Derita Istri Kedua

Derita Istri Kedua
Mandi Bersama


__ADS_3

Tiara mulai membuka matanya saat merasakan sesuatu yang lembut sedang menyentuh wajahnya.


Saat membuka matanya,Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan suaminya yang sedang tersenyum kearahnya.


"Selamat pagi sayang.."Seketika wajah Tiara langsung memerah bak kepiting rebus saat mendengar kata sayang yang diucapkan Arga.Apalagi saat mengingat momen indah tadi malam,hal itu membuat Tiara semakin malu.


"Saya mau mandi.."Tiara bangun dari posisi berbaring nya dan melilitkan selimut pada tubuh polosnya dan mulai turun dari ranjang.


Namun baru selangkah Tiara berjalan,dia langsung terjatuh karena merasakan bagian intinya terasa sakit dan perih.


Arga menggeleng pelan kemudian turun dari ranjang.Melihat hal itu,Tiara langsung menutup kedua matanya karena berfikir Arga sedang telanjang.


"Tidak perlu menutup matamu seperti itu..Lagipula kau sudah melihat semuanya semalam,bahkan kau sudah merasakannya.."Melihat pipi Tiara yang memerah membuat Arga semakin bersemangat untuk menggodanya.


"Apa..."Seketika Tiara langsung membuka matanya dan berniat untuk protes namun saat melihat tubuh sempurna suaminya dia malah mengurungkan niatnya dan menatap suaminya dengan mulut terbuka.


"Lihatlah!!..Air liurmu menetes.."Goda Arga.Tiara dengan cepat langsung menutup mulutnya dan meraba area bibirnya namun ternyata dia hanya sedang dikerjai.


Dengan kesal,Tiara mencoba untuk berdiri,namun rasa sakit pada selangkangannya membuatnya sedikit kesulitan.


Tanpa aba-aba,Arga langsung mengangkat tubuh Tiara dan membuat wanita itu kaget.


"Turunkan saya tuan muda.."Tiara meronta dan meminta untuk dilepaskan namun Arga dengan santainya membawanya masuk kedalam kamar mandi.


Sesampainya didalam kamar mandi.Arga pun menurunkan Tiara dari gendongannya.


"Terima kasih tuan muda.Sekarang anda keluarlah!!.."Tiara benar-benar merasa sangat malu sekarang.Bukan karena apa,tapi kini dia sedang tidak mengenakan apapun karena sebelumnya,Arga sudah melepaskan selimut yang melilit tubuhnya sebelum membawanya masuk kekamar mandi.


"Siapa bilang??..Aku juga akan mandi bersamamu.."Arga menaikkan sebelah alisnya sedangkan Tiara langsung membulatkan matanya mendengar ucapan Arga.


"Tidak..Tidak..Saya tidak ingin mandi bersama.."Tiara menyilangkan tangannya didepan dadanya kemudian langsung masuk kedalam bathub.


Arga sama sekali tak menghiraukan ucapan Tiara dan malah ikut masuk kedalam bathub.


Tak ada pilihan lain selain membiarkan Arga ikut mandi bersamanya,karena jika dia terus protes maka Arga bisa marah kepadanya.


***

__ADS_1


Kania tampak sedang duduk termenung didalam kamarnya seraya memandangi foto mendiang suaminya.


Air matanya luruh begitu saja saat mengingat momen kebersamaan yang begitu menyenangkan saat keluarganya berkumpul bersama.Namun sekarang semua itu hanyalah tinggal kenangan.


"Maafkan aku suamiku..Karena tidak bisa menjaga kata-kataku,aku telah membuat puteri kita menjauh..Aku memang salah,tidak seharusnya aku berkata kasar padanya waktu itu.Aku yakin,kau pasti sedih melihat kondisi kami disini sekarang.."Kania memeluk erat bingkai foto suaminya.Dan tanpa disadarinya,sejak tadi Rosa berdiri dan mendengar semua yang dia ucapkan.


Pelan-pelan Tiara menjauh dari kamar Ibunya menuju ruang tamu.Rasa bersalah seketika menjalar dihatinya saat mengingat setiap ucapan kasar yang telah dia lontarkan untuk adiknya.


"Aku harus menemui Tiara,aku harus minta maaf padanya dan juga memintanya untuk menemui Ibu.."Rosa bergegas keluar dari Rumah tanpa memberitahu ibunya lebih dulu.


Tujuannya kini hanya satu,yaitu menemui adiknya bagaimanapun caranya.


***


Tampak Arga dan Tiara berjalan beriringan menuruni anak tangga.Tampak Tiara terus menundukkan wajahnya dan tak ingin melihat pada Arga.


"Kalian kok lama sekali??..Aku sudah menunggu kalian sejak tadi,apa kalian tau,sekarang sudah hampir waktunya makan siang dan kalian baru muncul.."Vina yang entah muncul darimana langsung meluapkan kekesalannya yang sudah menunggu begitu lama.


Arga tampak acuh dan memilih untuk duduk dan memulai makannya,sedangkan Tiara hanya diam tanpa mengucapkan apapun.


"Aku ingin bicara denganmu.."Vina melangkah agak menjauh dari meja makan meninggalkan Tiara yang tampak khawatir melihat ekspresi Vina.


Dengan berat hati,Tiara mulai melangkah mengikuti Vina yang sudah menunggunya diruang Tamu.


"Duduk!!.."Ucapnya dingin.


Tiara langsung mengikuti perintah Tiara dan duduk tepat disamping Vina.


"Apa yang kau lakukan dengan tuan muda semalam??.."Tanya Vina.Tiara langsung menatap heran pada Vina yang menanyakan sesuatu yang pribadi padanya.


"Sudahlah,kau tidak perlu menjawabnya karena tanda dilehermu ini sudah menjelaskan segalanya.."Vina menyibak rambut Tiara hingga bekas merah itu semakin jelas terlihat.


"Dengar Tiara!!..Aku harap kau tidak melanggar janjimu padaku..Aku sangat percaya padamu selama ini,jadi aku harap kau tidak merusak kepercayaan itu..Aku tidak pernah melarangmu untuk dekat dengan tuan muda,tapi aku tidak mau jika sampai kau menggantikan tempatku untuk menjadi Ibu dari anak pertama Arga.."Ujar Vina.Tatapannya tampak sangat tajam menatap Tiara.


"Aku tidak akan pernah lupa akan janji itu.."Jelas Tiara.


"Baguslah..Sampai aku hamil,aku tidak mau jika sampai kau terlalu dekat dengan Arga.."

__ADS_1


"Tapi,aku tidak akan bisa menolak keinginan tuan muda..Kau tau sendiri,setiap aku tidak menuruti permintaannya,maka dia mengancam akan menyakiti keluargaku..Dan aku tidak akan bisa menolaknya jika sudah begitu.."Ujar Tiara.Dia juga tidak pernah berharap untuk menjadi Ibu dari anak Arga karena dia sadar jika dia tidak sebanding dengan Vina.


"Aku punya solusi untuk itu.."Vina berdiri dari duduknya dan melangakah menjauh dari Tiara dan tak lama kemudian kembali lagi dengan membawa sesuatu ditangannya.


"Ini.."Vina menyerahkan sesuatu pada Tiara..."Ini adalah solusi untuk masalah mu.."Setelah menyerahkan benda itu,Vina lalu bangkit dari duduknya dan meninggalkan Tiara yang terdiam seraya menatap benda pemberian Vina itu.


Tiara menggenggam erat benda itu seraya meneteskan air matanya.


"Jangan menangis Tiara..Dia berhak untuk melakukan ini,dia tidak salah.." Batinnya.


Baru saja Tiara akan menyusul suaminya keruang makan,salah satu pelayan Tiba-tiba menghampirinya dan mengatakan sesuatu.


"Maaf nona..Diluar ada seorang wanita yang ingin menemui anda.."Ucap pelayan itu.


"Siapa??.."Tiara tampak penasaran dengan wanita yang dimaksud oleh pelayan itu.


"Saya juga tidak tau nona..Tapi sejak tadi dia terus memohon agar bisa menemui anda.."Jawab pelayan itu.


"Baiklah.."Tiara hendak berjalan keluar untuk melihat siapa wanita itu namun tangannya tiba-tiba dicekal oleh seseorang.


"Tuan muda.."


"Mau kemana kau??.."Tanyanya dengan wajah datar.


"Saya mau keluar,katanya ada seorang wanita yang mencari saya.."Tiara tau,Arga pasti akan melarangnya lagi,apalagi jika raut wajahnya sudah sedingin itu.


"Aku tidak mau kau menemuinya.."Dan benar saja tebakan Tiara,Arga lagi-lagi melarangnya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Jangan lupa like,komen and vote!!

__ADS_1


__ADS_2