
Tiara membuka matanya saat jam Alarm dikamarnya berdering.Tiara bangun dari tidurnya dengan wajah yang tampak ceria,karena dipagi yang baru ini,dia juga akan memulai hidupnya yang baru.
Tiara yang sebelumnya tertidur adalah sosok Tiara yang cengeng dan selalu mengalah kepada siapapun,dan sosok Tiara yang terbangun sekarang adalah sosok Tiara yang baru.Sosok yang kuat yang akan melawan ketidakadilan untuknya,kini Tiara akan merubah segalanya,mulai dari penampilan dan sikapnya.
Selama ini Tiara selalu bersikap baik dan terus mengalah,namun kini dia bertekad untuk merubah semua itu.Tiara tidak ingin menjadi jahat,hanya saja dia ingin lebih tegas kepada orang yang selalu memandangnya remeh dan semua itu akan dimulai dipagi yang cerah ini.
***
Tiara berjalan menuruni anak tangga senyum manis diwajahnya.Sedangkan Vina serta Arga dan juga Andre yang sedang berada disana langsung menoleh kala mendengar suara langkah seseorang yang semakin mendekat.
Saat menoleh,Arga langsung terdiam melihat sosok Tiara yang begitu tampak berbeda hari ini.Bukan hanya Arga,Vina pun ikut menganga kala melihat penampilan baru Tiara yang menurutnya sedikit berbeda.
"Kenapa kalian diam saja??..Apa ada salah??."Tanyanya.
"Apa kau baik-baik saja Tiara??.."Tanya Vina.Melihat perubahan itu membuat Vina sedikit kesal,apalagi sekarang Arga tak bisa mengalihkan pandangannya dari Tiara.
"Aku baik-baik saja,bahkan aku merasa sangat sehat.."Tiara menarik kursi dan duduk tepat disamping Suaminya.
"Kau terlihat berbeda pagi ini.."Setelah sekian lama terdiam,akhirnya Arga mulai mengatakan isi kepalanya.
"Benarkah??..Apakah aku terlihat cantik??.."Seiring dengan pertanyaan itu,Tiara tersenyum manis kearah suaminya hingga membuat pria itu senang.
"Kau sangat cantik,dan rasanya aku tidak ingin Kekantor hari ini.."Bisik nya tepat ditelinga Tiara.
Melihat hal itu,Vina mengepalkan tangannya kuat,ingin sekali Vina menegur keduanya namun niatnya dia urungkan karena jika dia melakukannya,maka Arga akan marah padanya.
__ADS_1
"Aku ingin pergi kekamarku sekarang,Tiara bisakah kau mengantar ku??.."Tanya Vina.
"Tentu saja.."
Vina beranjak dari kursinya,dan dengan ditemani Tiara,Vina mulai melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Namun sebelum sampai ke kamar nya,Vina langsung menarik keras tangan Tiara hingga membuat wanita itu meringis kesakitan.
"Apa tujuanmu melakukan ini Tiara??..Apakah kau ingin menarik perhatian Arga??.."Kesal Vina.Dengan keras dia langsung menghempaskan tangan Tiara hingga wanita itu mundur beberapa langkah.
Namun bukannya membalas,Tiara justru tersenyum dan kembali melangkah mendekati Vina.
"Jika aku mengatakan iya bagaimana??..Bukankah aku berhak melakukan itu??..Dia juga suamiku dan kita memiliki hak yang sama padanya.."Ujar Tiara,Wanita itu memang sudah nampak berubah,bahkan dia sudah berani menatap Vina.
"Kau itu hanya istri kedua,dan apa kau tau sebutan orang-orang pada istri kedua?..PELAKOR..Itulah sebutan untuk wanita seperti dirimu.."Ucap Vina dengan penuh penekanan disetiap kata-katanya.
Plak
Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi mulus Tiara hingga meninggalkan bekas kemerahan disana.
"Kau memang tidak tau diri Tiara,selama ini aku sudah bersikap baik padamu,bahkan aku menganggap mu sebagai adikku sendiri,tapi ini balasanmu padaku??.."Cecar Vina.Sedangkan Tiara masih memegangi wajahnya yang terasa panas akibat tamparan dari Vina.
"Iya,aku akui kau memang bersikap baik padaku saat aku baru datang ketempat ini..Tapi apa kau ingat Vina??..Apa yang kau lakukan padaku akhir-akhir ini,kau selalu menghina ku,kau selalu memintaku untuk menjaga jarak dari suamiku,setiap kau meminta sesuatu dariku aku selalu menurutimu meski hal itu menyakiti diriku aku tetap melakukannya,karena apa??..Karena aku tidak ingin menyakitimu,tapi sayang,kau malah menyalahgunakan kepercayaan ku dan memanfaatkan aku..Tapi sekarang tidak lagi,Apa yang dikatakan orang memang benar,sesekali kita juga harus memikirkan diri sendiri agar tidak selalu ditindas orang lain.."Kali ini Tiara mengeluarkan semua isi hatinya yang selama ini telah dia tahan.
Vina terdiam mendengar semua ucapan Tiara.Bukan karena dia menyadari kesalahannya,tapi dia semakin merasakan kebencian pada madunya itu.
__ADS_1
"Jadi kau fikir aku memanfaatkan kamu??..Aku tidak perlu melakukan itu Tiara,karena sejak awal aku memang seharusnya memiliki suamiku sendiri,jika saja kau tidak pernah datang maka aku tidak perlu memintamu menjauhi suamiku,karena seharusnya akulah istri satu-satunya.Tapi sayang,kau malah datang kedalam kehidupanku dan menghancurkan segalanya.Aku sangat membencimu Tiara,aku sangat membencimu.."Teriak Vina seraya berusaha kembali menampar Tiara namun kali ini tidak berhasil karena Tiara menahan tangan itu.
"Tidak lagi Vina,kau mungkin menamparku sebelumnya,tapi tidak untuk yang kedua kalinya.Dan tentang aku yang hadir dalam hidupmu,semua itu adalah takdir Vina,dan lagipula pernikahan mu itu memang sudah hancur sebelum aku datang karena tuan muda tidak pernah mencintaimu..Tapi tenang saja,aku tidak seperti dirimu yang ingin memiliki Tuan muda sendiri,karena aku sadar jika bukan hanya aku istrinya.."Nada suara Tiara merendah,dia sadar jika saat ini Vina tengah hamil dan sangat beresiko jika dia terus berdebat dengannya karena itu bisa membahayakan janin nya.
"Masuklah ke kamarmu Vina!!..Aku tidak ingin melanjutkan pertengkaran ini.."Tiara mencoba untuk menurunkan emosinya dan berniat meninggalkan Vina namun tiba-tiba Vina berlari dan langsung menarik rambutnya dengan keras hingga membuat Tiara kesakitan.
"Vina lepaskan aku!!..Apa yang kau lakukan??.."Teriak Tiara seraya berusaha melepaskan dirinya.
"Ini memang pantas kau dapatkan..."Vina tidak ingin melepaskan Tiara hingga membuat wanita itu berteriak kesakitan dan teriakan nya itu terdengar hingga kelantai bawah.
"Ada apa itu??.."Mendengar teriakan Tiara,Arga segera bangkit dari duduknya dan berlari menaiki anak tangga dengan diikuti Andre dibelakangnya.
Sesampainya dilantai atas,Arga dan Andre begitu terkejut saat melihat Vina menarik rambut Tiara dengan keras.
"Vina apa yang kau lakukan??..Lepaskan dia!!.."Arga dan Andre langsung menghampiri keduanya dan berusaha memisahkan mereka.
"Kubilang lepaskan!!.."Arga menarik keras tangan Vina hingga terlepas dari rambut Tiara.."Apa kau sudah gila??..Ada apa denganmu??.. Untuk apa kau menyakiti Tiara??.."Teriak Arga.
"Dia memang pantas mendapatkannya.."Vina menatap Tiara dengan Tajam sedangkan yang ditatap masih merasa kesakitan akibat jambakan dari Vina.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa like,komen and vote!