
Kania dan Arman duduk berhadapan diruang tamu.Hanya ada keheningan diantara mereka,Kania yang memang merasa kecewa memilih diam beberapa saat sebelum akhirnya dia membuka suara.
"Aku mau tanya sama kamu..Apa sebegitu tidak percayanya kamu sama aku hingga kamu harus menyembunyikan hal sebesar ini dari aku??.."Mata Kania sedari tadi sudah mengeluarkan cairan bening.
"Aku minta maaf.Aku memang salah.."Ucap Arman seraya menundukkan kepalanya.
"Yah kamu memang salah..Dan sekarang apa yang harus kita lakukan??..Aku tidak mau ya,mengorbankan salah satu puteriku demi menebus utang..aku tidak akan pernah setuju tentang hal itu.."Ucap Kania tegas.
"Aku juga tidak ingin melakukan itu,tapi kita tidak punya pilihan lain.."Arman berusaha menjelaskan.
"Bukan kita yang tidak punya pilihan,tapi kau.Karena aku akan lebih memilih kedua puteriku dibandingkan harta ini..Nggak apa-apa aku hidup dijalanan asalakan aku tidak menjadikan puteriku gadis penebus utang.."Kania langsung bangkit dari duduknya meninggalkan Suaminya setelah mengucapkan kata-kata tegasnya.
Arman mengusap wajahnya kasar selepas kepergian sang istri.Sungguh dirinya benar-benar bingung harus berbuat apa.
Sedangkan di perusahaan Dirgantara Company,Arga dan Andre baru saja tiba didalam ruangan milik Arga.
"Apa Kau sudah mendapatkan informasi yang kuminta??.."Tanya Arga setelah duduk di kursi kebesarannya.
"Sudah tuan,semua sudah saya dapatkan.."Jawab Andre.
"Bagus,sekarang katakan padaku!!..Apa informasinya??."
Andre mengeluarkan beberapa lembar foto dan menaruhnya diatas meja Arga.
Andre meraih sebuah foto dan kemudian menunjukannya pada Arga."Dia Rossa Sanjaya.Puteri sulung dari tuan Arman Sanjaya,Rossa adalah seorang Dokter yang baru saja bergabung Dirumah sakit xxx milik anda tuan muda.."Ucap Andre menjelaskan.
Arga mengangguk seraya menatap foto itu seksama,namun sesaat kemudian langsung melemparnya keatas meja.
"Lanjutkan!!.."Titah Arga lagi.
Andre mengangguk kemudian kembali meraih selembar foto dan menunjukkannya pada Arga."Yang ini adalah Puteri bungsu dari Arman Sanjaya.Namanya Tiara Sanjaya,saat ini dia bertatus mahasiswi disebuah universitas yang cukup ternama dikota ini.Namun..."Andre tiba-tiba saja menghentikan ucapannya dan membuat Arga mengerutkan keningnya.
"Kenapa berhenti??.."
"Ada satu hal lagi tuan muda.."
"Apa itu??.."Tanya Arga.
"Nona Tiara saat ini sedang menjalin hubungan dengan seorang pria.."Andre tidak memberitahukan nama pria itu,tapi dia langsung menunjukkan foto Tiara bersama dengan kekasihnya.
__ADS_1
Meraih foto tersebut.Arga langsung membulatkan matanya saat menyadari siapa pria yang ada didalam foto tersebut.
"Kebetulan sekali,dengan begini aku tidak perlu lagi Repot-repot mencari nya,karena dia sudah datang sendiri kehadapanku.."Ujarnya dengan seringai diwajahnya.
"Sekarang apa yang akan anda lakukan tuan muda??."Tanya Andre.
"Kau pasti sudah tau jawabannya Andre.. Sekarang cepat lakukan!!.."Arga menunjukkan seringainya yang membuat orang yang melihatnya merasa takut.
Andre beranjak keluar dari ruangan Arga menuju ruangannya sendiri.Mendudukkan badannya diatas kursinya,Andre langsung meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
***
"Selamat siang tuan muda..."Seseorang masuk kedalam ruangan Arga dengan diikuti Andre dibelakangnya.
"Akhirnya kau datang..Apa kau sudah mendapatkan jalan keluar lain??.."Arga memutar kursinya yang tadinya membelakangi meja menjadi menghadap kearah meja.
"Saya sudah mengambil keputusan..Dan keputusan saya adalah,saya berubah fikiran tentang Puteri saya..Saya rela kehilangan segalanya tapi saya tidak akan mengorbankan salah satu Puteri saya."Pria yang tak lain adalah Arman itu akhirnya memberikan keputusan nya.
Raut wajah Arga seketika berubah menjadi dingin setelah mendengar keputusan Arman yang ternyata diluar perkiraannya.
"Maksudmu kau berubah fikiran??.."Tanya Arga memastikan.
Arga tiba-tiba berdiri seraya menggebrak meja dan membuat Arman terkejut."Kau berani bermain-main denganku...Kau fikir aku akan diam saja setelah kau berani mempermainkan aku seperti ini??..Akan kubuat hidupmu menderita diluar sana hingga kau merasa tidak pantas hidup lagi.."Kemarahan benar-benar terlihat dari kedua bola mata Arga.
"Maaf sekali lagi tuan muda.."Arman menundukkan kepalanya dan tak berani bertatap mata dengan sang tuan muda yang sedang mengamuk.
"Menyingkir dari hadapanku!!...dan jangan berani datang lagi kemari!!.."Titah Arga kemudian duduk kembali dikursi kebesarannya.
Tanpa berkata apa-apa lagi,Arman langsung keluar dari ruangan Arga.
"Apa yang sekarang akan ada lakukan tuan muda??..
"Tidak ada,semua akan terjadi sendiri tanpa aku harus bekerja keras..Kita lihat,sampai kapan dia akan sanggup hidup menderita!!.."Ujarnya dengan seringai yang menghiasi wajahnya.
*
*
*
__ADS_1
Arman keluar dari gedung Dirgantara Company dengan kepala yang tertunduk.Meski hatinya lega karena telah membuat keputusan tepat,tapi dia masih merasa khawatir akan sesuatu yang akan terjadi pada keluarganya.
Bagaimanapun juga,aku harus berhati-hati,tuan muda Arga bukanlah orang yang mudah menyerah dan aku yakin,dia akan berbuat sesuatu yang akan merugikan aku dan keluargaku.Batinnya cemas.
Tanpa banyak berfikir lagi,Arman kemudian masuk kedalam mobilnya dan melajukannya meninggalkan area gedung Dirgantara Company.
Didalam mobil,Arman tak henti-hentinya memikirkan nasib keluarganya.Disatu sisi dia merasa lega karena akhirnya dia bisa merubah keputusannya yang ingin menjadikan puterinya sebagai penebus utang,namun disisi lain,Arman merasa khawatir akan nasib keluarganya selanjutnya.
"Apa yang harus kulakukan??..Jika aku kehilangan segalanya maka keluargaku akan hidup menderita,aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa sekarang.."Arman dengan kesal memukul keras setir mobilnya dan tanpa disadarinya,mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi.
Saat mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba saja disebuah belokan muncul pengemudi motor yang juga melaju kencang.Sontak saja,Arman langsung memutar setir mobilnya untuk menghindari pengendara itu dan akhirnya mobilnya kehilangan kedali yang kemudian langsung menabrak pembatas jalan dan akhirnya terguling.
***
prang
Suara gelas yang jatuh dan pecah berkeping-keping membuat Tiara dan Rossa yang mendengarnya langsung berlari kearah dapur.
"Ibu..Ada apa??"Tiara langsung membawa Ibunya menjauh agar tak menginjang serpihan gelas pecah itu.
"Ada apa Ibu??..Apa Ibu baik-baik saja??.."Tanya Tiara khawatir.
"Perasaan Ibu tidak enak tentang Ayah kalian..Firasat Ibu mengatakan jika telah terjadi sesuatu padanya.."Kania tampak sangat khawatir bahkan tangannya pun sampai gemetar.
"Tenang Ibu!!..Rossa yakin,Ayah pasti baik-baik saja..Ibu jangan khawatir!!.."Rossa menggenggam tangan Kania yang masih gemetar itu.
"Iya Bu..Jangan khawatir!!..Do'akan saja Ayah!!..Semoga Ayah baik-baik saja.."Ketiga wanita itu langsung berpelukan erat.Meski kedua puterinya menenangkannya,namun entah kenapa tapi perasaan Kania tetap tidak enak tentang suaminya.
.
.
.
BERSAMBUNG
jangan lupa like,komen and vote ya!
Jangan lupa juga untuk selalu mendukung Author,agar Author tetap semangat dalam berkarya.
__ADS_1
TERIMA KASIH