Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Tiara Tertembak


__ADS_3

Leon mengacungkan senjatanya tepat didepan wajah Riko.Namun bukannya merasa takut,Riko malah tersenyum miring.


"Apa kau fikir dengan mengacungkan senjata padaku aku akan merasa takut??.."Tawa Riko seketika pecah.."Dengar!!...Aku sama sekali tidak peduli kau mau mendukungku atau tidak,karena aku tidak membutuhkan orang sepertimu.."Dengan gerakan cepat,Riko langsung merebut senjata itu dari tangan Leon dan balik mengarahkannya pada Leon.


"Aku bisa menembakmu sekarang juga kalau aku mau.."Ucapnya lagi.


Leon menatap Riko datar.Namun beberapa saat kemudian dia pun mengarahkan sebuah senjata lagi kearah Riko hingga kini mereka saling mengarahkan senjata.


"Bagaimana kalau kita saling tembak dan mati bersama-sama??...Saya rasa itu cukup adil.."Ujar Leon seraya menatap Riko dengan wajah datar nya.


Mendengar kata-kata Leon membuat Riko merasa geram dan berniat menembak Leon,namun tiba-tiba para pengawal Arga langsung menyerbu masuk dan membuat pengawal Riko merasa kewalahan menghadapinya.


Melihat ada celah untuk melarikan diri,Tiara langsung manginjak kaki pengawal yang memeganginya dan langsung berlari menuju Arga.


Namun sebelum Tiara bisa berhasil sampai pada Arga,Riko sudah lebih dulu menghadang jalannya.


"Kau fikir kau mau kemana??...Ikut denganku!!.."Riko menarik paksa tangan Tiara dan hendak membawanya pergi namun Arga langsung menghadangnya.


"Mau kau bawa kemana dia??.."Arga meraih tangan Tiara dan terjadilah drama tarik menarik diatara mereka😁.


"Riko lepaskan aku!!...Biarkan aku pergi Riko.."Tiara terus memohon namun Riko tetap tidak mau melepaskannya.


Riko terus berusaha membawa Tiara namun seketika kegiatannya itu terhenti ketika Leon kembali menodongkan senjata padanya.


Riko seketika berhenti dan berpaling menatap Leon yang sedang menodongkan senjatanya padanya.


"Semua pengawalmu telah tumbang..Apakah kau masih ingin melawan??.."Tanya Leon.Riko yang mendengarnya langsung mengedarkan pandangannya dan benar saja,semua pengawalnya telah terkapar tak tersisa.


Merasakan genggaman tangan Riko semakin longgar,Tiara langsung menarik tangannya dan langsung terlepas dari genggaman Riko.


Beberapa pengawal Arga langsung memegangi Riko sedangakan Arga langsung membawa Tiara pergi.


Namun sebelum Arga dan Tiara semakin jauh,Riko yang geram dan tak terima dengan kekalahannya langsung meronta dan membuat pengawal yang memeganginya terlempar jauh.


Riko langsung meraih sebuah senjata dilantai dan mengarahkannya pada Arga.Namun saat Riko menarik pelatuknya,Tiara langsung berdiri tepat didepan Arga yang sebelumnya telah berbalik dan menghadang peluru itu.


Akibatnya,peluru yang ditembakkan Riko bukan mengenai Arga tapi malah mengenai dada Tiara.


Riko seketika membulatkan matanya saat melihat Tiara terkena peluru dari senjatanya sendiri.

__ADS_1


"Tiara..."Dengan cepat Arga langsung menahan tubuh Tiara yang terhuyung dan hampir terjatuh.


Tiara menahan rasa sakit yang teramat luar biasa didadanya bahkan pandangannya mulai kabur dan semakin lama semakin gelap hingga akhirnya kesadarannya pun hilang.


Melihat Darah yang keluar dari tubuh Tiara yang tertembak membuat Arga mengepalkan tangannya kuat.


Arga menatap tajam dan penuh kemarahan pada Riko.Dan sesaat kemudian....


Dor


Satu peluru menembus masuk kedalam perut Riko hingga membuatnya langsung tumbang dengan darah yang mengucur dibagian perutnya.


"Cepat panggil Dokter!!.."Teriak Arga seraya memangku kepala Tiara.


"Tuan muda,disini pulau terpencil,dan kita tidak bisa menemukan Dokter disini..Sebaiknya kita segera bawa Nona Tiara ke kota agar dia bisa mendapat perawatan segera..."Usul Leon seraya berjongkok didepan Arga.


"Kalau begitu tunggu apa lagi??..Cepat siapkan keberangkatan kita!!.."Titahnya yang langsung diangguki oleh Leon.


Arga langsung menggendong tubuh Tiara ala bridal style dan berniat membawanya keluar dari Villa namun langkahnya tiba-tiba terhenti kala seorang kakek tua menghadang jalannya.


"Tunggu dulu nak!!..Jika kau membawanya ke kota maka nyawanya tidak akan tertolong..Jadi jika kau mengijinkan maka kakek bisa menolongnya..."Ujar kakek-kakek itu.


"Itu tidak perlu..Apa kau ini Dokter??..Kau mana mungkin bisa mengobati dia.."Ketus Arga.


"Percayalah pada kakek..Biarkan kakek mengobatinya..."Ujar kakek itu lagi.Namun sayang,Arga tak menghiraukan nya dan langsung membawa tubuh Tiara menuju jet pribadinya.


***


Prang


Rosa dan Arman berlari menuju dapur saat mendengar suara kaca yang pecah dari sana.


"Kania ada Apa??.."Tanya Arman setelah melihat Kania berdiri didapur dengan beberapa serpihan kaca yang berserakan dilantai.


"Ibu nggak apa-apa??.."Rosa menghampiri Ibunya dengan wajah cemas.


"Ibu baik-baik saja tapi perasaan Ibu nggak enak..Ibu merasa telah terjadi sesuatu pada Tiara.."Ujar Kania dengan wajah cemas.


"Tiara??..Ibu itu mungkin hanya perasaan Ibu saja..Kan Ibu sendiri yang bilang kalau Tiara disana bahagia..Jadi Ibu nggak usah khawatir.."Rosa mengajak Ibunya keruang tamu dan mendudukkannya disofa.

__ADS_1


"Tunggu disini!!..Rosa ambil minum sebentar.."Rosa beranjak dari tempatnya dan pergi menuju dapur.Beberapa saat kemudian dia kembali dengan membawa segelas air.


Setelah merasa jika Ibunya sudah cukup tenang,Rosa lalu duduk disamping sang Ibu dan mengenggam tangannya sedangkan Arman sendiri duduk disofa lain.


"Entah kenapa Perasaan Ibu tiba-tiba tidak enak..Ibu selalu terbayang wajah Tiara,Ibu takut terjadi sesuatu padanya..."Kania tiba-tiba menangis dan membuat Rosa langsung memeluknya.


"Ibu jangan khawatir!!..Rosa yakin,Tiara pasti baik-baik saja.."


Melihat istrinya menangis seperti itu membuat Arman merasa ikut bersedih.Yah.Meski tak Arman tunjukkan,namun sebenarnya Arman pun merasakan hal yang sama.


***


Sedangkan ditempat lain.Arga baru saja tiba Dirumah sakit,dengan menggendong tubuh Tiara yang sudah mulai memucat,Arga berlari kedalam area Rumah sakit dan berteriak memanggil Dokter.


Beberapa perawat yang melihatnya langsung datang dengan membawa Brangkar.


Arga kemudian menaruh tubuh Tiara diatas brangkar itu dan para perawat langsung mendorong brangkar itu menuju ruang operasi.


"Hubungi Andre dan katakan padanya untuk datang kemari!!..Dan juga,suruh dia untuk memperketat keamanan Dimansion!!.."Titahnya.Leon lalu mengangguk dan berlalu dari hadapan Arga.


Arga duduk diruang tunggu dengan wajah yang tampak kusut.Di pakaian nya terdapat darah Tiara yang masih menempel dan telah mengering.


Sedangkan didalam ruang operasi,para Dokter tengah berusaha menyelamatkan hidup Tiara yang kondisinya sudah sangat buruk.


"Dokter,detak jantung pasien semakin melemah.."Ujar perawat.


"Siapkan alat pacu jantung!!.."Titah sang Dokter.Perawat tersebut langsung menyiapkan alat yang diminta sang Dokter.


Dokter pun mulai mengambil tindakan dengan menggunakan alat pacu jantung namun tetap saja,detak jantung Tiara semakin melemah dan akhirnya detak jantung itu mulai menghilang.


"Bagaimana ini Dok??.."Wajah perawat itu nampak khawatir,bagaimana tidak,saat akan masuk tadi Arga sudah memberinya ancaman jika dia tidak berhasil menyelamatkan Istrinya.


Akankah Tiara akan pergi dari dunia ini??.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan lupa Like,komen and vote!


__ADS_2