lea panggilkan.."Lea bangkit dari duduknya dan beranjak keluar dari kamar itu dan tak lama kemudian dia pun kembali dengan diikuti oleh seorang lelaki tua dibelakangnya.


Riko mengernyitkan keningnya saat melihat siapa pria yang ada bersama Lea itu.


"Pak Rahman..Jadi pak Rahman yang sudah menyelamatkan nyawa saya??.."Tanya Riko.Kali ini dia berusaha bangun dan duduk ditepian tempat tidur.


"Iya..Saya lihat waktu itu nak Riko tertembak dan ada satu lagi yang tertembak,dia seorang wanita,tapi saat saya menawarkan bantuan,pria yang bersamanya tidak mau mendengarkan saya dan kemudian membawanya pergi.."Jelas Pak Rahman seraya duduk disamping Riko.


Pak Rahman adalah seorang penjaga Villa yang sudah bertahun-tahun menjaga Villa milik Riko yang ada di pulau itu.


Riko yang mendengar penjelasan Pak Rahman mulai mengingat semua rentetan kejadian yang terjadi Di Villa itu.


"Tiara..Aku sudah menembaknya...Semoga dia baik-baik saja..Jika sampai terjadi sesuatu padanya maka aku tidak akan memaafkan diriku sendiri..."Ujar Riko menyesal.Meski kejadian itu tidak disengaja,namun peluru yang mengenai Tiara tetaplah peluru yang dia tembakkan dari senjatanya,jadi jika terjadi sesuatu pada Tiara maka dialah yang paling bertanggung jawab.


Berbeda dengan Riko yang sangat merasa bersalah,Arga justru merasa tenang-tenang saja,bahkan dia sudah bersiap untuk kembali pulang dengan membawa Tiara yang masih sakit.


"Kau tidak perlu banyak bertanya!!!...Aku tau apa yang aku lakukan.Jadi jangan membantah dan bantu dia bersiap-siap!!.."Tegas Arga.


Vina tak bisa berkata apa-apa lagi,karena jika tuan muda Arga sudah mengambil keputusan maka tidak ada yang bisa membantahnya.


"Nggak apa-apa kok...Aku sudah lebih baik sekarang..."Ujar Tiara menyakinkan Vina.


Setelah tiga puluh menit bersiap.Akhirnya Vina keluar dengan memapah Tiara yang terlihat sangat pucat.


Melihat keadaan Tiara yang tampak sangat lemah membuat Leon merasa kasihan.Namun diapun tak bisa berbuat apa-apa karena itu sudah menjadi keputusan dari suaminya sendiri.


Baru saja Tiara berjalan beberapa langkah,Tiara sudah terjatuh dan membuat Vina merasa sangat khawatir.


"Setidaknya bantu dia!!.."Ucap Vina pada Arga.


Bukannya membantu Tiara,Arga justru meminta Andre untuk menggendong Tiara.."Gendong dia!!.."Titahnya pada Andre.

__ADS_1


Andre yang memang selalu patuh langsung mendekat kearah Tiara dan mengangkat tubuh kecil itu dan menggendongnya ala bridal style.


Mendapat perlakuan seperti itu dari Arga membuat Tiara sakit hati.Apalagi seharusnya Arga lah yang sedang berada diposisi Andre yang sedang menggendongnya,namun sayang itu semua hanyalah harapan Tiara semata.


Setelah memasukkan Tiara kedalam mobil,Andre lalu beralih dan masuk kedalam mobil.


Setelah semua siap.Andre langsung melajukan mobilnya saat melihat jika mobil yang ditumpangi Tuan muda sudah bergerak lebih dulu.


Yah.Mereka memang menggunakan mobil yang berbeda.Arga memilih salah satu mobil yang berbeda dan menunjuk Leon untuk menjadi supirnya,sedangkan Vina,Tiara dan Andre juga menggunakan mobil yang berbeda.


Kenapa sikap tuan muda berubah padaku??..Sebelum kejadian ini,dia sangat baik padaku,sikapnya sangat lembut dan perhatian.Tapi sekarang,dia seakan tak peduli padaku..Dan sikap tak peduli nya ini sangat melukai hatiku.. Batin Tiara.Tanpa disadarinya,setitik air matanya jatuh seketika dari kelopak matanya.


"Ada apa Tiara???..Apa lukamu terasa sakit??.."Tanya Vina,wajahnya menunjukkan kecemasan saat melihat Tiara menangis.


Tanpa disadari Vina.Sejak tadi Andre selalu memperhatikan nya lewat cermin depan mobil.


"Tidak kok...Tapi apa bisa aku dirawat Dirumah Ayahku saja??..Aku rasa aku akan cepat sembuh jika berada disana.."Ujar Tiara.


"Tidak bisa Tiara...Arga tidak akan setuju.."


Tiara semakin menangis,hatinya terasa begitu hancur,awalnya saat Arga bersikap begitu perhatian padanya dia merasa jika hidupnya akan berubah lebih baik.Tapi setelah melihat sikap Tuan muda yang begitu cuek padanya membuatnya kembali berfikir jauh dari kebahagiaan.


"Jangan menangis Tiara!!...Aku akan menjagamu dengan baik,Jadi kau tidak akan terlalu merindukan Keluargamu.."Vina memeluk erat tubuh Tiara seraya mengusap rambunya perlahan.


"Apa kau ingin bicara dengan mereka??...Aku bisa menelfon mereka jika kau mau??.."Ucap Vina lagi seraya melepaskan pelukannya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Hay para pembaca setia ku.Maaf ya jika ceritanya membosankan,soalnya Author lagi ada masalah hati,jadi Author nggak terlalu moof buat nulis.Jadi maaf ya🙏🏻.

__ADS_1


__ADS_2